
.
.
.
Crystal sibuk dengan dunia mimpinya, Ia pun pulang ke Pulau Nethal dengan cara menghilang tapi membuat sesuatu didepan pintu kamarnya,
"Sedang tidak bisa di ganggu karna Sibuk, kembali esok hari". itulah tulisan yang terpampang di pintu Kos-annya.
malam harinya Tatan dan Butet hendak bermain ke kamar Crystal pun menghela nafas panjang, mereka menebak Crys sedang telfonan dengan kekasihnya sepanjang malam sehingga tidak mau diganggu, mereka berdua kembali ke kamar masing-masing.
"Ibundaaa?". Crystal langsung memeluk Jessica yang kaget dengan kemunculannya walau tidak menjerit tapi cukup terkejut juga.
"kamu ngagetin Ibunda nak". Jessica memukul punggung Crystal yang terdengar riang seolah begitu bahagia.
"Aku kangen sama Ibunda, hehe.. dedeknya udah tumbuh ya?". cengir Crystal melepaskan pelukannya dan memegang perut Jessica.
Jessica terkekeh saja mengelus kepala anaknya, "bagaimana keadaanmu sayang? apa dunia manusia merepotkan?". tanya Jessica dengan senyuman.
"lumayan Ibunda..! tapi aku bahagia Ibunda". jawab Crystal dengan bahagia.
Jessica tersenyum lembut, "Ibunda senang kamu bahagia nak, kamu tidak membuat kekacauan di dunia manusia kan?". tanya Jessica penuh peringatan.
"tidak Ibunda, aku belajar dengan sangat cepat bahkan jika aku rajin maka gajiku akan banyak". jawab Crystal dengan semangat menggebu-gebu.
Jessica mendengarkan pengalaman Crystal di dunia manusia membuat Jessica bangga, Ia tidak menyesal melepaskan Putrinya kesayangannya yang semakin dewasa setelah hidup di dunia manusia hampir 1 bulan lebih.
"hmm?". Jessica mendengar cerita terakhir senyumnya yang tadi melebar kian menyusut.
"iya Ibunda..! kata kakak cantik itu ingatan aku akan kembali di bulan purnama merah, dia bilang Alex tidak akan ingat masa lalunya tapi aku tidak usah khawatir karna Alex akan melindungi Crystal walau tidak ingat masa lalunya". ulang Crystal lagi.
Jessica terdiam, "bulan purnama merah sebentar lagi".
"sebentar lagi? tapi ramalan teknologi bilang 3 bulan lagi Ibunda". jawab Crystal.
"tidak sayang, gunakan kekuatanmu untuk meramal kapan bulan purnama merah akan tiba karna kekuatan kita jauh lebih kuat dibanding kekuatan biasa manusia yang mengandalkan alat". jawab Jessica.
__ADS_1
Crystal terdiam, "iya juga, maaf Ibunda karna sudah terbiasa menyimpan kekuatan aku jadi lupa punya kekuatan super, hihi". cengir Crystal.
"lakukan nak..! Bulan Purnama adalah Bulan kelahiranmu, Ibunda yakin instingmu jauh lebih kuat dari Ibunda". pinta Jessica
Crystal mengangguk lalu menghilang dari hadapan Jessica, Jessica tidak khawatir sebab Ia tau Crystal sedang berada di tengah hutan Nethal untuk lebih fokus.
Jessica melihat ke arah lain ada Belang tengah mengendus-endus sesuatu membuat senyumnya kian melebar, "Belang? Tuanmu memang datang tapi dia sedang ada urusan, dia akan kembali sebentar lagi". kata Jessica ke hewan berbulu itu.
Jessica tertawa pelan saat hewan berbulu itu memanjat dan duduk dipangkuannya, Ia menjilati telapak kaki depannya sedangkan Jessica mengelus lembut tubuh hewan berbulu itu, jujur saja Belang adalah teman Jessica saat Rey pergi berburu makanan yang Jessica mau walau tidak terlalu pandai berburu dan kadang Rey berlayar ke lautan, saat ini Rey ada didepan Rumah mengumpulkan kayu untuk membuat api unggun sesuai keinginan Jessica. Rumah mereka terang di malam hari karna Rumahnya ada alat penyimpan Energi listrik tenaga surya sehingga mereka terang di malam hari tidak harus menggunakan lampu lilin.
.
Crystal duduk bersila di atas pohon, Ia menenangkan diri terlebih dahulu kini mata hitamnya berkilat Ungu karna warna asli mata Crystal Ungu saat ini hanya menggunakan wajah samaran,
"aku harus fokus!". gumam Crystal.
Crystal memejamkan matanya, Ia terdiam beberapa saat sambil mengosongkan pikirannya yang sedang kacau lalu dirinya memfokuskan diri meramal tentang bulan purnama merah hingga tiba-tiba mata Crystal terbuka lebar.
"28 hari lagi?". gumam Crystal kaget.
Crystal melihat bayangan seorang gadis cantik bermata Ungu dan rambutnya berwarna Coklat kemerahan tengah di ikat dengan cara menyedihkan, gadis itu di rantai dikedua tangan dan kakinya berada di tengah Ruangan kosong, sungguh Crystal tidak tau gadis itu sebab mulutnya di tutup kain dan wajahnya di tutupi anak-anak rambut sehingga Crystal tidak mengenal sosok itu.
"apa itu Aurora?". gumam Crystal menebak.
"Coklat kemerahan? suasana nya sangat gelap tapi kenapa aku bisa tau jelas warna rambut gadis itu ya? apa aku ditakdirkan untuk menyatukan Alex dengan gadis itu? benarkah itu Aurora? matanya memang Ungu". oceh Crystal.
Crystal mengoceh sendiri dan menebak-nebak tentang gadis yang Ia lihat itu.
"sebenarnya apa hubunganku dengan Aurora itu sih? kenapa kakak cantik mengatakan kalau aku ada di masa lalu Alex? apa dia salah? gadis itu memang memiliki warna mata yang sama denganku tapi rambut kami berbeda, namanya juga beda bukan Crystal tapi Aurora". celoteh Crystal lagi sambil berdiri dan terbang di udara menuju Rumahnya.
"Ayah?". senyum cerah Crystal.
Rey berbalik, "nakk? Crystall? anak nakalku pulang?".
Crystal tertawa cekikikan lalu berlari ke arah Rey, mereka berpelukan seperti tidak jumpa berbulan-bulan lamanya.
"aku kangen sama Ayah". ucap Crystal dengan senang.
__ADS_1
"Ayah juga nak". jawab Rey mengelus kepala Crystal.
Rey memanggil Jessica mengatakan bahwa Anaknya telah pulang lalu dengan entengnya Jessica mengatakan bahwa Crystal sudah pulang sejak tadi, Rey memberengut karna anaknya tidak menemuinya duluan.
"Belaang?". Crystal melebarkan tangannya lalu si kucing cantik itu melompat menjilati wajah Crystal.
"aku juga sangat merindukanmu Belang". jawab Crystal tertawa mengelus tubuh Kucingnya.
mereka berkumpul bersama didepan api unggun, Rey tak percaya dengan cerita Crystal tapi melihat perubahan Crystal sekarang yang mirip dengan manusia normal membuatnya senang, keputusannya setuju dengan permintaan Jessica adalah yang paling benar.
"bagus sayang..! Ibunda bangga padamu, jadi kapan Bulan purnama merah akan muncul?". tanya Jessica serius ke Crystal.
"28 hari lagi Ibunda". jawab Crystal.
"perkiraan Ibunda 69 hari lagi, tapi Ibunda percaya dengan ramalanmu nak". Jessica
"ada apa dengan bulan purnama merah? apa bulan purnama muncul merah lagi?". tanya Rey.
"iya muncul lagi". jawab Jessica dan Crystal serentak.
"kali ini bulan berdarah Ibunda, apa itu maksudnya? aku melihat seorang gadis yang di rantai besi, matanya sama sepertiku tapi warna rambutnya berbeda, apa dia Aurora ya Ibunda? aku tidak bisa mengenalinya". cerita Crystal ke Jessica.
Jessica terkejut mendengarnya, "warna rambutnya?".
"Coklat kemerahan seperti Ibunda, apa ramalan Kakak cantik itu salah? dia bilang kalau aku akan ingat semuanya tapi kenapa aku malah melihat Alex mencintai Aurora, dia memberikan tahta nya pada anak seorang Istri kedua demi Aurora padahal dia anak dari Ratu sah yang seharusnya dia adalah penerus Raja". cerocos Crystal lagi.
"kalian ini cerita apa sih?Tahta? Raja? Ratu? kerajaan apa?". tanya Rey.
"diamlah". pinta Jessica dengan galak.
Rey pun diam tapi Ia mendengarkan juga cerita Crystal walau tidak mengerti.
.
.
.
__ADS_1