
.
.
.
Crystal berlari dengan bahagia, Ia tidak menggunakan kekuatannya seperti biasa hanya menikmati kebebasannya.
"aku harus bekerja seperti Lina tapi bekerja itu seperti apa ya?". gumam Crystal penasaran.
Crystal mengamati banyaknya manusia yang Ia lewati sibuk dengan kegiatan masing-masing, hingga Ia terlonjak kaget mendengar teriakan seorang Pria Tua yang baru saja dicopet.
"Belang tangkap Pria itu cepat..!". titah Crystal yang masih bisa mengendalikan diri tidak mengeluarkan kekuatannya.
sesuai perintah Crystal kucing kesayangan Crystal berlari dengan sekencang mungkin hingga tiba di motor pengendara itu lalu melompat dan menggigit lengan Pria itu dan barang yang di copetnya terjatuh bersamaan dengan Belang yang terjatuh.
"Belaaangg?". Crystal berlari ke arah kucingnya dan memeluk kucingnya hingga mobil yang lalu lalang berhenti dan meneriaki Crystal.
"kamu tidak apa-apa belang?". tanya Crystal dengan khawatir dan cemas.
Belang menjilati wajah Crystal lalu senyum Crystal kian melebar sebab kucingnya Baik-baik saja.
"Nona?". panggil seorang Pria paruh baya tiba didekat Crystal.
"aah..? Man.. eh.. Hmm". Crystal terlihat bingung memanggil Pria itu dan terdengar suara hati beberapa orang yang melihatnya.
"wah.. kucing gadis imut itu menyelamatkan Bapak itu".
Crystal pun memanggil Bapak pada Pria Paruh Baya itu yang tersenyum,
"bagaimana kucingmu nak? apa perlu Bapak antarkan ke dokter?". tanya Pria itu dengan sopan.
Crystal tidak tau Dokter atau Rumah Sakit tapi mengangguk saja demi mempelajari tinggal di dunia manusia, lalu Pria itu membawa Crystal bersama kucingnya ke Klinik hewan yang ternyata kucingnya terluka.
Crystal menangis seperti anak kecil melihat kucingnya berdarah, Ia tadi tidak sempat menyadarinya sebab kucingnya sendiri pun tidak sadar sedang terluka.
"Pak Guntur?". panggil seorang Wanita yang ternyata pekerja Pria paruh baya itu.
"hmm?". sahut Guntur menoleh ke wanita berpakaian rapi itu yang ada nametagnya Kinanti.
"ada yang ingin membeli peliharaan gadis itu Pak". lapor Kinanti melihat ke arah Crystal.
__ADS_1
"kau tidak lihat bagaimana sedihnya gadis itu melihat peliharaannya terluka?". tanya Guntur dengan serius.
"baiklah.. saya mengerti Pak". kata Kinanti lalu pamit undur diri.
Guntur adalah seorang pemilik Toko hewan Peliharaan terutama bangsa Kucing, berbagai jenis kucing telah Ia miliki tapi yang sepintar kucing Crystal belum ada.
"sudah Belang? sudah kan? kamu sudah sembuh, maafkan aku Belang". Crystal menggendong kucingnya dan memeluknya dengan sayang sambil sesegukan.
perawat yang mengobati kucing Crystal pun hanya tersenyum, saat kucing itu terluka jari tangannya yang lain menggenggam jari telunjuk Crystal itu sudah menandakan Kucing itu bukan kucing biasa.
alasan Belang sangat pintar karna Jessica menambah kepintaran Kucing itu sehingga menjadi lebih pintar dan mengerti Crystal seperti teman manusia bagi putrinya.
Guntur mendekati Crystal dan menawarkan kerjasama dengan Crystal yang akan menguntungkan dirinya juga Crystal sendiri, Guntur akan menjadikan Kucing Crystal sebagai model.
"tidak mau Bapak..! Belangku tidak mau jadi badut". jawab Crystal yang tau bahasa kucingnya padahal Crystal tidak terlalu mengerti apa itu badut yang jelas tidak baik.
"badut? tapi kamu akan mendapatkan uang". jawab Guntur.
Crystal menggeleng kepalanya, Ia mendengar pemikiran Guntur yang ingin memanfaatkan kucingnya lalu mencuri kucing pintarnya dari Crystal.
"terimakasih sudah mengobati kucingku". ucap Crystal lalu melenggang pergi dari sana.
Guntur mengerutkan keningnya, "dia keliatan polos tapi dia tidak mudah di tipu, kucingnya bisa membuatku kaya dalam waktu singkat". gumam Guntur dengan lirikan tajamnya.
Crystal tiba disebuah gedung Hotel,
"ini apa?". gumam Crystal celingukan melihat gedung itu yang sangat megah.
Crystal berlari menggendong kucingnya memasuki Hotel itu dan bertanya tentang cara bekerja, para penjaga Reseptionis mengira Crystal sedang mencari pekerjaan lalu melaporkannya pada atasannya yang kebetulan memang butuh seorang OG di setiap kamar.
"benarkah?". tanya Crystal berbinar.
"mari kami antar ke Ruangan kebersihan dek!". ucap salah satu reseptionis menebak Crystal anak-anak sebab begitu imut ditambah mungil.
tidak ada orang yang bisa melihat wujud asli Crystal, saat ditanya nama Crystal menjawab hanya Crys saja.
"baiklah Crys kami akan ajari kamu cara bekerja ya?". kata salah satu petugas kebersihan yang harus mengajari Crystal.
Crystal diajari sekali saja langsung mengerti, mereka protes dengan peliharaan Crystal tapi Crystal berjanji peliharaannya tidak akan mengganggu Ia bekerja, Crystal diberi asrama di tempat kerja nya itu.
"Hotel DeLLun". gumam Crystal membaca tulisan yang tertera sebab Ia bisa membaca diajari oleh kedua orangtuanya.
__ADS_1
.
selama beberapa hari Crystal bekerja benar-benar sangat rajin dan Ia begitu semangat, Ia bekerja seperti yang telah diajari, saat waktunya makan maka Crystal tinggal ambil di dapur khusus untuk pekerja hotel.
waktu terus berlalu hingga Crystal mulai mempelajari banyak hal dan Ia tidak terlalu bodoh lagi, Ia juga mengikuti banyak les Privat Bahasa Inggris, dan bahasa lainnya yang disediakan pihak Pemilik Hotel untuk membentuk kesempurnaan pelayanan mereka terhadap pada tamu yang menginap terutama dari negara asing.
"pekerjaanmu sangat bagus Crys..! ini gajimu bulan ini". kata Atasan Crystal memberikan sebuah amplop gaji Crystal yang sudah penuh 1 bulan.
"terimakasih". ucap Crystal dengan bahagia menerima amplop itu.
"sama-sama, kamu sudah punya jam libur waktu pelatihanmu sudah habis maka besok kamu libur dan tidak bekerja, tapi ingat besoknya kamu harus masuk bekerja lagi ya?". kata atasan Crystal yang mengangguk-ngangguk senang.
Crystal tidak menyangka hidupnya sangat berwarna selama 1 bulan ini, Ia menjadi pekerja keras padahal sebelumnya Ia tidak tau apa-apa.
.
"aah..! Aku sangat bahagia Belang". ucap Crystal ke kucingnya yang betah di leher Crystal.
Crystal hari ini libur bekerja, Ia pun mengunjungi Mansion Asiantama yang hampir 1 bulan sudah tidak didatangi olehnya.
"Mommy?".
Crystal berlari hendak memasuki gerbang Mansion megah itu melihat Dewi Par yang naik mobil melewatinya tanpa mengenali Crystal tapi Crystal di hadang oleh para pengawal Mansion itu.
"Nona tidak diizinkan masuk!". kata salah satu pekerja itu dengan sopan.
Crystal mengerjabkan matanya lalu melihat jemari tangannya yang mungil, Ia berbalik pergi dengan raut wajah lesunya yang tidak mau menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah Kekasih ramalan Alex.
"aku sudah berjanji pada Ibunda". gumam Crystal yang enggan memaksa masuk ke Mansion itu.
Crystal tiba-tiba memekik menutupi wajahnya saat ada mobil didepannya, sepertinya Crystal sudah bisa mengendalikan kekuatannya selama 1 bulan ini, jika sebelumnya Crystal akan memilih terbang maka saat ini Crystal lebih seperti manusia biasa.
"aaww". Crystal terjatuh karna mobil itu mengenai lututnya padahal sudah berhenti mendadak.
Alex keluar dari mobilnya dan mendekati pelaku yang sedang melamun di tengah jalan itu,
"apa yang ka... eehh.?".
Alex hendak marah tapi mata nya terbelalak seketika melihat gadis berambut coklat tua itu perlahan berubah menjadi rambut perak dan saat Crystal mendongak ke Alex, Ia juga melihat wajah gadis yang sudah lama menghilang darinya selama 1 bulanan.
.
__ADS_1
.
.