
.
.
.
Herlina terpaku mendengar penjelasan Bella,
"aku seorang calon dokter kak, jadi sangat tau pemikiran anak-anak, aku tau dia salah aku juga tau tindakannya itu sangatlah tidak benar tapi harus ada orang benar yang mendidiknya, mendidik anak-anak itu tidak mudah kak, karna hatinya tidak mudah mempercayai orang lain tapi kalau sudah percaya, nyawa pun tidak tanggung-tanggung diberikannya". Bella.
Lina sekali lagi terdiam, "jadi? kami yang salah?". tanya Lina.
"bukan? didikan Ayahnya juga salah". jawab Bella tersenyum lalu berpamitan mengganti air pel nya yang sudah kotor.
Lina terdiam beberapa saat lalu mengeluarkan ponselnya yang ia matikan selama beberapa hari karna berisik di telfon oleh Al.
Lina menghidupkan Ponselnya dan melihat banyaknya pesan dari Al yang memohon untuk menemui anaknya meminta hantu itu untuk menjelaskan situasinya, Al juga meminta maaf pada Lina tapi sebagai gantinya Lina harus meminta hantu itu juga harus meminta maaf pada Sean.
"Rumah tidak akan berdiri tanpa tiang atau penyanggah?". gumam Lina teringat kata-kata Bella yang ambil jurusan kedokteran yaitu Psikolog.
Al menghubungi Lina yang butuh beberapa saat Lina akhirnya mengangkat panggilan itu,
"Lina..? akhirnya kau angkat juga panggilanku, aku tidak pandai berkata manis Lin jadi aku akan langsung berterus terang memintamu untuk menemui anakku, kalau kau ingin anakku meminta maaf maka aku yang meminta maaf sebagai perwakilan tapi aku mohon dengan sangat-sangat...! tolong minta hantu itu untuk datang dan jelaskan semuanya? anakku bisa tiada Lin..! dia tidak mau makan atau sekolah". Al.
Lina menghela nafas panjang berkali-kali mendengar cerita Al, "beri aku waktu".
"ya Tuhan..! sampai kapan waktunya?? aku tau anakku salah tapi jangan main-main dengan waktu karna aku tidak mau anakku meninggal karna hantu itu". Al memelas terdengar begitu mencoba bersabar berbicara dengan Lina.
"terserah aku lah mau kapan, lagian kau kan lelaki? bawa dia ke Dokter Psikolog dan hamburkan uangmu itu jangan taunya kerja saja". omel Lina lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
"dia pikir siapa dirinya? aku bukan bawahannya lagi enak aja ngatur-ngatur waktuku, aku sekarang bawahan Hantu yang kau bilang itu dasar manusia es". cerocos Lina pada layar ponselnya yang seolah sebagai pelampiasan amarahnya pada Al.
.
ke esokan harinya,
Lina memotong-motong rumput yang sudah memanjang sambil bersenandung lalu tiba-tiba Ia menjerit histeris karna syok saat Crystal memegang bahunya.
Crystal tertawa cekikikan sementara para bawahan Alex yang melihat Crystal pun menunduk sopan tapi Crystal asik dengan tawanya.
"Violet! ". bentak Lina dengan kesal.
__ADS_1
Crystal tertawa keras hingga parasnya yang terkena sinar matahari pagi begitu indah, "maaf".
"untung saja aku tidak punya penyakit jantung". kesal Lina.
Crystal memegang tangan Lina dengan mata berbinar, "kita naik bumbum besar? ya? hal te?". beo Crystal.
Crystal bisa membaca diajari oleh Jessica dan Rey tapi belum tau nama banyaknya benda teknologi.
"Bus?". tebak Lina.
Crystal mengangguk-ngangguk, "Bus". beonya semangat.
"kalau begitu kamu mau menemaniku menemui Sean? dia sedang sakit dan Ayahnya meminta maaf padaku". tanya Lina memelas.
"Ayahnya meminta maaf? itu bagus". jawab Crystal senang.
Lina tersenyum lalu memegang tangan Crystal dan meminta maaf sudah membuat Crystal menjadi jahat menyakiti hati anak kecil padahal Crystal juga bukan anak-anak, Crystal tidak tau harus mengalah pada anak kecil baginya kalau salah tetap salah dan harus meminta maaf.
Crystal pun mau menuruti permintaan Lina yang meminta maaf pada Sean dan Al yang tidak sengaja mereka sakiti, setelah itu Lina berpamitan pada Keluarga Asiantama membawa Crystal yang paling bahagia naik Bus, Dewi Par dan Endang pun tidak melarang jika itu bisa membuat Crystal bahagia hingga tiba-tiba Bella datang dan menawarkan diri untuk ikut Crystal dan Lina.
mereka berjalan bergandengan tangan, tapi Crystal mengenakan rambut palsu yang dipasang oleh Dewi Par, sampai naik Bus mereka pun heboh mengikuti Crystal supaya malu bersama-sama.
.
"iya". jawab Lina menghela nafas.
"aku malas masuk kesini lagi kalau bukan karna rasa bersalah". gumam Lina dengan pelan.
Crystal dan Bella saling pandang ditempat walau Crystal tidak terlalu mengerti tapi ia bisa merasakan kalau Lina sedang tidak baik seperti sedang sedih.
"ayo kita masuk..!". ajak Bella.
mereka bertiga memasuki Rumah Al yang terlihat sepi, lalu Bik Minah muncul mengomeli Lina, menurut Bik Minah hanya Lina yang paling lama bertahan bekerja dengan Sean selama 7 hari jika sebelum-sebelumnya pengasuh untuk Sean hanya bertahan 3 hari paling lama.
"Den Sean sedang sakit Neng, coba dilihat ya? kemarin sudah dibawa ke dokter Psikolog katanya Den Sean terlalu takut dengan sosok yang dikatakan hantu itu sampai tidak mau melakukan apapun". jelas Bik Minah.
.
.
"akhirnya kamu datang juga Lin..! mana hantunya? apa ada didekatmu?". tanya Al yang baru keluar dari kamar Sean memberi makan tapi makanannya tidak tergores sedikitpun membuat Lina menatap lama makanan itu.
__ADS_1
"ada bersamaku". jawab Lina lalu mengambil nampan makanan itu.
Al melihat Crystal yang memiliki mata Ungu membuatnya kaget, "U.. Ungu? apa dia kekasihnya Tuan Alex? gadis yang dicari-cari oleh Tuan Alex dan keluarganya?". batin Al.
Crystal mendengarnya hanya diam menautkan kedua alisnya tidak mengerti,
"saya Bella teman baik Kak Lina". ujar Bella memperkenalkan diri.
Al melihat ke arah Crystal yang terlihat menatapnya saja tanpa berniat memperkenalkan diri lalu Lina membawa masuk kedua temannya, Al tidak bisa berkata-kata karna hantu yang ada bersama Lina bisa saja tiba-tiba bersuara membuatnya gemetar takut saja lebih baik memilih diam.
.
"Sean?". panggil Lina meletakkan nampan makanan Sean di meja nakas.
Sean melihat ke arah Lina dan wajahnya seketika memucat, "pe.. pergiii...! ha. n.. hantuu.. aku tidak mau...hantuu".
"dia bukan hantu". kata Lina dengan serius.
Sean pun terdiam, wajahnya masih memucat lalu melihat ke arah Lina.
"apa buktinya?". tanya Sean dengan tangan gemetar seperti masih berlagak kuat didepan Lina.
"aku lah dia". jawab Crystal.
Crystal melepas rambut palsunya lalu terbang dan mengayun kakinya, "aku manusia hanya saja sangat istimewa". jawab Crystal dengan mata mengerjab cantik.
Sean membelalak melihat kaki Crystal melayang, "i. i.. itu hantu.. hanya hantu yang terbang".
"aku manusia". kesal Crystal.
"kalau aku hantu bagaimana aku bisa memegang benda hah? aku manusia, coba saja kau pegang tanganku". Crystal mendekati Sean lalu menyodorkan tangannya.
Sean memukul tangan Crystal lalu segera meringkuk ketakutan,
"aah..! sakit kan? lihat??". Crystal menunjuk tangannya yang merah.
"kalau hantu itu transparan Sean tapi tidak bisa memegang benda sedangkan Nona Crystal bisa memegang benda dan terbang, menghilang, Nona Crystal manusia istimewa adalah teman Kak Lina". jelas Bella dengan senyuman.
Crystal mengangguk, "aku manusia kuat sedangkan kalian lemah tidak punya kekuatan sama sekali". kata Crystal dengan polos tanpa sadar perkataannya itu memang benar.
.
__ADS_1
.
.