Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
membawa


__ADS_3

.


.


.


"Crys..? tunggu.. Crys..?". panggil Rohan mencoba untuk berdiri.


Crystal terus berjalan tanpa menoleh ke arah Rohan namun tiba-tiba Ia kaget saat tangannya ditarik oleh seseorang, "k.. kau beran..? ".


"ini aku". potong Alex berbisik tanpa membuka masker dan topinya.


Crystal terdiam karna Ia mengenal suara berat pria itu, "Alex? kenapa kesini?". bisik Crystal.


"ikut aku!". ajak Alex menggenggam tangan Crystal membawa Crystal pergi ke mobilnya.


"Crys?". Rohan terbelalak melihat Crystal berpegangan tangan dengan Pria tinggi, mereka terlihat romantis walau beda tinggi.


"apa itu kekasih Crys?". bisik Rohan mengelus dada nya yang terasa sakit membentur kepala Crystal.


"si*l..! kenapa dia harus punya pacar yang lebih kaya dariku?". rutuk Rohan melihat Pria yang berpakaian tertutup itu membukakan pintu untuk gadis mungil incarannya itu dan Ia bisa melihat Pria misterius itu melindungi kepala Crys saat masuk ke mobil seolah tidak mau kepala Crys terluka lalu Pria itu menutup pintu mobil.


"itu pasti dia, kenapa Gadis itu tidak menolaknya?". gerutu Rohan yang kesal Crys tidak menolak ajakan Pria itu malah terlihat membalas genggaman tangan Pria berpakaian tertutup itu.


Alex menatap ke arah Rohan yang terlihat kaget segera melihat arah lain, Alex berlari mengitari mobilnya membawa pergi gadis mungil itu dari pandangan Rohan bersama mobil mewah seharga langit itu.


"ada apa dengan aura yang dikeluarkan oleh Pria itu? kenapa aku malah merinding?". gumam Rohan mengelus tengkuknya yang terasa dingin.


"sudah aku bilang kan?". kekeh Putra tiba-tiba muncul dan ada disamping Rohan.


Rohan menoleh ke arah Putra, "apa dia atasanmu? kata nya mobil nya mirip milik Alex, tadi bukan". tunjuk Rohan ke mobil mewah yang sudah tidak terlihat lagi itu.


"itu mobilnya yang lain". jawab Putra lalu meninggalkan Rohan yang terdiam.


"nyawamu dalam bahaya Rohan". batin Putra menggeleng kepalanya pelan.


.


Butet dan Tatan menganga lebar melihat mobil mewah yang mereka lihat tadi ada seorang Pria tampan dan tinggi membawa Crystal,


"itu Crys? dia pergi dengan Pria misterius?". bisik Butet.


"waahh..! berarti Crys sangat menyukai Pria itu". gumam Tatan.


"aku tadi melihat tangan Crys membalas genggaman tangan Pria tinggi itu". bisik Butet.

__ADS_1


"aku merasa Pria itu adalah Pria yang sangat berkuasa, aku aja takut melihat caranya menoleh ke Tuan Rohan tadi". gerutu Tatan.


"aku heran bagaimana Crys bertemu dengan Pria itu ya?". tanya Butet penasaran.


"kalau dia punya kekasih kaya kenapa harus susah-susah bekerja?". tanya Tatan heran.


mereka malah asik berdebat sampai melupakan bahwa pimpinan mereka yaitu Putra tadi ada melihat pemandangan itu, mereka terlalu takjub dengan masalah Crystal yang dibawa oleh Pria dengan aura khusus namun Crys tidak menolak ajakan Pria itu.


.


Crystal menoleh ke Alex yang menaikkan sedikit topinya juga menurunkan maskernya.


"ada apa Alex?". tanya Crystal penasaran.


"aku ingin mengajakmu makan bersama Keluargaku Crystal". jawab Alex mengelus kepala Crystal dan menekan-nekannya lembut.


"tidak mau". jawab Crystal memanyunkan bibirnya.


"apa salah mereka Crystal? apa kamu akan menghukum mereka? mereka sangat merindukanmu". bujuk Alex.


"Mommy bahkan demam beberapa hari yang lalu dan tidak mau makan sebelum bertemu denganmu, aku sudah minta pada mereka untuk tidak menganggu kesenanganmu Crystal". sambung Alex lagi.


"Mommy sakit?". tanya Crystal kaget.


Crystal mengangguk dan Alex tersenyum mengelus kepala Crystal, Alex membawa Crystal ke Mansion Asiantama.


.


"ayo turun! ". ajak Alex mengulurkan tangannya.


"apa mereka akan percaya Lex? aku tidak mau di usir lebih baik aku pergi duluan aja". pinta Crystal memelas.


"mereka percaya Bunga Violet-ku". jawab Alex sambil tersenyum.


Alex kembali mengulurkan tangannya dan Crystal menyambutnya membuat senyum Alex semakin lebar, senyum yang tidak pernah muncul menghiasi wajah tampannya beberapa hari belakangan ini.


Alex menggenggam tangan Crystal membawa gadis mungil itu masuk ke Mansion.


"Oma? aku membawanya". Alex datang menggenggam tangan kecil seseorang tapi gadis itu masih bersembunyi dibelakang Alex.


"benarkah?". Endang tersenyum lebar lalu memanggil Dewi Par,


Ibu Ita, Bella dan Lina pun muncul karna panggilan Oma Endang yang bersemangat dan terdengar sangat bahagia, Indiro datang mendorong kursi roda dan Dewi Par duduk disana.


"Crystal?". panggil Dewi Par yang duduk di kursi roda.

__ADS_1


"Crystal?". panggil Indiro, Endang.


"Violet". gumam Lina berkaca-kaca seolah sedang merindukan sosok sahabat baiknya.


"Nona?". gumam Bella.


Crystal tampaknya belum mau keluar dari persembunyiannya dibalik punggung Alex.


Alex melirik ke arah samping lalu mengulum senyumnya, "Bunga Violetku ini takut kalian tidak mengenalinya dan mengusirnya seperti para satpam, pengawal mengusir Crystal". jelas Alex yang tau ketakutan Crystal saat ini.


"nak?". Dewi Par menekan tombol kursi rodanya dan mendekati Crystal.


Dewi Par memegang tangan Crystal yang tidak mau lepas dari tangan Alex,


"a.. aku tidak mau membuka aura wajah Pemberian Ibundaku, wajahku sekarang kalian tidak akan mengenaliku". ujar Crystal dengan suara pelan.


"Mommy mengerti nak". Dewi Par menarik tangan Crystal hingga wajahnya yang sangat imut itu bisa terlihat oleh mereka semua.


"waaah". Endang terkesima dengan pancaran wajah Crystal.


Crystal melihat kaki Dewi Par yang duduk di kursi roda, Dewi Par bisa melihat gadis yang dibawa Alex adalah Crystal yang mereka kenal tapi mereka tidak bisa melihat wujud asli Crystal hanya Alex yang bisa melihatnya.


"Kaki Mommy terluka jatuh dari tangga sayang, Mommy tidak apa-apa hanya otot-otot kaki Mommy masih lemah". jelas Dewi Par yang tau kebingungan Crystal.


Crystal memegang lutut Dewi Par yang memancarkan sinar nya, seperti yang Alex katakan tempat ini adalah yang paling aman.


"kenapa kamu menyembuhkan Mommy hmm? bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menggunakan kekuatanmu lagi?". Alex menarik tangan Crystal hingga berdiri dihadapannya dan menangkup wajah Crystal.


Endang dan Indiro semakin yakin kalau gadis mungil yang mereka lihat adalah Crystal yang mereka kenal, Crystal benar-benar sudah berubah.


"tapi Mommy sakit". jawab Crystal mengerjabkan matanya.


"itu urusan manusia disini Crystal, jangan gunakan kekuatanmu lagi ya? aku hanya ingin kamu hidup normal dan jangan sampai ada orang lain yang melihat kemampuanmu". peringatan Alex dengan raut wajah serius menangkup pipi Crystal.


dimata Alex gadis dipegangnya saat ini adalah gadis bermata ungu dan rambut perak tapi dimata yang lain hanya sosok gadis mungil, rambut coklat tua dan mata hitam.


Dewi Par berdiri dan mengulum senyumnya, "dia memang Crystal yang kita kenal".


Indiro tersenyum melihat Crystal yang sedang diperlakukan dengan hati-hati oleh Alex, Alex hanya bersikap sopan pada 1 gadis yaitu Bunga Violetnya saja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2