Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
ingatan aneh


__ADS_3

.


.


.


melihat salah satu gadis target mereka menghilang membuat 10 mafia utusan melebarkan mata tak percaya akan pemandangan itu, berulang kali mereka mengucek-ngucek mata demi memastikan diri mereka tidak salah lihat.


"dimana gadis itu?".


"kemana dia?".


"kenapa bisa hilang?".


"gadis ajaib".


"apa dia hantu?".


"dia pasti bukan manusia".


mereka sibuk berdebat mengenai sosok yang hilang dalam sekedip mata itu.


"itu sebabnya Tuan kita menginginkannya". sahut yang lainnya.


"habisi saja Tuan Alex". titah yang lainnya juga.


"keluar kalian..!". titah Alex menggema.


"lakukan secara jantan, aku tidak pengecut seperti kalian yang menyerang dengan cara bersembunyi". teriak Alex lagi.


ke sepuluh Pria yang bersembunyi tadi akhirnya keluar dari persembunyian.


"dimana gadis tadi?". tanya Pria 1


"kemana gadis itu?". sambar Pria 2


"kenapa bisa menghilang? apa dia manusia?". sahut Pria ke 3


"kalian mengincar Bunga Violetku rupanya". seringai Alex.


"Bunga Violetmu? ohh..pantas saja Tuan kami meminta kamu untuk menghabisimu". sungut Pria ke 7.


"jadi gadis tadi bermata ungu?". tanya Pria ke 4 ke kawanannya.


"iya Ungu". jawab yang lainnya serentak.


"jangan banyak bicara..! cepat selesaikan semuanya". titah Alex.


"lawan aku dengan cara jantan". kata Alex dengan tatapan remeh.

__ADS_1


"kau fikir kami bodoh? mana mungkin kami menyerang monster sepertimu tanpa senjata, kami masih ingin hidup". maki Pria ke 8.


"aku monster? baiklah..! aku anggap kalian memujiku artinya Tuan Kalian juga pengecut sama seperti kalian? pantas saja dia mengutus tikus untuk membunuhku". senyum sinis Alex.


"bedeb*h". umpat Pria ke 10.


"dia masih bisa berlagak sombong pada kita, apa dia tidak merasa kalau nyawanya dalam bahaya?". ujar Pria ke 6 dengan heran kelakuan Alex yang seperti tidak takut mati.


"tembak saja dia". titah Pria ke 9.


dor..! dor.. dor..!


Alex melompat, bersalto, berlari ke arah mereka yang terus menembak hingga Alex tiba pada salah satu rekan para pembunuh utusan itu, Ia mengambil tubuh Pria ke 2 menjadi tameng sehingga Rekan-rekannya malah membunuh teman sendiri.


"sial*n kau". teriak 9 Pria yang tersisa.


Alex merebut pistol Pria yang sudah tidak bernyawa itu dan menembak 2 Pria sekaligus sehingga hanya tersisa 7 Pria saja.


"dia benar-benar monster". geram Pria ke 1.


"tembak lagi". teriak Pria ke 6 dengan berang karna rekannya telah terbunuh.


Alex berlari dan melompat serta berputar melihat peluru melayang ke arahnya, Alex memang manusia yang bisa terluka tapi kemampuannya dalam membunuh musuh sangat hebat sehingga dijuluki monster pembunuh, karna Alex sangat hebat maka nya banyak musuh yang mencari jalan pintas untuk membunuh Alex dengan mengirim mata-mata.


dor..!


"sial*n kau..! kau sudah membunuh semua rekanku". geram Pria ke 2 dengan marah.


"lalu aku harus menyerahkan nyawaku pada tikus pengecut seperti kalian? pengecut tidak pantas hidup". seringai Alex.


2 Pria yang tersisa menyerang Alex dengan tangan kosong lalu pertarungan pun terjadi, Alex memukul hidung salah satu Pria lalu membanting Pria itu dan pria itu mati tertancap ranting tajam menembus jantungnya,


"ayo!". Alex menjentikan jari telunjuknya ke Pria yang tersisa.


"mati kauuuu". teriak Pria itu menembak ke Alex yang cepat mengelak tapi karna terlalu dekat dengan musuh peluru itu melukai lengannya belum sempat Alex mengelak sepenuhnya.


Pria yang tersisa merasa senang lalu mencoba menembak lagi dan pelurunya habis, giliran Alex yang menembak dengan tangan Kiri lalu Pria itu mati.


Alex meringis memegang lengan kanannya, beruntung saja Ia bisa menembak dengan tangan kanan maupun tangan kiri, Ia sudah melatih diri dalam menghadapi musuh.


"aahhh". ringis Alex melangkah melewati may*t-may*t yang sudah Ia bunuh.


"Alex?".


Alex berdebar kencang mendengar suara itu, Ia dengan cepat menoleh ke belakang dan mencari pemilik suara yang bergetar itu.


"Crystal? kamu masih disini?". tanya Alex dengan panik mencari-cari Crystal.


Crystal akhirnya memperlihatkan dirinya hingga Alex melebarkan matanya dengan panik.

__ADS_1


"Crystal kamu? kenapa masih disini? sudah aku bilang berbahaya kan? bagaimana jika kamu terluka?". bentak Alex.


Crystal terbang ke arah Alex melewati manusia yang telah mati mengenaskan itu, "aku tau kamu hanya menyelamatkan diri, aku pernah dengar cerita Ibunda tentang kisah Kesatria yang harus membunuh demi melindungi diri, apa kamu Kesatria?". tanya Crystal penasaran.


"k.. kamu tidak takut?". tanya Alex terbelalak.


"awalnya aku takut tapi mengingat cerita Ibunda aku tidak takut". jawab Crystal lalu memegang bahu Alex hingga mereka berdua menghilang dari sana.


Alex menatap sekeliling mengenali tempat dan ternyata ini adalah markasnya, "Crystal? kenapa kamu tau kalau aku mau kesini?". tanya Alex.


"aku hanya mengikuti pemikiranmu, aku pulang ya? obati dirimu sendiri karna aku sudah dipanggil Ibunda". kata Crystal lalu menghilang sepenuhnya dari pandangan Alex.


Alex meraba-raba lengan bajunya yang sudah koyak, Ia melihat luka tembaknya sudah tidak ada.


"luka yang mana harus aku obati?". gumam Alex yang hanya merasakan sakit di lengannya saja.


di Pulau Nethal,


Crystal muncul di atas pohon, kucing Crystal yang melihat sekeliling pun berbinar lalu melompat dari tubuh Crystal, sementara Crystal terdiam menatap langit-langit.


"itu bayangan apa ya?". gumam Crystal saat melihat perkelahian Alex dengan orang-orang jahat itu membuat Crystal melihat sesuatu.


Crystal seperti mengingat memori nya di masa sebelumnya dengan Alex tapi Ia belum menyadarinya, saat itu Alex berambut panjang dan berwarna perak membawa senjata aneh seperti dizaman dahulu.


"apa itu Alex? kenapa rambutnya berwarna perak sepertiku? dimana itu? apa itu hanya bayangan?". gumam Crystal tidak mengerti.


alasan Crystal terdiam saat perkelahian Alex dengan orang-orang jahat itu karna Crystal melihat memori itu, Crystal tidak mengerti maka nya Ia terdiam beberapa lama, mengapa Crystal bisa melihat hal itu seolah Crystal melihat peperangan itu secara nyata sama dengan situasinya memandang Alex berkelahi dengan orang jahat yang melepaskan senjata aneh itu (pistol).


"meong.. meong". Crystal tersadar dengan panggilan sibelang yang mengatakan Crystal harus menemui Ibundanya.


Crystal pun terbang ke arah Belang dan menggendong kucingnya pergi ke Rumahnya menemui sang Ibunda.


"Ibunda". Crystal duduk manis didepan Jessica


"kenapa lama sekali nak? apa kamu mengacau didunia manusia hmm?". tanya Jessica dengan mata memicing curiga.


"tidak Ibunda". jawab Crystal dengan serius.


Jessica melihat raut wajah Crystal berbeda pun bertanya, "ada apa nak?".


"tadi aku melihat manusia Alex berkelahi Ibunda dan ada suara dor.. dor.. gitu, tapi kenapa aku malah melihat satu bayangan kalau manusia Alex sedang berada di padang pasir luas memakai baju besar dan melawan banyak orang, Manusia Alex rambutnya Perak seperti ini Ibunda". cerita Crystal menunjukkan rambutnya dengan tampang bingungnya.


Jessica membulatkan matanya,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2