
.
.
.
Bella mengomel-ngomel sendiri saat Ia baru datang disuruh menemui tamu istimewa keluarga Alex, Para pelayan tidak ada yang berani menemui tamu istimewa itu, Bella belum tau tamu yang akan Ia temui sangat merepotkan bahkan Ibunya sendiri tidak mau menjelaskan siapa tamu itu.
"kenapa aku harus menemui tamu itu? kalau memang tamu istimewa seharusnya mereka bisa menjilatkan? ada apa dengan mereka? ". gerutu Bella.
Bella melihat kamar mewah didepannya, "apaa?? ke.. kenapa kamar ini?? apa Gadis istimewa ramalan untuk Tuan Alex sudah datang? ". gumam Bella terkesima saat menyadari kamar yang membuat para Pelayan menatanya beberapa hari belakangan ini ternyata sudah di tempati.
Bella berdehem pelan, Ia belum lulus kuliah tapi Ia bukan orang bodoh tidak menyadari para pelayan takut menemui sosok gadis itu, artinya ada yang salah entah dari sifat atau tingkah lakunya.
"aku harus kuat". batin Bella menganggukkan kepalanya.
tok tok tok... tok.. tok. tok...
"kenapa tidak ada jawaban? ". gumam Bella.
Bella perlahan membuka pintu kamar mewah itu, "Nona...? apa Nona..?". tanya Bella hati-hati namun seketika Ia menggantung pertanyaannya melihat isi kamar yang sudah ditata semegah mungkin kini sangat berantakan.
"Nona..? Nonaa?? Nona dimana? apa ada perampok? tidak mungkin ada perampok di mansion ini, Nona?? ". panik Bella mengedarkan pandangannya sehingga tidak sadar Ia telah menginjak beling tapi tidak tembus hanya merobek sepatu nya saja yang baru pulang dari kampus.
"huaaahhhh?? ".
Bella menghentikan langkah kakinya dan jantungnya berdegup kencang, perlahan Ia mendongakkan kepala dan terbelalak melihat seorang gadis beramput perak tidur di gantungan lampu.
"aaahhhh?". jerit Bella.
Crystal yang mendengarnya pun kaget Ia pun memekik saat tubuhnya terjun bebas ke bawah dan menimpa Bella yang kepalanya terkena pecahan beling.
"aa? ".Bella meringis memegang kepalanya.
Crystal yang menimpa tubuh Bella pun mengangkat tubuhnya lalu memiringkan wajah imutnya ke Bella.
Bella membelalak, "S.. siapa kamu?? k.. kenapa mengacau di kamar tamu istimewa Nyonyaku? ".
"akuu? Crystal". jawab Crystal tersenyum lebar lalu duduk bersila menatap Bella yang masih tergeletak.
Bella duduk sambil memegang kepalanya,
"manusia terluka ya? ". tanya Crystal memegang lengan Bella.
"Manusia? ". batin Bella mengerutkan keningnya.
"iya Manusia, memangnya kamu bukan manusia?". jawab Crystal.
__ADS_1
Bella melebarkan matanya, "aku tidak bersuara kenapa dia bisa menjawabku? ". batin Bella.
"aku bisa mendengarmu..! jangan berisik". titah Crystal membuat Bella ingin pingsan saja saat ini tapi matanya semakin membulat melihat Crystal menyembuhkan lukanya dalam sekedip mata.
"sudah kan? sekarang katakan apa yang harus lakukan?". tanya Crystal tersenyum lebar.
Bella tidak berani berkata-kata bahkan Ia tidak bisa berpikir jernih namun persekian detiknya Ia sadar dengan bola mata Violet gadis berambut perak itu.
"rambutnya perak? kenapa bisa berkilau? " . batin Bella.
"rambutku memang lahir dengan warna ini, ayo katakan apa tujuanmu kesini? apa Ibunda memanggilku? ". tanya Crystal balik.
Bella akhirnya mengerti mengapa Para Pelayan tadi takut pada gadis ini seperti hantu tapi kalau dilihat-lihat gadis ini sangat baik, tidak kenal siapa Bella malah menyembuhkannya.
"N.. Nona..? Nyonya Besar memanggil Nona". jawab Bella tergagap.
"oh begitu ya? kalau begitu cepat beritau dimana Ritual nya? Ibunda nanti bisa menggantungku". Crystal berdiri tegak lalu menarik tangan Bella dan Bella memekik saat Ia dibawa terbang oleh Crystal.
"aaah". Crystal pun kaget menoleh ke Bella.
"ada apa? kenapa kamu berteriak? apa ada monyet?". tanya Crystal dengan kesal.
"N.. Nona? A.. apa ini? K.. Kenapa Ka.. Kaki Sa.. Saya?? I.. Ni..N.. Nona?? ". gagap Bella menggenggam tangan Crystal dengan kedua tangannya dan gemetaran.
"bukankah lebih enak terbang? kenapa kamu kaget?". tanya Crystal menekuk alisnya lalu mengibaskan tangannya seketika pintu terbuka.
"dimana jalannya? kenapa Rumah ini lebih merepotkan dari pada Hutan ha? ". tanya Crystal mengomel.
"d.. di.. disana Nona". tunjuk Bella makin gemetar.
"ooh.. iya..! Yuhhuuu...!". Crystal membawa Bella yang sudah memucat bahkan Pelayan yang melihat mereka kembali pingsan hanya Bella yang tidak bisa pingsan.
"crystalll???". Pekik Jessica melihat putri nakalnya membuat kekacauan lagi.
Dewi Par yang menganga bersama Endang pun segera menutup mulut rapat-rapat,
"Oups. !Crystal tidak sengaja Ibunda". Crystal seketika melepaskan Bella sampai terjatuh ke lantai dan Bella langsung pingsan ditempat.
"lihat kelakuanmu? ". tunjuk Jessica ke Bella yang tengah tak sadarkan diri.
"Ibunda kenapa dia bisa pingsan? ". tanya Crystal yang sangat polos tidak tau kesalahannya itu.
Rey memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, sementara Indiro menelan saliva yang terasa tercekat, Alex malah menahan senyum nya sekuat tenaga.
"anak ini benar-benar nakal..! aku akan menggantungmu di atap". geram Jessica melayang ke Crystal.
"tidaak..? ampun Ibunda". Crystal menghilang namun Jessica juga ikut menghilang lalu tiba-tiba mereka muncul kembali dengan situasi Crystal di jewer kembali oleh Ibundanya.
__ADS_1
"Nyonya..? kasihan telinga Crystal Nyonya". kata Dewi Par membujuk.
"jangan basa-basi cepat antar ke Ritual itu". titah Jessica dengan mata merahnya yang kian menyala membuat mereka takut.
Jessica memiliki mata merah delima tapi Jessica bukan vampir yang menghisap darah manusia.
"Ayah..? Ayah..? sakit..? Ayah". rengek Crystal memelas ke Rey.
"kamu buat Ayah pusing nak, hanya Ibundamu yang bisa mengejarmu". Rey pun menyerah membantu anaknya jika sudah sang istri bertindak.
.
semua keluarga Alex telah tiba di Ruangan keramat, Crystal digantung seperti kalelawar diatas Ruangan itu oleh kekuatan Ibundanya, rambut perak Crystal yang berkilau malah terlihat semakin memukau.
"Nyonya apa tidak terlalu keterlaluan menggantung Crystal seperti itu Nyonya?". tanya Endang memberanikan diri.
"tenang saja dia tidak akan jerah". jawaban Rey.
"tapi itu kepalanya bisa pusing loh". sahut Indiro.
"coba kalian perhatikan sedang apa anak nakalku itu". pinta Rey.
Dewi Par melihat Crystal lebih teliti dan membelalak melihat Crystal malah memejamkan matanya sedang tertidur persis kalelawar tidur seperti itulah Crystal saat ini.
Alex terkekeh, "dia sangat menggemaskan". gumam Alex melihat Crystal bisa tidur ditengah hukuman nya itu.
Jessica tidak memperdulikan Putrinya karna tau sifat Putrinya yang tukang tidur jika digantung kecuali digantung di gua lutung dan monyet, Crystal akan kegelian dan berteriak melepaskan diri.
"tempat ini memang penuh dengan aura mistis, bagaimana bisa sepekat ini? ". gumam Jessica mengedarkan pandangannya.
"ada apa sayang? ". tanya Rey memang merasa merinding saat ini namun Ia berusaha bersikap seperti Pria sejati yang tidak mau ketahuan takut hantu.
"kalau begitu kami pergi Nyonya! ". kata Oma Endang.
"kata siapa kalian harus pergi? ". tanya Jessica dengan suara lantang.
Endang dan Dewi Par saling melihat satu sama lain,
"apa yang bisa kami lakukan Nyonya? ". tanya Indiro.
"kalian harus berada di Ruangan ini untuk melihat langsung dewi mistis kalian itu memang ada atau tidak, aku penasaran bagaimana dia memiliki kalung duniaku". jawab Jessica.
.
.
.
__ADS_1