
.
.
.
Crystal menatap tajam ke arah Dian yang bungkam seketika dengan muka memerah,
"heii..? itu bunga kau tau berapa harganya?". protes Rohan.
"berapa harganya?". tanya Crystal.
"itu seharga 25 Juta". jawab Rohan.
"hah?? hanya bunga seperti itu 25 Juta?". pekik Crystal.
"iya.. kau menyesal telah membuangnya kan?". Rohan seketika tersenyum melihat raut wajah Crystal.
"bukan..! aku sayang dengan uangnya, tapi tidak apa bukan uangku kok, lantai wangi nanti aku dapat tips dari bos". jawab Crystal tersenyum lebar kembali menginjak-nginjak bunga itu dengan pel nya lalu mengepel lantai.
Crystal mengendus-ngendus wangi lantainya membuatnya tersenyum lebar, "memang wangi". jawabnya senang.
"jadi kau ini mau jadi pacarku atau tidak?". tanya Rohan yang sejak tadi menganga mendengar ocehan Crystal yang aneh itu.
"tidak". jawab Crystal dengan cepat lalu kembali mengepel dan bersenandung Huuuuu.. nya yang panjang dan dramatis.
Dian terbahak tapi sambil menutup mulutnya, wajahnya memerah ingin sekali berteriak pada dunia bahwa Rohan saat ini ditolak oleh gadis yang tidak ada spesialnya sama sekali.
"woi..? apa kau geger otak? kenapa kau menolakku? aku kurang apa?". Rohan seakan tidak terima penolakan Crystal si gadis mungil yang terlihat biasa ini.
"suka-suka aku lah..! itu dia sepertinya suka padamu, dia saja yang kau tawarkan pekerjaan itu, aku tidak terima Daddy sugar". jawab Crystal dengan tegas menunjuk Riry.
Rohan melihat Riry namun menoleh cepat ke arah Crystal dengan tatapan tak percaya,
"daddy sugar? jadi kau pikir aku sedang menawarkan pekerjaan padamu ha?". tanya Rohan tak terima.
"iya lah, bukankah kamu memberikan uangmu pada setiap pacarmu? itu karna mereka butuh daddy sugar yang membiayai kebutuhan mereka semua bukan karna serius padamu". jawab Crystal
Dian tertawa lepas seketika karna yang Crystal katakan memang benar, Riry berlari kecil ke arah Rohan lalu memegang tangan Rohan.
"jangan dengarkan dia ya Tuan, dia itu sok jadi gadis yang paling bersih padahal beberapa hari yang lalu dia diantar oleh mobil mewah". kata Riry menjelekkan Crystal pada Rohan.
Crystal memutar bola matanya dengan malas, Ia tidak masalah dijelekkan oleh Riry asalkan Pria gila itu pergi menjauh dari hidupnya.
__ADS_1
"mobil mewah?". beo Rohan.
"iya Tuan, mobil mewah itu hanya Tuan Alex yang miliki bahkan warna nya pun sama, garisnya juga". jawab Riry lagi.
"oh.. pantas saja dia menolak Rohan ternyata kekasihnya Alex". ujar Dian menganggukkan kepalanya ditatap tajam oleh Rohan.
seumur hidup Rohan tidak pernah di tolak perempuan, "kau kekasihnya Alex?". tanya Rohan menatap tajam Crystal.
"bukan". jawab Crystal.
Rohan melihat ke arah Riry,
"mobil mewahnya seperti milik Tuan Alex, Tuan. bukan berarti itu Tuan Alex". bela Riry lalu melihat ke arah Crystal.
"lihatlah penampilannya Tuan, dia terlihat tidak ada menariknya sama sekali jadi tidak mungkin Tuan Alex mau menatapnya, lagian Tuan Alex hanya akan menikahi gadis bermata ungu dan rambut perak itu, jadi kalau ada perempuan lain pasti hanya gund*knya saja". jelas Riry lagi.
"justru karna penampilannya yang tidak menarik itu yang menjadi permasalahannya, kenapa dia menolak Pria sepertiku?". marah Rohan ke Riry.
"singkirkan wanita ini Dian!". titah Rohan ke Dian.
Dian pun segera bertindak menarik paksa Riry lalu mengusirnya jauh-jauh dan mengancam akan membuat Riry menyesal seumur hidup jika berani ikut campur.
Riry terpaksa berbalik pergi dengan raut wajah geram dan tangan terkepal, Ia tidak mengerti mengapa Crystal yang tidak cantik maupun seksi bisa membuat seorang Rohan mengejarnya.
Dian tersenyum tipis melihat Rohan yang terlihat memerah, Ia tau teman nya itu tidak pernah ditolak, maka saat di tolak harga dirinya akan tercoreng dan itu tidak akan di terima olehnya.
"kenapa kau menolakku? apa karna mobil mewah itu? aku bisa memberimu banyak uang, aku bisa memberimu apa saja". Rohan mendekati Crystal.
Crystal terus saja bersenandung Huuuu nya yang semakin dramatis saja.
"aku berbicara denganmu!". geram Rohan memegang tangan Crystal.
Crystal menoleh dan menatap tangannya yang dipegang oleh Rohan, Ia memegang pergelangan tangan Rohan lalu mencengkram tangan Rohan dengan sangat kuat hingga Rohan meringis dan melepaskan tangannya yang memegang tangan Crystal.
"ka.. kau?". Rohan melihat tangannya yang terasa remuk di cengkram oleh Crystal.
"kau fikir semua perempuan itu sama? aku bisa saja hidup enak tapi aku tidak mau, kenapa kau memaksaku? bukankah banyak perempuan diluar sana yang bisa menerimamu? kenapa harus aku yang jelas mungil, kecil, semua-semua kecil dan terakhir hidup lagi". Crystal malah menjelekkan dirinya sendiri didepan Rohan.
"woww!". Dian melihat pemandangan itu berdecak kagum.
"sungguh..! gadis yang sangat menarik". gumam Dian.
Rohan menganga, "kau benar-benar tidak mau denganku? semua perempuan ingin hidup enak kan? kenapa kau tidak?".
__ADS_1
"suka-suka ku lah..! sana pergi..! hus.. hushh". usir Crystal seperti mengusir ayam saja ke Rohan.
Rohan hendak mendatangi Crystal tapi melihat lengannya pun membuatnya terdiam ditempat, Dian menarik lengan Rohan yang tidak sakit.
"kenapa kau membawaku pergi darinya?". kesal Rohan ke Dian.
"apa kau masih yakin dia menyukaimu ha? dia tidak tertarik padamu". jelas Dian dengan gemas akan tingkah percaya diri Rohan.
"dia hanya menggunakan trik tarik ulur". jawab Rohan.
"astagah...! kenapa otakmu itu bisa begitu percaya diri ha?". tanya Dian tidak mengerti.
"aku akan buktikan padamu kalau gadis itu hanya bermain tarik ulur padaku". ketus Rohan yang tidak mau kalah ditolak perempuan.
.
ke esokan harinya,
Crystal menatap tajam Rohan yang sekali lagi datang dengan membawa bunga mawar merah yang melambangkan tanda cinta.
"kau tidak kapok ya aku buat tanganmu remuk ha?". bentak Crystal dengan geramnya.
"aku tau kamu hanya mencoba bermain tarik ulur padaku". kata Rohan percaya diri.
Crystal segera berlari meninggalkan Rohan, Ia mendumel geram dan Rohan ikut mengejar Crystal sampai Crystal masuk ke Ruang Pimpinan (Putra).
"Crys?". kaget Putra berdiri dari duduknya.
Putra harus bersikap biasa pada gadis ini karna peringatan Alex.
"tolong singkirkan Pria itu dariku". pinta Crystal menunjuk Rohan yang menerobos masuk ke Ruangan Putra yang kaget melihat Rohan.
"kenapa kau menggunakan Trik aneh lagi? kenapa lari?". cecar Rohan.
Crystal berlari ke arah Putra, Ia muak melihat Pria itu padahal sudah berkali-kali Ia menolak tapi nama nya saja melawan Pria Gila membuatnya tidak bisa berpikir jernih lebih baik menemui Putra saja.
"Rohan? kenapa kau mengejar Crys?". tanya Putra melebarkan tangannya ke samping seolah melindungi Crys.
.
.
.
__ADS_1