
.
.
.
Alex berjalan mendekati Crystal, Ia mendongak melihat Crystal yang tertidur pulas diatas AC.
"apa dia hewan? kenapa tidur di atas ketinggian?". batin Alex mengulum senyum, Ia membuka layar kunci ponselnya dan melihat berita pesawat yang hilang kontak itu.
Alex berbalik dan hendak berjalan ke arah ranjangnya,
brakkkhhhh
"aaahh? ". pekik Crystal mengerucutkan bibirnya memijit-mijit lengan dan bahunya yang terjatuh ke lantai keramik.
Alex yang khawatir pun berlari ke arah Crystal dan berjongkok memegang bahu Crystal,
"mana yang sakit?". tanya Alex serius.
"ini". tunjuk Crystal seolah Alex adalah Ayahnya.
Alex sama seperti Rey selalu mengkhawatirkannya, setiap Crystal jatuh dari atas pohon pasti Rey yang paling bawel mengkhawatirkan putrinya itu.
"apa perlu kita ke Rumah Sakit?". tanya Alex.
"Rumah Sakit itu apa?". tanya Crystal dengan raut wajah polosnya.
Alex mencubit pipi Crystal hingga gadis itu meringis lalu menggembungkan pipinya yang terasa sakit di remas Alex, Alex melupakan fakta bahwa Crystal punya kekuatan khusus yang membuat Crystal tidak butuh dokter.
Alex terkekeh mengelus kepala Crystal, "sebenarnya apa yang kamu tau hmm?". gemas Alex.
"tanyakan saja padaku semua tentang binatang, pohon, sungai, lautan". jawab Crystal dengan pongah.
Alex tergelak sebab Crystal tau tentang Alam padahal Alex tidak hidup dengan alam juga tau semua itu berkat teknologi yang semakin canggih, belajar dan berita di TV, Alex memijit lengan Crystal yang mulai terpejam karna masih mengantuk,
"d.. dingin". gumam Crystal perlahan mendekati Alex dan memeluk Alex seperti memeluk Ibunda atau Ayahnya.
Alex tertegun dengan tindakan Crystal yang jauh dari pemikirannya, Ia terdiam beberapa saat hingga Crystal hendak terjatuh ke lantai dengan sigap Alex menahan punggung Crystal. Alex melihat wajah Crystal yang tertutup rambut peraknya lalu Ia menyibakkan rambut Crystal sehingga Alex bisa melihat wajah Crystal yang sangat cantik seperti putri dari dunia dongeng.
Alex tersenyum lalu menggendong tubuh Crystal dan membawa gadis itu ke ranjangnya, menyelimutinya tanpa Alex sadari bibirnya sudah mendarat di kening Crystal sampai Alex tersadar segera menjauhkan bibirnya.
"apa yang aku lakukan?". gumam Alex menutupi bibirnya sendiri.
Alex memukul kepalanya sendiri, "jangan mencari kesempatan ditengah kesempitan Lex, Crystal adalah mutiara Keluargamu jangan merusaknya". rutuk Alex.
__ADS_1
Alex pun memilih tidur di sofa dan menyelimuti tubuhnya dengan jaketnya saja, tak lupa Alex mengurangi AC nya supaya tidak membuat gadis emas itu kedinginan.
.
pagi-pagi
Alex membersihkan diri dan tersenyum melihat Crystal tidurnya yang jungkir balik, tadi malam jelas Alex menyelimuti kaki Crystal dan seluruh tubuhnya dan menyisakan kepalanya saja, tapi sekarang Kepala Crystal entah kemana dan Kaki putih Crystal ada dibantal yang seharusnya menjadi sandaran kepala.
"imut". gumam Alex lalu mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk hotel, setelah itu Ia menghidupkan TV tapi suaranya dikecilkan.
Alex tertegun saat mengganti siaran TV ada berita mengenai pesawat yang akan Alex naiki kemarin telah ditemukan, saat ditemukan blackbox nya ternyata Pesawat itu sedang ada masalah dengan mesinnya tanpa tau Pesawat itu sudah disabotase oleh seseorang.
"mereka cepat sekali menyelesaikan berita ini, lalu korbannya?". gumam Alex.
Alex melebarkan matanya menunjuk namanya muncul sebagai penumpang pesawat, namanya jelas tertera di dalam daftar korban kecelakaan pesawat itu,
"hheiii? aku masih hidup". protes Alex lalu Ia tersadar Crystal masih tidur dengan cepat Alex membekap mulutnya.
Alex mungkin bisa selamat dari kecelakaan mobil atau apalah tapi Ia tidak dengan pesawat, ia tidak menyangka Crystal bisa menyelamatkan nyawanya yang ketiga kalinya, jika Alex menaiki pesawat itu mungkin Ia sudah mati, entah bagaimana cara Alex membalas kebaikan Crystal.
"apa semua ini kebetulan? apa memang hanya sebuah kecelakaan biasa?". batin Alex menerka-nerka.
Crystal melenguh dan terdengar oleh Alex,
Alex beranjak dari duduknya dan mendekati Crystal lalu menarik selimut yang membungkus tubuh Crystal dan memperlihatkan wajah menggemaskan Crystal yang belum sadar sepenuhnya.
"baru 1 jam tadi aku melihat kakimu diatas dan sekarang tubuhmu sudah terbungkus seperti kepompong hmm?". ledek Alex.
"uuh.. ba.. bantu aku M.. Manusia Alex, aku tidak punya tenaga masih bangun tidur". pinta Crystal merengek khasnya.
Alex membantu membuka selimut yang membungkus tubuh Crystal seperti ulat kepompong tapi saat Alex berhasil membuka nya gadis itu kembali tertidur.
Alex tercengang melihatnya, "apa dia mengerjaiku?". gumam Alex.
.
.
Crystal membersihkan dirinya di kamar mandi cukup lama, Alex seperti seorang Pelayan merawat gadis polos berambut perak itu.
"dimana pakaianku?". tanya Crystal melompat-lompat senang setelah puas bermain air didalam kamar mandi selama 2 jam penuh.
"Crystal? kenapa kamu keluar memakai jubah mandi?". tanya Alex dengan mata melebar.
Crystal menyibakkan rambut peraknya dengan raut wajah tidak mengerti, Alex berdecak pelan percuma saja mengomeli gadis itu yang polos tidak tau perbedaan jenis kelamin antara lelaki dan perempuan.
__ADS_1
Alex mengambilkan set pakaian perempuan yang ia pesan online, dengan sekedip kata pakaian itu sudah terpasang di tubuh Crystal.
"ayo kita pulang..! nanti naik Bum-bum". Crystal memegang bahu Alex lalu melompat-lompat senang di depan Alex.
Alex tersenyum mengelus kepala Crystal yang basah lalu Ia tersadar dengan cepat menarik tangan Crystal untuk dikeringkan, Crystal terperangah melihat benda aneh yang terasa panas menerpa kulit kepalanya, Crystal beberapa kali mendongak melihat benda itu namun Alex menurunkan kepala Crystal supaya meluruskan kepalanya itu dengan benar dan tidak mengganggu pekerjaannya yaitu mengeringkan rambut Crystal.
.
Crystal dan Alex tiba-tiba muncul digarasi mobil di Mansion Asiantama,
"naik bum-bum! ". tunjuk Crystal dengan senang menunjuk mobil Alex.
"ini bagaimana?". tanya Alex menunjuk motor nya yang baru beberapa hari ia beli.
Crystal mengangguk-ngangguk, "Mo.. tor".
"pintar". puji Alex lalu membawa Crystal memasuki Mansionnya, sepertinya Ia sudah terbiasa dengan kekuatan Crystal yang bisa membawanya menghilang dan muncul di Mansion.
Indiro, Dewi Par dan Endang kaget melihat Alex muncul dari pintu samping yaitu Garasi mobil.
"nakk? kamu baik-baik saja cucuku?". Endang mendekati Alex dan mengelus rahang Alex.
"kamu selamat berkat dewimu nak". Indiro mengelus kepala Crystal yang tersenyum lebar.
"Daddy.. Daddy.. naik M.. Mo.. Motor! ayo naik mo tor". ajak Crystal dengan senyum ceria nya yang menggemaskan.
"apapun untukmu anakku". Indiro merangkul bahu Crystal kembali ke Garasi, Crystal memekik kegirangan diajak naik motor oleh Indiro sampai keluarga Alex tersenyum.
"kamu baik-baik saja nak?". tanya Dewi Par dengan lembut.
"pusing dikit Mom dibawa teleportasi oleh gadis itu". kekeh Alex memijit pelipisnya.
"semoga hidupmu selalu dalam lindungan dewimu nak..! dia adalah hartamu yang paling berharga". Oma Endang menangkupkan tangannya memuji sang dewinya.
Alex tersenyum, "terimakasih Mom".
"kenapa mommy nak? seharusnya pada Crystal". tanya Dewi Par.
"dia juga, seorang Alex akan menjaganya, melindunginya dan menyayangi Crystal dengan caraku sendiri". jawab Alex mengulum senyumnya.
.
.
.
__ADS_1