Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
sinar itu


__ADS_3

.


.


.


"coba kamu pegang sayang! ". pinta Jessica.


"Ibunda? ". rengek Crystal.


"cepatlah sayang..! Ibunda mau lihat". pinta Jessica.


dengan bibir mengerucut Crystal memegang kalung itu dan memang memancarkan cahaya hijau yang menyilaukan mata, Crystal sontak mencampakkan kalung itu dan Endang memekik melihat kalung keramatnya terlempar.


Jessica terbang secepat angin dan menangkap kalung itu yang berubah warna memancarkan cahaya merah delima,


"Ibunda..? aku tidak suka memegang kalung Ibunda". rengek Crystal melayang ke arah pepohonan meninggalkan keluarga Alex yang menjatuhkan rahang.


Crystal terbang di udara namun Jessica juga terbang menyusul putrinya dan menarik pergelangan tangan putrinya yang mau kabur.


"Ibunda..? ". rengek Crystal yang sudah biasa Ibundanya bisa menangkapnya.


alasan Crystal nakal pada manusia karna Crystal yang paling hebat sementara tidak ada yang bisa menangkapnya selain ibundanya, hanya Ayahnya saja di Pulau Nethal tidak bisa mengejarnya, itu sebabnya Crystal suka mengusili Ayahanda nya.


"bunda sudah bilang jangan menggunakan kekuatanmu didepan manusia? ". omel Jessica sambil memijak kakinya di tanah.


Crystal memberengut ditarik oleh Ibundanya yang masih mengomelinya, sungguh Alex gemas melihat ekspresi nya Crystal begitu juga keluarga Alex.


"karna kalian memiliki kalung ini, jadi kalian tidak akan takut melihat kami kan? ". tanya Jessica memberikan kalung Giok tadi ke Endang.


"be.. benar Nyonya". jawab Endang yang memang keluarganya sangat percaya kekuatan super itu ada tapi tidak tau bisa sedahsyat Jessica dan Crystal.


"lalu kenapa kalian mencari putriku? ". tanya Jessica dengan serius melipat kedua tangannya.


Crystal dibelakang Jessica perlahan terbang ingin pergi namun tiba-tiba,


"Bunda akan menghukummu digantung digua lutung sayang". ancam Jessica tanpa menoleh sudah tau putrinya mau kabur,


Crystal seketika memucat, dengan lemas ia kembali memijak bumi dan jalan terseok-seok mendekati Jessica.


Alex terkekeh disamping Crystal, gadis seimut Crystal takut lutung dan bangsa monyet, Ia benar-benar lucu sedangkan Crystal menatap tajam Alex yang menertawainya, Alex melihat arah lain pura-pura tidak melihat Crystal yang pasrah dan kesal dibelakang Jessica.


"kembali pada pertanyaan awal, lalu kenapa kalian mencari putriku? ". tanya Jessica dengan serius.


Jessica melihat Indiro bermata Perak, Ia terbelalak kaget.


"ka..kau? siapa? kenapa matamu sama dengan rambut anakku? ". tanya Jessica menunjuk Indiro.


"ah.. sa.. saya Indiro Nyonya, i.. itu anak saya yang diselamatkan oleh Putri Nyonya". Indiro merendahkan dirinya menunjuk ke arah Alex.

__ADS_1


rasa hormat Indiro seperti kepada Raja dan Ratu saja,


Jessica melihat ke arah Alex, mata merah delimanya memicing memperhatikan Alex dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"siapa kalian?? kenapa mata kalian berdua berwarna perak? ". tanya Jessica melihat ke arah Indiro dan Alex bergantian.


"kami manusia biasa Nyonya, dan saya generasi terakhir dari keturunan keluarga pilihan dewi mistis". jawab Alex setenang mungkin.


Endang tidak bisa berkata-kata, sementara Dewi Par menelan salivanya bersusah payah bahkan rasa lapar di perut mereka tidak terasa lagi saking tegangnya percakapan mereka saat ini.


"siall...! aku benar-benar ingin hidup tenang, kenapa kalung keluargaku bisa ada ditangan manusia seperti kalian?". tanya Jessica dengan lemah namun nada bicaranya seperti sedang marah.


"Ibunda..? ayo kita pulang Ibunda, Ayah menunggu Kita! ". bujuk Crystal merasa amarah ibundanya mulai tidak bisa dikendalikan.


"Sayang.. tunggu Ibunda belum selesai bicara". elak Jessica.


"Ibunda ayo Pulang..! tenangkan pikiran Ibunda nanti kita bahas lagi". Crystal membawa Ibundanya menghilang dari hadapan keluarga itu.


patung..


semua keluarga Alex mematung,


"apa dewi mistis kita berasal dari keluarga Ibunda Crystal Oma?". tanya Alex ke Endang.


"sepertinya begitu". jawab Dewi Par dan Endang.


"berarti dewi mistis kita punya alasan mengapa kita harus menemukan gadis bermata ungu itu". sahut Indiro tiba-tiba.


"iya, sampai sekarang asal-usul dewi mistis kita belum terpecahkan". Endang berkata dengan serius.


mereka berdiam dengan posisi yang sama selama berjam-jam, mereka masih mencerna semua yang terjadi tadi.


kalung keramat mereka punya ikatan dengan keluarga gadis yang menjadi incaran mereka selama ini, sungguh mereka sudah cukup gila mencari sosok Crystal selama ini.


.


"kita harus kembali ke Kota! ". seru Alex serius tiba-tiba.


"ada apa Lex? ". tanya Indiro.


"aku merasa ada masalah disana Daddy, ayo kita pulang! ". jawab Alex.


ditengah kebingungan mereka tadi, dengan sangat terpaksa Alex dan keluarganya kembali ke Kota.


.


sesampainya di Mansion tepat di malam hari,


"apa ada masalah selama kami tinggal? ". tanya Alex saat baru keluar dari mobilnya disambut oleh bawahannya sebagai anggota gangster ternama.

__ADS_1


"Tuan..? ada yang berbuat curang dengan kami Tuan, barang-barang yang kita beli dari Luar Negeri diledakkan dan semuanya hancur lebur Tuan, teman-teman kita juga meninggal dalam ledakan itu Tuan". lapor salah satu bawahan Alex menahan rasa takut.


Alex mengepalkan tangannya, matanya berair seketika bukan menangis melainkan marah.


"kenapa kalian tidak memberi kabar padaku hah?". marah Alex


"kami sudah menghubungi Tuan tapi diluar jangkauan Tuan, sepertinya masalah koneksi jaringan Tuan". jawab yang lainnya.


Alex menggeram, "cepat kita kesana..! akan aku habisi pelakunya".


"Daddy Ikut nak! ". Indiro menahan lengan Alex.


"tidak bisa Daddy..! jaga Mommy dan Oma, bisa saja ini pengalihan". tolak Alex lalu berjalan cepat disusul bawahan Alex.


Indiro tidak bisa memaksa jika Alex sudah meminta nya menjaga Mansion,


"kenapa seperti ini suamiku? apa yang salah? ". tanya Dewi Par.


"sepertinya di Mansion kita memang ada mata-mata, tidak ada yang tau kita akan pergi dari Mansion, tapi bagaimana mereka bisa tau? kalian tau sendiri kan kita sangat handal bersembunyi dari para wartawan sekalipun". Endang.


"curut sial*n...! kenapa banyak tikus di dalam Mansionku? ". geram Indiro berlari memasuki Mansionnya.


tinggallah Endang berdua bersama Dewi Par,


"ayo Ma! ". ajak Dewi Par memapah Endang padahal Endang baik-baik saja.


Dewi Par mengantarkan Endang ke Kamar dan mendudukkan Endang di ranjang.


"Mama pasti lelah istirahatlah! ". pinta Dewi Par hendak pergi tapi Endang menahan tangan Dewi Par yang kembali menoleh ke Endang.


"apa yang kamu pikirkan nak?". tanya Endang.


Dewi Par menghela nafas panjang sambil kembali duduk menghadap Endang, "aku senang bertemu dengan Crystal Ma, tapi kenapa aku berpikir kalau Ibunda nya tadi tidak mau berurusan dengan manusia?".


Endang menghela nafas, "benar nak, kamu benar".


"Mama juga tidak mengerti hubungan dewi mistis kita dengan Ibunda Crystal tapi memang mereka memiliki aura misterius seperti kepercayaan kita selama ini". sambung Endang lagi.


"mereka sangat hebat Ma, aku tidak berharap kalau mereka mau bersama manusia hina seperti kita". lirih Dewi Par.


"apa maksudmu nak? ". tanya Endang bingung.


"apa Mama tidak ingat sejarah kita? kalau kalung itu bersinar pada seseorang itu artinya jiwa nya murni, suci dan bersih, tidak akan mau bersama manusia kotor seperti kita yang haus akan darah manusia". jawab Dewi Par mengingat sosok Jessica dan Crystal.


Endang tertegun, "itu sebabnya kalung ini bersinar pada mereka? ".


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2