Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
ingatan kelam


__ADS_3

.


.


.


wajah Crystal yang digelap malam itu pasti sedang memerah mengingat perbuatan jahat Kakak Alex yang dikenal dengan Raja Vargoes, Vargoes sangat beruntung menduduki posisi penguasa saat calon penguasa yang sebenarnya mundur dan menjadi jenderal besar Kerajaan itu.


kilasan ingatan Crystal sebagai Aurora.


suatu hari Vargoes mengutarakan keinginannya ingin menjadikan Aurora sebagai Permaisurinya, hal itu membuat Alex marah karna Vargoes melanggar janjinya sementara Alex sudah menyerahkan tahta pada Kakaknya yang hanya anak dari Selir.


Vargoes yang merasa berkuasa mengancam Alex akan di hukum sebagai pemberontak, Alex tidak takut ancaman Vargoes langsung pergi dari tempat itu tanpa memikirkan apa-apa lagi.


"dia sangat kuat..! aku harus mencari kekuatan lain supaya bisa mengalahkan dia". kata Vargoes yang hatinya begitu terobsesi ingin memiliki Aurora yang sangat cantik.


lamaran datang pada Aurora dari Vargoes, Aurora menolak lamaran itu tanpa tau akibat dari penolakannya membuat peperangan besar terjadi hingga membuat keluarganya meninggal.


di padang pasir,


Alex berlari dengan baju Zirahnya ke arah Aurora yang sudah terluka, Aurora menangis dipelukan Alex dan selalu meminta maaf.


"tidak Ra..! jangan meminta maaf, ini semua bukan salahmu, ini salahku yang terlalu mempercayainya hingga memberikan tahta padanya dan semua menjadi seperti ini". Alex mengelus kepala Aurora.


"a.. aku sungguh tidak pernah merencanakan Kudeta, aku tidak pernah berniat memberontak, aku hanya menolak lamaran nya dengan cara baik-baik tapi kenapa dia mengutus orang membunuh keluargaku? apa salah mereka?". isak tangis Aurora.


Alex menoleh kesamping saat melihat ribuan prajurit berjalan ke arahnya, mereka adalah utusan Vargoes yang memaksa Aurora untuk menjadi permaisurinya dengan mengancam keselamatan Alex.


"jadilah permaisuriku Aurora!". kata Vargoes dengan senyuman mengembang memegang pedang leluhurnya diudara.


"aku tidak akan memberikan Auroraku padamu". Alex berkata dengan penuh penekanan menatap permusuhan ke arah Vargoes.


"Alex? kamu akan dalam bahaya, aku tidak mau kehilanganmu". Aurora menangkup rahang Vargoes dan menatapnya serius.


"semua akan baik-baik saja Ra..! aku tidak akan memberikan keinginan Pria itu walau aku harus mati". kata Alex dengan serius.

__ADS_1


"tidaaakkk..! kamu tidak boleh mati..! jangaannn". Aurora menggeleng-geleng kepalanya tak terima.


Vargoes terus memprovokasi Alex yang benar-benar terpancing, kelemahan Alex memang hanya Aurora.


Aurora membelalak melihat Alex diserang oleh ribuan prajurit kerajaannya sendiri, Ia difitnah sebagai otak dari Kudeta yang akan memberontak menjatuhkan Raja bersama Keluarga Aurora, Aurora akan dibebaskan dari tuduhan itu jika mau menjadi Permaisuri Vargoes.


Aurora berteriak meminta mereka semua untuk tidak menyakiti Alex, Alex mengeluarkan segala kekuatannya hingga ribuan prajurit itu musnah dalam sekejab.


"aku sudah tebak kau sudah membangkitkan kekuatan dewa kematian dalam dirimu yah Lex..! tapi aku menganut Raja kegelapan, aku akan menghabisimu dengan senjataku itu hahaha". kata Vargoes begitu bangga dengan otak cerdasnya yang tau semua hal ini akan terjadi.


"kau membuat sumpah terlarang?". bentak Alex dengan berang.


"yah..!". jawab Vargoes dengan bangga.


pertengkaran keduanya membuat Aurora semakin takut, Aurora tidak menyangka perasaan Cintanya dengan Alex adalah petaka hingga keluarganya meninggal dan sekarang Alex dalam bahaya.


"sudahh...! hentikaaaannn! ". teriak Aurora menggema.


tidak ada yang mendengar Aurora, peperangan antar saudara itu semakin sengit dan berbahaya hingga membuat ledakan didasar bumi, didetik-detik terakhir mereka semua menggunakan kekuatan terdahsyat untuk saling menghabisi satu sama lain, Aurora yang tidak mau Alex meninggal pun segera terbang ke udara dan merentangkan tangannya di udara hingga kekuatan terdahsyat itu mengenai tubuh depan dan belakang Aurora, Aurora menjadi tameng peperangan antar saudara itu dengan mengorbankan dirinya.


"byuurrr!! ". Aurora menyemburkan darah dari mulutnya.


Aurora akan jatuh tapi dengan cepat Vargoes hendak menangkapnya namun Aurora tiba-tiba sudah tiba di pelukan Alex.


"Ra..? Aurora?". Alex gemetar ketakutan melihat tubuh Aurora begitu dingin.


Vargoes turun didekat Aurora tapi masih menggantung di udara, Ia meneteskan air mata nya melihat Aurora sambil mengepalkan tangannya, Vargoes ingin membunuh Alex supaya Aurora menjadi miliknya tapi mengapa Aurora menghalangi kekuatan dahsyat nya.


"a.. aku minta maaf pa.. da kalian ber dua.. ma.. maafkan a.. aku.. ! a.. aku tidak b.. bisa hidup lagi jika ka.. lian tetap bertarung karnaku". Aurora terbata-bata.


"aku akan salurkan kekuatanku". kata Alex sesegukan ingin mengeluarkan kekuatannya tapi Aurora memegang lengan Alex.


"a.. aku mencintaimu Lex..! ji ka ada di kehidupan selanjutnya ku mohon kita harus bertemu lagi dan kamu harus melindungiku". pinta Aurora lemah.


"itu tidak akan bisa, kekuatanku itu akan menghancurkan rohmu dan tidak akan bisa bereinkarnasi sampai kapanpun". kata Vargoes dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Alex menjerit marah tapi Aurora menenangkannya dengan menepuk pelan lengan Alex sekuat tenaganya saja walau masih lemah.


"a. aku bahagia bersamamu Alex-ku..! aku tidak menyesali apapun, lupakan aku dan hidup bahagialah". kata Aurora terbata-bata lalu tak lama kemudian Aurora menjatuhkan tangannya yang tadi masih menepuk-nepuk lengan Alex.


"tidaaaak...! kamu tidak akan meninggalkanku Ra..? tidaaakk..? sayangg? ku mohon bangunlah!". Alex menjerit tak terima menangkup pipi Aurora yang penuh dengan darah.


Vargoes segera menghilang dari sana, Ia juga terpukul dengan kehilangan Aurora.


.


malam hari,


dibawah pohon ada Rumah kecil, Alex tengah menunggu Tabib hebat yang sedang fokus memeriksa tubuh Kekasih hatinya.


"bagaimana?". tanya Alex ke Tabib yang memeriksa tubuh dingin Aurora.


"Maafkan saya Tuan..! Nona Aurora kehilangan semua kekuatannya, 2 jam lagi tubuh Nona Aurora akan menghilang bersamaan dengan jumlah kepingan reinkarnasinya yang hancur karna kekuatan Raja kegelapan itu". kata si Tabib.


Alex tidak terima mencengkram Tabib itu, Ia mengancam akan menghabisi nyawa Pria itu jika tidak mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Auroranya.


"ada satu cara Tuan". kata si Tabib.


Alex melepaskan cengkraman nya lalu mendengarkan perkataan Tabib itu bahwa Alex harus menyerahkan kehidupannya sekarang beserta kekuatannya untuk Aurora di malam bulan purnama merah, Aurora tidak akan selamat tapi gadis itu akan bereinkarnasi dan Aurora akan selalu terikat dengan Alex walau tidak punya kekuatan lagi dimasa depan, Alex akan menderita menunggu kelahiran Aurora tapi Alex tidak memperdulikan bagian akhir dari perkataan Tabib itu.


Alex berlari ke kamar Aurora seolah gadis masih hidup saja padahal sudah tidak bernyawa, Alex memegang tangan Aurora yang dingin, Ia malah menghangatkan tangan Aurora dengan raut wajah terlukanya.


"Reinkarnasi? aku akan memberikan semua kekuatanku padamu sayang..? kamu akan bereinkarnasi lagi, jika aku tidak bisa menyelamatkanmu maka aku bisa memberi kehidupanku padamu sayang". kata Alex


malam itu juga Alex membangkitkan seluruh kekuatannya di bulan purnama merah, rambutnya seperti ditarik paksa dari kepalanya tapi Alex bisa menahan rasa sakit itu sampai seluruh kekuatan dan nyawanya detik ini berpindah ke Aurora, kini rambut Alex tidak ada walau sehelai pun.


Alex berbaring dengan wajah pucatnya disamping Aurora dan mencium punggung tangan Aurora dengan lembut, "sampai jumpa di kehidupan kedua kita nanti sayang...! jangan tinggalkan aku walau kamu tau aku sudah menjadi manusia biasa tanpa kekuatan". bisik lemah Alex.


perlahan Alex memejamkan matanya, mereka berdua perlahan berubah menjadi butiran-butiran kristal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2