
.
.
.
"siapa yang mengatakan hal itu padamu hmm?". tanya Alex tak terima.
"aku kembalikan kartumu". Crystal mengeluarkan Blackcard milik Alex itu ke Alex.
Alex menggeleng kepalanya dan meminta Crystal menyimpannya saja, "aku bukan Daddy sugarmu ataupun kamu juga bukan Baby sugarku Crystal, kamu tidak boleh membiarkan ada orang lain yang merendahkanmu hmm?".
Crystal memanyunkan bibirnya kembali menyimpan kartu sakti pemberian Alex itu,
"ya udah aku sekarang harus menemui pak Pimpinan karna dia memanggilku". Crystal mendorong pelan tubuh Alex hingga bersandar di dinding.
Alex bukannya marah malah tertawa sampai bahunya bergetar-getar gemas, Crystal menoleh ke Alex dan memicingkan matanya curiga.
"jangan bilang aku juga kena tipu, kali ini penipunya kamu Lex?". tanya Crystal menyelidik.
"ternyata kamu pintar juga Bunga Violetku". kekeh Alex mengacak rambut Crystal yang kian mendekatinya dan tanpa sopan menuding hidung Alex.
Crystal mendengus lalu melihat ke arah Putra yang masih ternganga, sepertinya sejak tadi Pria itu tidak sempat menutup mulutnya.
"Pak Pimpinan?". panggil Crystal mengibar-ngibarkan tangannya dengan kemocengnya tadi.
"Ehh?". Putra gelagapan.
"maaf.. maaf..!". ucap Putra menepuk-nepuk pipinya sendiri untuk menyadarkan diri.
.
di sofa,
Putra diam menatap Alex dan Crystal di hadapannya, Ia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri Crystal terus saja memukul paha Alex dengan kemoceng nya itu, jika perempuan itu tidak spesial bagi Alex pasti Alex sudah menebas kepalanya.
"Tuan? sebenarnya ada apa ini? bukankah Bunga Violetmu itu Nona mata Ungu? kenapa sekarang gadis kecil bermata hitam ini?". tanya Putra penasaran.
"dia Bunga Violetku, wajah, mata, tubuh serta rambutnya hanya aku yang bisa melihatnya sedangkan kalian tidak bisa melihatnya". jawab Alex.
"ha? ma.. maksud Tuan? wajah yang sedang aku lihat ini palsu?". tanya Putra melihat ke arah Crystal.
"hm". jawab Alex santai mengelus kepala Crystal.
"aku mau kerja saja". Crystal bangkit dari duduknya dan menghentak-hentakkan kakinya keluar dari Ruangan Pimpinan Hotel tempatnya bekerja itu.
Alex tertawa pelan melihat Crystal yang pergi mengabaikannya, "dia marah padaku". kekeh Alex pelan.
__ADS_1
"lalu apa yang harus ku lakukan Tuan? aku benar-benar tidak tau kalau dia Bunga Violetmu, dia tidak pernah mengatakan apa-apa padaku Tuan". Putra
Alex tersenyum tipis, "kau tau kenapa dia tidak mengatakan kebenarannya?".
"kenapa Tuan?". tanya Putra.
"karna dia tidak mau diperlakukan dengan spesial". jawan Alex lagi.
"bukankah semua perempuan ingin diperlakukan dengan spesial Tuan?". tanya Putra heran bercampur bingung.
"dia sudah spesial dan tidak butuh di spesialkan, bersikap seperti biasa padanya jangan sampai dia marah padaku jika kau bertindak sopan padanya, ikuti saja permainannya". titah Alex.
"baik Tuan". jawab Putra lalu ikut berdiri melihat Alex yang berdiri dan meninggalkannya Putra yang masih belum mengerti, Ia sedang berusaha mengerti maksud kata-kata Alex.
.
Crystal kembali bekerja seperti biasa, tak berapa lama kemudian ada 3 Pria berpakaian polisi bayaran datang lagi dan meminta Crystal untuk ikut mereka.
"tidak mau..! kemarin masalah sudah selesai kan?". ketus Crystal.
Crystal mendengar ocehan pikiran mereka yang hanya polisi bayaran (gadungan), hanya meminjam seragam polisi orang saja.
"ayo ikut kami Nona..! kami dapat tugas dari Tuan Rohan untuk membawa anda ke Penjara". kata salah 1 Pria suruhan Rohan.
"iya Nona..! mohon kerja samanya". sambung Pria ke-2.
"kalian ini hanya polisi gadungan kan? jangan sampai aku panggil pak pimpinan ya?". ancam Crystal dengan mata melotot galak.
ketiga Pria yang menyamar sebagai Polisi gadungan itu terbelalak, mereka terus mengelak bahkan memaksa Crystal dengan cara menarik paksa lengan Crystal.
Crystal yang marah memijak kaki salah satu Pria sampai menjerit histeris, lalu menendang perut Pria yang lain dan Pria yang tersisa Crytal hadiahkan pukulan maut tangan mungilnya yang kuat seperti besi yaitu dengan memukul pipi Pria itu, sampai mereka bertiga terkapar tak berdaya dan merintih kesakitan.
"sudah aku bilang kan? aku tidak mau ya tidak mau". kata Crystal dengan kesal lalu kembali ke tempat awal Ia bekerja tadi.
Crystal kembali mengepel dengan cepat dan menendang-nendang polisi gadungan yang menghalangi pekerjaannya itu,
"minggir..! ngapain kalian tidur di lantai ha?". tanya Crystal dengan galak.
Crystal bahkan tidak tau pukulannya itu membuat ketiga Pria itu ingin sekali mengeluarkan darah dari mulut mereka itu, bukankah Gadis itu yang membuat mereka terbaring dilantai tapi mengapa Crystal malah menyalahkan mereka tidur dilantai.
"cepat minggir.! kalian membuat lantainya semakin kotor.!". titah Crystal dengan garang.
alhasil ketiga polisi gadungan itu keluar dari Hotel dengan kondisi menyedihkan, mereka hanya terkena satu pukulan saja tapi rasanya tubuh mereka remuk semua karna ulah tangan kecil Crystal yang terlihat lemah itu ternyata punya kekuatan besi.
Alex yang sejak tadi mengawasi Crystal pun tersenyum, awalnya Alex ingin menembak kepala Polisi gadungan itu tapi melihat dengan mata kepala sendiri Crystal bisa mengatasi masalahnya sendiri membuatnya bangga.
"sepertinya aku bisa lebih tenang sekarang, dia bisa mengatasi masalahnya sendiri". batin Alex.
__ADS_1
Alex merasa dengan perubahan wajah Crystal yang sekarang membuatnya yakin bahwa Crystal akan baik-baik saja, Ia akan mulai perburuannya melawan Erlando yang masih bersembunyi entah dimana.
.
Alex pulang ke Mansion Asiantama,
"mommy? ada apa?". tanya Alex mendekati Dewi Par yang keliatan lemas.
"dimana Crystal nak?". tanya Endang.
Alex melihat Dewi Par dan Endang yang tampak penasaran dengan Crystal pun menghela nafas panjang, "Crystal sedang bergaul dengan manusia biasa Mom.. Oma".
Dewi Par dan Endang melihat Alex dan menatap Alex dengan serius.
"apa maksudmu nak?". tanya Indiro tiba-tiba.
"Crystal merubah penampilannya Mom, Mommy pernah melihatnya didepan gerbang". jawab Alex.
"merubah penampilan? didepan gerbang?". beo Dewi Par.
"kamu melihat Crystal Nak?". tanya Endang ke Dewi Par.
"tidak tau Ma". jawab Dewi Par.
"jelaskan dengan benar Lex". titah Indiro.
Alex menceritakan sedikit pertemuannya dengan Crystal tapi tidak mengatakan tempat Crystal bekerja saat ini,
"jadi selama Crystal aman maka semua akan baik-baik saja Mom..! Alex bisa fokus mencari Erlando yang sekarang bersembunyi entah dimana". jawab Alex.
"lalu Mommy? gadis yang mana maksudmu Lex? kapan Mommy melihatnya?". tanya Dewi Par.
"dia berlari mengejar Mommy tapi Mommy tidak mengenalinya, saat dia mau masuk para satpam dan pengawalku melarangnya masuk dan Crystal sudah terbiasa dengan dunia manusia nya Mom, dia tidak menggunakan kekuatannya lagi". jawab Alex.
Dewi Par terbelalak saat mengingat sosok gadis yang pernah Ia lihat dari kaca spion mobilnya saat itu, "gadis yang 2 hari yang lalu ya? yang ada didepan gerbang?".
"iya Mom". jawab Alex.
mereka semua tak menyangka Crystal memiliki perubahan yang sangat besar sehingga Dewi Par tidak mengenali Crystal.
"tapi bagaimana kamu bisa mengenalinya cucuku?". tanya Endang.
.
.
.
__ADS_1