Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
terawangan


__ADS_3

.


.


.


Lina kembali Bekerja di Mansion Asiantama, melihat Crystal datang membuat Ibu Ita dan Bella senang tapi tidak berani mendekati Crystal sebab Nona bermata Violet itu dikelilingi oleh Dewi Par dan Endang.


"ehh?? Kak Herlina?". kaget Lina saat Lina muncul membawa banyak barang-barangnya seperti baru pindah.


Crystal berbalik dan melepaskan kucingnya, Si Belang sangat menyayangi Crystal yang murni jadi tidak akan kabur jika diletakkan dimana saja oleh Crystal.


"Lina? kenapa membawanya sih? kan tadi Mommy bilang akan dibawa oleh pengawal katanya? yang mana namanya Pengawal?". oceh Crystal mengedarkan pandangannya.


Lina tersenyum, "tidak apa Nona.. ! lagian Pengawal itu bukan nama tapi nama pekerjaan kami, kalau Pengawal bertugas menjaga Rumah kalau Pelayan bekerja membersihkan Rumah". jelas Lina.


Crystal mendengus seolah mengerti padahal tidak tau perbedaannya.


"Kak Her dekat dengan Nona Crystal?". tanya Bella ke Herlina.


"Nona Crystal sangat baik sudah banyak membantu kakak". jawab Lina dengan senyuman.


"aku tidak melakukan apapun". jawab Crystal dengan polos.


.


Lina bahagia kembali bekerja di Mansion Asiantama, Ia tidak sabar menunggu Crystal menjadi Nona Muda di Mansion itu pasti hidup para Pelayan akan sangat baik, Crystal sangat baik hati padahal wajahnya sangat cantik tapi tidak angkuh dan sombong malah mau membantu pelayan rendahan seperti Lina.


Bella senang Herlina kembali bekerja, saat semua Pelayan Mansion Asiantama dipecat tapi Bella hanya menyayangkan Herlina yang pernah dekat dengan Kakaknya (Belle), tapi sebagai bawahan tidak ada yang bisa melarang perintah Nyonya besar kecuali orang tersayang Nyonya besar itu sendiri yang membujuk.


"manusia Alex kemana Mommy?". tanya Crystal.


"oh.. Alex sedang di Batam nak". jawab Dewi Par.


"batam apa itu?". tanya Crystal.


Dewi Par dengan senang hati menjelaskan lalu membawa Crystal ke Ruangan Keramat keluarganya yang menjadi lebih tenang dan sangat menyejukkan.


"ini? kenapa kesini Mommy? Mommy mau menggantungku seperti Ibunda menggantungku?". tanya Crystal dengan polos.


"bukan sayang, Mommy hanya merasa sejak kamu masuk ke Ruangan ini menjadi lebih menyejukkan sayang, dewi Kami sedang berbahagia". jawab Dewi Par.


Crystal mengedarkan pandangannya, "tapi tidak ada pohon Mommy, dimana menyejukkannya?". tanya Crystal mencari pohon di Ruangan itu.

__ADS_1


Dewi Par awalnya tersenyum lembut namun tiba-tiba Ia melototkan matanya melihat Dewi Keramatnya keluar dari foto itu dan hadir dibelakang Crystal, Crystal menoleh kebelakang.


"keturunanku..! kamu benar-benar sangat murni nak". kata Wanita itu dengan lembut mengelus pipi Crystal yang mengerjabkan mata besarnya.


"mommy siapa kakak ini? kenapa matanya mirip dengan Ibundaku?". tanya Crystal dengan raut wajah penasaran memandang mata wanita yang ada dihadapannya.


"i.. itu leluhur Ibundamu nak". jawab Dewi Par.


sungguh kasih sayang dewi keramatnya sangat besar pada Crystal, tanpa harus mengadakan Ritual Crystal bisa membuat Leluhur Jessica itu datang sendiri pada Crystal tanpa harus dipanggil oleh Crystal.


"Leluhur Ibunda?". gumam Crystal.


wanita itu tertawa, sungguh menawan seolah darah yang selama ini dimakan olehnya seperti keabadian sendiri bagi wanita itu sendiri, padahal sebelum Crystal hadir tempat itu sangat menakutkan dan bentuk wanita itu juga sangat mengerikan.


"jiwamu sangat murni sayang dan aku sangat tenang merasakan kehadiranmu, pergilah ke Batam..! Alexmu sedang dalam bahaya". kata Wanita itu tersenyum manis mengelus pipi Crystal lalu menghilang dari pandangan mereka kembali masuk ke dalam Foto.


Dewi Par ingin pingsan mendengar perkataan Wanita tadi bahwa Alex sedang dalam bahaya.


"sayang?". Dewi Par mendekati Crystal dan memegang tangan Crystal.


"iya Mommy". jawab Crystal yang tidak mengerti mengapa wanita tadi meminta Crystal harus pergi ke Batam menyelamatkan Alex yang dalam bahaya.


"apa kamu tau dimana Alex nak? Mommy tidak tau bahaya apa yang mengintainya". Dewi Par terlihat gemetar berbicara dengan Crystal.


"benda terbang apa nak? benda terbang apa yang kamu katakan sayang?". tanya Dewi Par semakin khawatir.


Crystal tidak tau bagaimana cara menjelaskan bentuk benda terbang yang Ia lihat dalam terawangannya tentang Alex,


Dewi Par melihat kebingungan Crystal pun segera merogoh ponselnya dan menghubungi Alex, awalnya tidak diangkat tapi Dewi Par tidak menyerah sampai Alex akhirnya mengangkat panggilan Dewi Par.


"nak..? kamu dimana sayang? ". tanya Dewi Par khawatir.


"aku mau balik ke Jakarta Mom..! aku harus matikan ponsel mau naik pesawat, ada apa Mom?". tanya Alex.


Pesawat? Dewi Par teringat perkataan Crystal yang mengatakan benda terbang membuatnya berpikir benda terbang yang dimaksud Crystal adalah Pesawat.


"jangan naik pesawat nak..! jangan naik Pesawat". pinta Dewi Par serius tapi raut wajahnya sangat panik saat ini.


"kenapa Mom? aku sudah beli tiket". tanya Alex.


"jangan nak..! Mommy mohon jangan naik pesawat..! Mommy mohon".


Alex yang mendengar isak tangis Dewi Par yang memohon supaya Alex tidak naik pesawat pun terpaksa menuruti permintaan Dewi Par walau tidak tau ada apa tapi mendengar tangisan Mommynya tentu Dewi Par tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


panggilan terputus,


Dewi Par memutar kepalanya mencari Crystal yang sudah tidak ada dan Ia melihat pintu terbuka, Ia berlari mencari Crystal.


ditempat lain,


Alex melihat tiket pesawatnya, Ia pun menyimpan tiket itu dan berbalik pergi menuju hotel dan kembali menginap.


"Aaa". Alex terlonjak kaget melihat kepala Crystal berbalik dengan rambut peraknya menjuntai kebawah dengan kaki diatas.


Crystal seperti hantu yang kakinya menggantung diudara dan muncul didepan Alex.


"ternyata aku bisa menemukanmu ya?". senyum lebar Crystal menemukan Alex di Batam padahal bau Alex sangat jauh (tipis) sehingga sulit ditemukan.


Crystal tidak tau ikatan mereka sangat erat hingga bisa menemukan Alex dengan mudah.


"Crystal?? kenapa kamu bisa ada disini hm?". tanya Alex sambil mengelus dada.


Jujur Alex belum terbiasa dengan kedatangan Crystal yang tiba-tiba apalagi muncul dengan cara tidak biasa.


Crystal melayang ke arah Ac kamar Alex dan duduk santai disana sambil menjuntai kakinya.


"aku melihatmu akan jatuh jika naik benda terbang itu". jawab Crystal.


"benda terbang?". tanya Alex.


Crystal mengangkat bahunya acuh, Ia memejamkan matanya di atas AC seolah itu tempat yang paling nyenyak untuk tidur, Crystal sudah biasa tidur diatas pohon walau dahannya tipis jadi tidur di ketinggian adalah hobbynya.


Alex mengomeli Crystal yang senang tidur di atas itu, tapi tampaknya Crystal tidak memperdulikan perkataan Alex.


"apa sih maksud perkataannya benda terbang?". gumam Alex tidak mengerti berbaring di ranjang lalu memainkan ponselnya.


Alex terhenyak melihat berita terbaru pesawat nomor khusus yang akan Alex tumpangi hilang kontak, Alex mengambil tiket pesawat dimeja nakas dan matanya melebar kaget.


"ja.. jadi itu benda terbang yang dimaksud Crystal?". gumam Alex melihat tiket pesawat yang akan Ia naiki menuju kota kelahirannya.


Alex melihat ke layar ponselnya yang bergetar, Ia mengangkat panggilan Dewi Par yang menangis mengatakan pesawat yang tadi akan dinaiki Alex hilang kontak, jika bukan karna Crystal mungkin Alex sudah menjadi salah satu korban dalam pesawat yang hilang kontak itu.


"iya Mom..! Crystal disini bersamaku". kata Alex melihat ke atas dimana Crystal begitu terlelap diatas sana tanpa memakai selimut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2