
.
.
.
"kenapa kamu mengintainya sayang? ". tanya Rey dengan heran kelakuan Istrinya yang tidak berbeda jauh dengan anaknya sama-sama buat pusing Rey saja.
"diamlah..! aku mau lihat apa hubungan Pria biasa itu dengan rambut perak anakku? ". gerutu Jessica.
mereka berdua mengintip dari kamar namun pintu kamar mereka tidak dikunci diberi celah untuk mata mereka melihat.
"rambut perak anakmu? kenapa dengan rambut peraknya? bisa cat rambut kan? ". oceh Rey.
"diam..! ". ketus Jessica.
"aku menyesal tidak belajar ilmu membaca masa lalu seseorang, aku suka bermain saat masih muda seperti Crystal sekarang..! sekarang bagaimana caraku tau hubungan mereka? ". Jessica berdecak dalam hati.
sejak kecil Jessica banyak diberi guru oleh kedua orangtua nya tapi karna kebanyakan bermain Ia mengabaikan semua pembelajaran penting yang sangat ia butuhkan di moment seperti sekarang.
Alex seperti manusia normal sama dengan Rey yang tidak ada kelebihannya sama sekali tapi satu hal yang Jessica akui, mata Alex warna perak seperti rambut Anaknya tapi mustahil hanya karna mata. jika Alex memang Pria masa lalu Crystal seharusnya Pria itu punya kekuatan dahsyat tapi Alex hanya manusia biasa yang lemah dibanding mereka yang punya kekuatan super.
.
pagi-pagi,
Bella gelagapan saat Ia didorong oleh Para pelayan Mansion membawakan sarapan pagi untuk Crystal, entah bagaimana cara mereka hidup bertemu dengan hantu seperti Crystal.
"kenapa bukan kalian aja? ". kesal Bella.
"kami akan merias kamar Nona Violet itu lagi". sahut Pelayan yang lain tertawa malu lalu pergi beramai-ramai meninggalkan Bella dengan nampan sarapannya.
Bella berdehem lalu mengetuk kamar Alex, tidak ada yang membangunkan Crystal dan Jessica bersama Rey, mereka seperti tamu yang sangat di istimewakan di Mansion ini.
"sabar Bella..? sabar, Nona ini sangat baik hanya saja dia berbeda sedikit saja". gumam Bella menguatkan diri.
Bella memasuki Kamar Alex, Ia mencari Crystal diatas kamar Alex namun kamar itu sangat bersih dan tidak kacau, lalu Bella mencari 1 tempat yaitu ranjang betapa kagetnya Bella melihat Crystal tidur dengan posisi jungkir balik.
"N.. No.. Nona? ". panggil Bella.
"Nona? ". panggil Bella sekali lagi.
"Nona? apa Nona tidak sarapan? ". tanya Bella dengan putus asa.
__ADS_1
"hah? sarapan?". Crystal terduduk dengan rambut perak yang berantakan dan mata setengah mengantuk.
Bella terpesona dengan kecantikan Crystal yang seperti tidak nyata, semua keluarga Alex tadi begitu berbahagia dan dengan bangga mereka semua mengatakan kalau Crystal adalah gadis yang sebenarnya, malam ritual berdarah itu mereka semua melihat langsung dewi kematian itu malah bersikap lembut pada Crystal.
"haiiss..? belangku pasti belum makan? ". gumam Crystal memikirkan kucing kesayangannya atas pemberian Alex.
"B..Belang? ". beo Bella.
"hmm? kucingku". jawab Crystal menguap lebar lalu mengerjabkan mata besarnya melihat menu sarapan yang dibawa Bella.
"apa itu? kenapa banyak bunganya? ". tanya Crystal dengan polos.
"i.. ini dihias langsung oleh Nyonya besar dan Nyonya Dewi, Nona". jawab Bella sopan.
Crystal menatap roti itu lebih teliti, "hmm?".
Crystal ingin mandi namun Ia tersentak melihat sekeliling, "ini kamar siapa? kenapa serba hitam? ". tanya Crystal celingukan.
"ini kamar Tuan Alex Nona". jawab Bella.
"kenapa aku bisa disini?". tanya Crystal dengan heran.
Bella menggaruk kepalanya yang tak gatal, Ia juga tidak tau bagaimana Crystal bisa sampai di kamar Alex sebab Bella pingsan semalaman, tanpa Bella sadari Ia tidak takut menatap mata Crystal yang sangat indah seperti banyak bintang violet di mata Crystal itu.
.
"jadi aku harus bagaimana? ". tanya Crystal seperti seorang anak kecil yang minta diajari.
sepertinya Crystal menyukai Bella yang tidak berisik dengan mengoceh dipikiran nya itu.
"jalan bersama saja bagaimana Nona? ". tanya Bella semangat.
Crystal melihat ke bawah, "Jalan? ".
"iya Nona". Bella menarik tangan Crystal sampai menginjak lantai marmer lagi.
Crystal pun mengikuti kemauan Bella tanpa sadar bibir Bella tersenyum lebar, Crystal adalah gadis penurut yang sangat menggemaskan juga wajahnya sangat cantik seperti gadis yang keluar dari dunia dongeng, wajah Crystal tidak nyata.
"aku tidak suka kamar itu". gerutu Crystal.
"kenapa tidak suka Nona? apa yang perlu di rubah?". tanya Bella.
"aku tidak suka warna nya hitam, menyebalkan... seperti lutung! aku tidak suka". rajuk Crystal.
__ADS_1
"Lu..Lutung? Nona benci Lutung? saya juga !!". Bella berseru senang memiliki teman yang tak suka hal yang sama.
"benarkah? kamu juga benci? kalau aku dihukum Ibunda aku terima apa saja kecuali di gantung dan dikurung bersama hewan menyebalkan itu". oceh Crystal.
mereka berbicara bersama sampai tiba di hadapan Jessica.
"sudah bangun sayang? ". tanya Jessica berkacak pinggang.
Crystal nyengir kuda, "Ibunda..? ".
"ayo kita pulang..! ". ajak Jessica menarik pergelangan tangan Crystal.
"iya ayo pulang Ibunda..! Belang belum makan". jawab Crystal setuju.
Bella menggapai angin, Ia tidak bisa melarang Jessica membawa Crystal karna Ibunda gadis bermata Violet itu.
"Nyonya? ". Dewi Par dan Oma Endang muncul dari dapur.
"Nyonya mau kemana? ". tanya Dewi Par sopan.
"aku mau bawa putriku pulang". jawab Jessica.
"Nyonya? ". Dewi Par dan Oma Endang saling pandang.
"kalian mau apa? melarangku membawa anakku? siapa kalian? hanya karna dewi mistis kalian itu leluhurku? aku tidak bisa menjadikan anakku yang tidak tau apa-apa ini jadi penutup kesialan keluarga kalian, dunia akan kacau !". omel Jessica tanpa rem.
"ayo sayang! ". Rey yang sudah menunggu didepan Mansion pun memasuki Mansion mengajak Istri dan anaknya kembali pulang tapi tak kunjung keluar.
"ada apa sayang? ". tanya Rey melihat Jessica, Dewi Par dan Endang terlihat dalam masalah.
"ayo pulang Ibunda..! Belangku? ". rengek Crystal.
"kalian dengar..!? kalian lihat sendiri bagaimana kelakuan anakku kan? dia tidak tau kalau kekuatannya itu petaka untuk dunia ini, dia biasa bermain dengan kekuatannya karna sudah terbiasa hidup bebas tanpa manusia dan tidak khawatir ". Jessica.
"biar aku yang lanjutin sayang". pinta Rey.
Jessica melihat ke Rey dan mengangguk lalu membawa anaknya keluar Mansion itu, Crystal tidak tau apa-apa malah senang dibawa pulang.
Rey menatap Dewi Par dan Oma Endang bergantian, "aku tau maksud kalian itu, aku tidak bisa membiarkan Putriku yang tidak tau apa-apa terlibat dengan masalah keluarga kalian, tujuanku meninggalkan harta kekayaanku dulu karna masalah manusia, watak manusia itu kejam melebihi iblis jika sudah haus akan uang dan tahta, jangan samakan anakku dengan anak lain diluar sana hmm?? ".
"apapun kata leluhur Istriku itu bukan berarti kami rela memberikan anakku pada kalian.... apa? penutup kesialan? sama dengan perisai kan? anakku walau nakal tapi tidak pernah aku manfaatkan untuk kepuasan otakku yang menginginkan sesuatu". kata Rey dengan tenang.
.
__ADS_1
.
.