
.
.
.
ke esokan harinya,
Crystal menjatuhkan rahangnya saat Butet memanggilnya untuk bertemu Tuan Putra (pemilik Hotel yang dikenal orang).
"kenapa aku? aku tidak punya masalah kan? kenapa Tuan pimpinan memanggilku?". tanya Crystal.
"kamu temui aja dulu Crys". sambung Butet lagi.
Butet pun pamit pergi karna masih ada pekerjaan berbeda dengan Crystal yang dipanggil pimpinan.
"haissh..!". Crystal terpaksa harus menemui bos karna Ia bekerja di posisi paling bawah dan diharuskan menghormati atasan.
"Crys". pekik Riry.
Crystal mendelik, "apa?".
Riry berlari ke arah Crystal, "awas saja kamu menggoda pacarku ya? aku akan sebarkan rumor kamu itu perempuan penggoda pacar orang". ancam Riry dengan sarkas.
Crystal menggeleng-geleng kepalanya pelan, "aku tidak menggoda Tuanmu itu Riry, aku juga tidak mau datang kalau kamu mau datang silahkan saja..! aku bisa ambil jam kerjamu kan?".
Riry terdiam, "bagaimana jika dia bermasalah? yang ada nanti Tuan Putra malah makin marah besar lagi, biarin aja dia yang bertemu Tuan Putra, sekalian aja dipecat biar tidak disini lagi". batin Riry menatap sinis Crystal yang mungil tidak ada kesan cantiknya tapi memang imut namun malah keliatan seperti anak-anak.
Crystal bekerja karna dibutuhkan saat itu, Manager Hotel saat itu tidak menanyakan identitas Crystal sebab Crystal berbohong mengatakan bahwa kos-annya kebakaran dan surat-surat pentingnya ikut hangus tidak ada yang tersisa.
"mau tidak?". desak Crystal yang mendengar suara batin Riry.
"tidak..! pergi aja sendiri". ketus Riry lalu melenggang pergi.
Crystal menendang dan meninju-ninju Riry dari jauh saja layaknya anak-anak yang tidak punya kekuatan super, selama 1 bulan Crystal bisa bertindak layaknya manusia normal.
Crystal berbalik menghentak-hentakkan kakinya berjalan ke arah kantor pimpinan,
tok.. tok.. tok..
pintu terbuka menampilkan seorang Pria berpakaian formal,
"nama saya Dian, Nona ! silahkan masuk!". titah Dian dengan segala hormat.
Crystal malah celingak-celinguk, "ini kantor pimpinan kan?". tanya Crystal dengan serius.
"iya Nona". jawab Dian.
__ADS_1
"sangat kecil dan semua mungil, apa Nona ini begitu percaya diri kalau Rohan akan menyukainya? lihatlah gund*kannya pasti kecil dan tidak ada". batin Dian menggeleng kepalanya pelan.
Crystal menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menatap tajam Dian yang terbelalak seketika saat Crystal sudah berada di hadapannya,
"dasar pria mesum.!". umpat Crystal lalu menginjak kaki Dian yang menjerit keras seketika.
Dian melompat-lompat dengan satu kakinya, Ia merasa ibu jari kakinya terasa mau patah.
"N.. Nona..? apa yang anda lakukan?". bentak Dian.
"aku tau matamu memandang dad* ku kan? dasar mesum..! anak-anak pun kau incar". tatap nyalang Crystal.
Dian kehabisan kata-kata, Ia terduduk lalu melepas sepatunya hingga matanya nyaris meloncat dari tempatnya melihat ibu jari kakinya sangat merah seperti di himpit besi berat belasan kilo saja.
"aah.. sakit". Dian memegang ibu jari kakinya pun terpekik kesakitan.
"ada apa?". tiba-tiba Rohan datang dan kaget melihat Dian terduduk dengan memegang ibu jari kakinya sendiri.
"kenapa kau ada disini?". tanya Crystal dengan tatapan tajam mendongak pongah ke Rohan.
"kau apakan temanku anak kecil?". tanya Rohan dengan tatapan marah.
"siapa suruh dia mesum". jawab Crystal tanpa beban.
Rohan tertawa keras, "heii.. kau hanya anak-anak mana mungkin temanku menatap kotor dirimu yang tidak ada bagusnya sama sekali".
"minggir!". Crystal menepis dada bidang Rohan hingga terpelanting ke dinding dan terjatuh disamping Dian.
Dian membelalak, "R. Rohan?". Dian sampai lupa dengan rasa sakit kakinya saking terkejutnya melihat kejadian tak terduga itu.
Rohan sampai tak sadarkan diri, sedangkan Crystal malah berjalan mencari Putra.
Crystal jika sedang marah tidak akan sengaja mengeluarkan 10% kekuatannya, Ia persis seperti gadis kecil yang punya kekuatan besi.
"Pak Pimpinan? Pak Pimpinan?". tanya Crystal terdengar masih sopan.
"dimana Pak Pimpinan?". gumam Crystal mengedarkan pandangannya.
Crystal tidak menyerah mencari Pimpinannya yang katanya sedang ada urusan memanggilnya hingga Ia sadar akan sesuatu bahwa Butet mengerjainya atau Rohan dan Dian yang memalsukan semuanya, sebab selama Ia bekerja penipuan sudah hal biasa tapi tidak diduga akan menyebut nama pimpinannya.
Crystal mendekati Dian yang gemetar ketakutan, "kau mempermainkanku ya?". tanya Crystal dengan tatapan marah.
Dian menggeleng-geleng kepalanya, "t.. tidak".
"aku akan patahkan kakimu itu". ancam Crystal.
"R.. Rohan N.. Nona..! d.. dia yang memerintahkanku". jawab Dian tergagap malah menyalahkan Rohan atasannya yang sedang tak sadarkan diri.
__ADS_1
Crystal mendekati Rohan, "dia yang melakukannya? dia menipuku? apa masalahnya?". tanya Crystal dengan tatapan tajam.
"N.. Nona menggodanya". jawab Dian.
"aku tidak menggodanya, haisssh..! kenapa aku harus melawan manusia lemah seperti kalian". geram Crystal lalu melenggang pergi meninggalkan Dian yang melototkan matanya tak percaya lalu pingsan di tempat karna kaget dikatai lemah oleh gadis berbadan mungil seperti Crystal.
.
Crystal bekerja seperti biasa melupakan kejadian beberapa puluh menit yang lalu, sementara Dian dan Rohan sudah dibawa ke Rumah Sakit.
Rohan mengalami patah tulang rusuk sementara Dian mengalami keretakan tulang di ibu jari kakinya itu.
"Crys?". panggil seseorang.
"iya akk.. ku?". Crystal berbalik dan kaget melihat Pimpinan tertingginya bersama sepuluh bawahannya.
"apa kau yang terakhir di temui oleh Rohan dan Dian?aku melihat CCTV lalu mereka mengatakan kalau yang ada di CCTV itu adalah Crys". kata Putra dengan datar dan memperlihatkan Ipednya ke Crystal yang dengan polosnya melihat tontonan itu.
"aku hanya membela diri Pak Pimpinan, dia mengatakan pada Butet bahwa Pak Pimpinan memanggilku, saat aku cari kesana malah mereka berdua dan mereka mengatai gund*kan ku datar, aku hanya membela diri Pak Pimpinan". adu Crystal dengan alis ditekuk.
Crystal tau tentang pelec*han itu yaitu mengejek tubuh seorang perempuan dan itu perilaku tidak baik, ada hukuman untuk itu, begitu yang Crystal ketahui.
"apa? apa kau serius?". tanya Putra.
"iya Pak Pimpinan, dia menggunakan nama bapak sebagai alasan biar aku menemuinya". jawab Crystal mengedarkan pandangannya lalu bertemu Butet.
Crystal memanggil Butet dan meminta Butet mengatakan kebenarannya ke Putra, Butet terpaksa membenarkan perkataan Crystal sebab Ia diberi uang oleh Rohan untuk memanggil Crystal atas nama Putra.
Putra mengepalkan tangannya, "kau membawa namaku atas kejahatan itu?". tanya Putra dengan dingin.
Butet bersujud meminta ampun, Putra menarik nafas dalam-dalam jangan sampai dirinya memperlihatkan jiwa mafia nya itu pada bawahannya.
"kau minta maaf saja padanya, aku tidak akan memaafkanmu jika gadis ini tidak memaafkanmu dan ingin kasus berlanjut ke persidangan". ancam Putra dengan tegas.
Butet meminta maaf ke Crystal yang mengangguk-nganggukkan kepala.
"tenang saja, aku bisa mengatasi manusia lemah itu kok..! aku baik-baik saja". ujar Crystal membuat bawahan Putra saling melirik satu sama lain.
"apa yang kau lakukan pada Rohan? kenapa tulang rusuknya bisa patah?". tanya Putra serius ke Crystal.
Butet segera pamit dan pergi dari sana sebelum masalahnya semakin rumit untuk dirinya.
.
.
.
__ADS_1