Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
dia nakal


__ADS_3

.


.


.


"apakah begitu Tuan?". tanya Patung.


"hmm". sahut Alex.


"kalian bakar jasad kedua penghianat ini lalu buang abunya ke lautan lepas sana". titah Alex.


"baik Tuan". jawab mereka semua serentak.


bawahan Alex langsung menjalankan perintah Alex dan membakar jasad kedua orangtua Viola itu dan membuang abu nya ke lautan lepas.


dikamar, (Markas).


Alex duduk di ranjangnya dan meringis melihat kakinya yang makin terasa sakit karna Alex terlalu memaksakan diri.


"apa durinya terlalu dalam?". kesal Alex


panjang duri yang menancap di Kaki Alex sepanjang paku 5 CM tentu saja sakit tapi Alex berpura-pura tidak sakit dengan berjalan normal.


"Bunga Violetku". gumam Alex pelan.


Crystal tidak akan muncul jika Alex menyebutnya Bunga Violetku, sebenarnya Alex tau bisa memanggil Crystal demi menanyakan apakah gadis itu takut padanya atau tidak, Alex sungguh penasaran bagaimana keadaan Crystal saat ini.


Alex menerima panggilan telfon dari Dewi Par, "maaf Mom..! aku harus menginap di Mansion, semua baik-baik saja Mom, aku harus menepati janji".


"ya Sudah..! jangan lupa berhati-hati nak lalu kembali lagi pada Kami ya?". sahut Dewi Par yang mengerti kesibukan anaknya.


"iya Mom..! jangan lupa jaga kesehatan Mommy juga". kata Alex dengan serius.


panggilan pun terputus, Alex meletakkan ponselnya di atas ranjangnya.


"masalah satu selesai tapi terlalu banyak penghianat ditambah Crystal melihatku kemarin, semoga gadis itu tidak takut padaku". kata Alex dengan nada pelan.


Alex melihat kesamping dan terkejut melihat Crystal tengah tertidur pulas disampingnya bersama Sibelang yang tidur di lengan Crystal.


"kenapa Crystal bisa ada disini?". batin Alex bergumam heran.


Alex tersenyum menatap paras Crystal yang tertidur, "apa dia muncul karna panggilanku karna aku juga memikirkannya? haiish.. kenapa aku bisa membawanya berada didekatku saat aku memanggilnya?". gumam Alex.


Crystal menggeliat pelan malah merasa sangat nyenyak tidur di ranjang Alex, Alex menyelimuti Crystal dan matanya melihat hewan berbulu yang begitu lengket pada Crystal.


"kenapa hewan berbulu ini selalu ada didekatnya?". batin Alex dengan heran padahal Ia sendiri yang memberi kucing itu pada Crystal.


si Kucing merasa ada hawa dingin mengelilinginya, Ia terbangun dan menguap memperlihatkan taringnya lalu Kucing itu mengerjab dan kaget melihat Alex.

__ADS_1


"ngeoonng". kucing pun bisa kaget dan tubuh berbulunya mengenai Wajah Crystal hingga terbangun.


Alex melebarkan matanya dan menarik lengan hewan berbulu itu yang berisik seolah membangunkan Crystal.


"hewan berbulu kau berani mengganggu bunga Violetku tidur ha?". ancam Alex dengan tatapan tajamnya.


"Belang?". Crystal duduk dengan mata dikucek-kucek.


Alex terpaksa melepaskan hewan berbulu itu yang segera melompat ke arah Crystal dan menjilati wajah cantik Crystal sedangkan tangan Crystal mengelus lembut bulu kucingnya itu.


"ada apa? kenapa kamu terkejut? apa ada Ayah dan Ibunda?". tanya Crystal yang belum sadar tempatnya berada.


"Crystal?". panggil Alex.


Crystal seketika membulatkan mata besarnya, rasa kantuknya langsung hilang saat mendengar suara Alex.


"ke.. kenapa aku bisa ada disini?". Crystal mengedarkan pandangannya.


"maaf aku membuatmu kesini, aku tidak sengaja memanggilmu dan memikirkanmu". ucap Alex menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Crystal mendengus sebal, Ia berdiri sambil mengucek-ngucek mata besarnya yang membuat Alex gemas dengan hal itu.


"Crystal? kam.. kamu tidak takut padaku kan?". tanya Alex gugup sungguh gugup bertanya hal yang mengganggu kepalanya kini.


Crystal tersenyum, "tidak, kamu seorang Kesatria, aku tau kamu adalah Kesatria di dunia nyata yang diceritakan Ibundaku". jawab Crystal dengan ceria.


"benarkah? kamu tidak takut padaku kan?". tanya Alex sekali lagi.


"aku harus pulang mengantar kucingku ke Ibunda". kata Crystal dengan senyuman.


"datanglah sebanyak yang kamu mau Bunga Violetku, cepatlah datang ke Rumah karna Mommy dan Oma ku tengah menunggumu". Alex mendekati Crystal dan mengelus kepala Crystal dengan lembut.


Crystal tersenyum lebar lalu menghilang dari pandangan Alex, Alex terjingkat lagi karna kakinya yang sakit lagi-lagi Ia harus menahan rasa sakitnya didepan Crystal, Alex tidak mau menyusahkan Crystal yang sudah menyembuhkan luka tembaknya tanpa berjejak.


.


Crystal telah melupakan bayangan yang Ia lihat saat melihat Alex berkelahi, Ia tidak tau apa itu dan sesuai perintah Ibunda nya lebih baik Crystal melupakannya saja.


"Mommyyy? Crystal datangg?? minta makaaann!". Crystal tiba-tiba muncul melayang-layang di tengah mansion.


Dewi Par berlari mendengar suara Crystal dan tersenyum bahagia menatap Crystal yang tengah melayang-layang, Endang datang dengan kekehan kecilnya.


"Sayang?". Dewi Par mengulurkan kedua tangannya.


Crystal turun dan berdiri dihadapan Dewi Par lalu memeluk Dewi Par seperti Ibunda sendiri, Crystal memang polos tapi Ia tau orang yang menyayanginya dengan tulus dan tidak tulus.


"Ibunda suka masakan Mommy, hehe.. Mommy mau buatkan lagi kan?". binar mata Crystal terlihat memelas hingga Dewi Par gemas mengelus sayang pipi Crystal.


"apapun akan Mommy lakukan untukmu sayang". kata Dewi Par dengan lembut.

__ADS_1


"yeeh.. yuhuu? Omaaa". Crystal muncul di hadapan Endang dan memeluk Endang berputar-putar di udara sampai Oma Endang pusing memegang keningnya.


"sayaang? Oma pusing nih". bujuk Endang dan Crystal menurunkan Endang.


Crystal terlihat begitu bahagia hingga tiba-tiba panggilan seseorang membuat Crystal mendelik kesal.


"Kakak Bodoh!". panggil Sean.


"Sean!". bentak Lina.


"aah.. iya Kak Violet". panggil Sean meralat panggilannya.


"mau apa anak jahat?". tanya Crystal berkacak pinggang.


"bawa aku terbang! hari ini aku tidak sekolah". pinta Sean.


Crystal membuang muka, "kenapa aku harus membawamu terbang? aku tidak mau". Jawab Crystal melayang ke arah dapur meninggalkan Sean yang menjatuhkan rahang sementara yang lainnya menertawai Sean.


"sudah mbak bilang anak bandel tidak akan diterima dengan baik". ejek Lina.


"maka nya jangan bandel". sambung Bella.


Sean mendengus, "memangnya anak baik itu bagaimana?". tanya Sean dengan nada ketus.


"ya anak yang mudah diatur". jawab Bella santai.


mereka berlari ke arah dapur mengabaikan Sean yang terdiam, selama 7 tahun Sean hidup mana ada orang yang mengabaikannya hanya karna dia anak bandel dan jahat.


Sean berjalan ke arah dapur dan melihat Crystal tengah memakan buah pir duduk diatas meja, benar-benar tidak sopan tapi semua orang sayang padanya.


"Kakak Violet kalau aku jadi anak baik kakak akan baik juga padaku?". tanya Sean tiba-tiba membuat yang lain melihat ke arah Sean.


Crystal mengerutkan keningnya, "mau minta maaf sama orang kalau kamu salah?". tanya Crystal


"iya". jawab Sean.


"baiklah, awas saja kalau Lina mengatakan kalau kamu masih jahat". ancam Crystal melototkan matanya.


Sean melihat ke arah Lina dan menganggukkan kepalanya, "deal".


"apa itu dil?". tanya Crystal melihat ke arah Bella yang duduk dikursi terdekatnya sementara Crystal duduk di meja.


"sepakat". jawab Bella.


Crystal mengangguk-ngangguk, "dil". balas Crystal membuat Bella menepuk jidatnya dengan gemas.


Lina memutar bola matanya dengan malas harus merawat Sean yang nakal nya minta ampun.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2