Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
tidak mengerti sikap baik


__ADS_3

.


.


.


Nendra di habisi dengan cara tragis, Alex tanpa ampun membunuh seorang penghianat yang telah membuat 15 nyawa rekan setia nya mati sia-sia, setelah itu Ia meminta bawahannya membuang tub*h Nendra yang sudah tidak utuh lagi ke hutan dan dibawah jurang sebab disana ada peliharaannya yang sangat buas yaitu anj*ng-anj*ng yang sudah terlatih.


Alex terdiam di kamarnya yang ada di Markas itu, tempat itu seperti Mansion mewah yang paling aman dan sekarang Alex bisa bernafas lega akhirnya penghianat sebenarnya sudah tidak ada.


"Erlando? dimana kau? apa kau masih berani melawanku setelah terluka parah saat itu?". gumam Alex menatap dingin langit-langit kamarnya.


"kecelakaan pesawat? ciih..! kau berubah jadi pengecut rupa nya". decih Alex.


Alex juga tidak bisa berbuat apa-apa, karna dirinya semua penumpang pesawat yang tidak tau apa-apa masalah Alex dengan Erlando menjadi korban, tidak ada bukti yang bisa membuat Alex berani membawa Erlando ke Penjara sebab Erlando sama sepertinya suka bermain bersih dan tidak pernah meninggalkan jejak.


Alex juga tau kalau Erlando punya Peretas hebat yang setara dengan Patung, mereka adalah Gangster terbesar di Dunia Hitam tapi karna sama-sama sombong dan keras kepala membuat perang besar antara Geng Alex dengan Geng Erlando yang berakhir dengan kemenangan Alex, saat itu Alex baru saja menduduki posisi Leader Gangster sejak itulah nama Alex dipuja para bawahan Alex.


Alex baru menduduki posisi Leader sudah berhasil mengalahkan Erlando yang sudah 6 tahun menjadi Ketua Mafia Croco, Erlando terluka parah dan melarikan diri dianggap sudah mati ternyata masih hidup.


"Crystal?". gumam Alex tersenyum mengingat paras Crystal yang ceria dan polos saat merengek padanya minta dibawa jalan naik kendaraan baik mobil maupun motor.


"aaahhh??".


Crystal tiba-tiba muncul diatas Alex dan terjatuh menimpa tubuh Alex yang melebar kaget,


"Crystal? sedang apa kamu?". tanya Alex memegang bahu Crystal.


"aku juga tidak tau, apa kamu memanggilku? kenapa aku bisa muncul disini?". kesal Crystal berdiri tegak lalu mengusap bajunya yang penuh pasir membuat Alex memejamkan matanya dan meringis matanya perih.


"perih? kok bisa?". tanya Crystal dengan polos.


"kamu main dari mana Crystal? kenapa tubuhmu penuh dengan pasir?". decak Alex sambil duduk bersandar di sandaran ranjangnya.

__ADS_1


"aku tadi sedang main di tepi pantai, lagian kenapa kamu memanggil namaku dengan tulus?". kesal Crystal malah mengomeli Alex.


Alex tercengang lalu Crystal membantu menghembus mata Alex yang terkena Pasir, Alex bisa melihat mata Crystal dengan sebelah matanya yang lain yang tidak terkena pasir.


Crystal menggembungkan pipinya menghembus mata Alex, bibir Alex tertarik keatas dan mulai menikmati pemandangan itu sampai ia tersadar saat Crystal bertanya keadaannya.


"sudah lebih baik". jawab Alex mengucek-ngucek matanya.


Crystal mengerucutkan bibirnya duduk disamping Alex, "kenapa kamu bisa memanggilku? apa kita punya ikatan batin?". tanya Crystal dengan heran.


Alex menggaruk kepalanya yang tak gatal, "kata dewi keramatku saat itu kita punya ikatan dimasa lalu". jawab Alex.


"ikatan seperti apa? ikatan apa itu hingga kamu bisa memanggilku? aku tidak bisa berpikir untuk menolak tapi aku langsung muncul begitu saja didepanmu, lain kali jangan memanggilku nanti kalau aku sedang telanj*ng bagaimana? aku mandi bagaimana? kata Bunda tidak ada yang boleh melihat tubuhku". kicau Crystal tanpa beban.


Alex menelan ludah, Ia membenarkan perkataan Crystal, lagian Alex tidak pernah menyangka kalau Alex bisa memanggil Crystal dan bisa membuat Crystal muncul didepannya seperti tadi Alex menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba Crystal muncul dari langit-langitnya sehingga menimpa tubuhnya.


"aku lebih baik pulang saja". Crystal mengibaskan tangannya tiba-tiba menghilang dari sisi Alex yang belum sempat memegang tangan Crystal.


Alex tertawa pelan mengucek matanya lalu melihat ke ranjangnya yang penuh pasir pantai, "dimana dia tinggal? bagaimana tempat tinggalnya? aku penasaran tempat yang membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos hingga jauh dari teknologi". gumam Alex mengulum senyum.


.


.


Alex pulang ke Mansion Keluarganya,


"kenapa nak?". tanya Indiro melihat raut wajah Alex yang tak biasa.


"Nendra Daddy..! Daddy kenal?". tanya Alex.


"iya, Daddy membawanya". jawab Indiro yang memang tau siapa Nendra.


"dia dalangnya ledakan kapal itu, kita semua pergi ke Desa untuk melihat Crystal dan Crystal bilang pelaku yang mensabote pesawat penerbanganku hari itu adalah Erlando". jawab Alex.

__ADS_1


"apaa?? dia masih hidup?". tanya Indiro tak percaya.


"iya Daddy..! awalnya aku tidak percaya tapi Crystal tidak kenal siapa Erlando kan Daddy? bagaimana Crystal bisa tau tentang Erlando? sudah jelas Crystal berkata benar karna Crystal memang bisa mendengar pemikiran kita". Alex.


"bedeb*h Erlando itu...! aku sendiri tidak menyangka Nendra penjahat dan mata-mata Erlando itu". keluh Indiro.


"siapa?". tanya Dewi Par tiba-tiba datang lalu melihat mereka bergantian.


Alex menjawab ada salah satu penghianat dan Crystal yang memberitaunya, betapa lembutnya tatapan Dewi Par saat Alex menceritakan sosok Crystal, Ia semakin memanjatkan doa semoga Crystal selalu sehat dan baik-baik saja sambil meninggalkan anak beserta suaminya ke dapur.


.


Bella dan Lina membersihkan Mansion bersama-sama, karna tidak menerima Pelayan baru jadi mereka berdua akan digaji 2 kali lipat sebab pekerjaan mereka juga semakin melelahkan.


"jadi Nona Crystal menolongmu dari anak jahat itu kak?". tanya Bella bersemangat.


"iya, Violet sangat baik dan aku merasa bahagia saat ada yang melindungiku, Violet menghantui anak itu dan Papanya sampai trauma". curhat Lina tersenyum manis.


"Nona Crystal hebat sekali, lalu bagaimana dengan keadaan anak itu?". tanya Bella penasaran.


"aku tidak tau, anak itu sangat jahat dan aku tidak akan mau menemuinya mau dia mati atau tidak terserah mereka saja, aku bekerja karna uang pun dipermasalahkan olehnya seperti aku musuhnya, apa menurutnya biaya hidup tidak pakai uang? anak kecil itu benar-benar sangat menyebalkan". oceh Lina.


"aku senang Nona Crystal membalasnya tapi dia kan masih anak-anak, apa tidak terlalu keterlaluan? bagaimana jika dia mengalami kecemasan? bukankah kakak sendiri yang bilang dia tidak punya Ibu? juga ayahnya tidak becus mendidiknya". Bella.


Lina membenarkan tapi Ia tidak peduli dengan kedua manusia itu, sangat sombong, keras kepala, merasa benar padahal jelas sudah salah, yang paling menyebalkan menurut Lina adalah saat Al dengan entengnya menyuruh Lina untuk minta maaf pada Anaknya yang nakal itu padahal sudah jelas dia tau anaknya itu bersalah.


Bella menasehati, "kak..?? Rumah tidak akan berdiri tanpa tiang".


"ha?". tanya Lina tidak mengerti.


"sama seperti kepribadian anak kak, anak-anak tidak akan tumbuh langsung baik jika tidak di bekali dengan ajaran yang baik dari keluarganya, Mamanya tidak ada, ayahnya sibuk bekerja, tentu saja anak itu nakal karna tidak ada penyanggah yang membuat anak itu bisa mengerti sikap baik". Bella.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2