Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
balas dendam part. 2


__ADS_3

.


.


.


"maafkan kakak Adinda..! kakak terlambat sekali mengingatmu". batin Crystal dengan air mata yang terus saja mengalir membasahi pipinya.


Crystal membuat Pria itu menemb*k kepalanya sendiri, Ia langsung menghilang dan lanjut ke target selanjutnya. dalam 1 malam, Crystal berhasil menghabisi 6 pelaku tersisa 9 orang lain.


"huhh..! sepertinya jiwa pembunuh Alex di masa lalu mengalir padaku". senyum lebar Crystal menatap langit yang seakan sangat mendukung aksi balas dendamnya saat ini.


pagi-pagi,


"apa adinda juga bereinkarnasi di masa ini?". gumam Crystal seakan teringat sosok adiknya.


"semoga saja Adinda juga ikut bereinkarnasi di masa ini". gumam Crystal memejamkan matanya dengan fokus lalu tiba-tiba Ia berpindah tempat yaitu dengan muncul disebuah kamar kecil.


Crystal menutupi raganya supaya tidak dilihat oleh orang lain, Ia mengedarkan pandangannya, "apa ini kamar Adinda? kecil sekali". batin Crystal.


"Dindaaa?". teriak seseorang membuat Crystal kaget tapi beruntung Ia tidak mengeluarkan suara.


"Dinda?". batin Crystal.


"iya Bu?". sahut gadis yang dipanggil Dinda keluar dari kamar mandi meletakkan ponselnya di kasurnya lalu berlari melewati Crystal sambil menguncir rambutnya.


"Dindaa? jadi dimasa ini namanya Dinda?". gumam Crystal dengan mata berkaca-kaca melihat sosok adiknya dimasa lalu.


tring...!


Crystal menoleh ke ponsel Dinda mendengar pesan masuk di ponsel itu yang terletak dikasur, Ia mendekat dan melihatnya seketika mata Crystal melebar melihat foto profil si pengirim pesan adalah Pria jahat yang masuk ke 15 orang yang akan Crystal lenyapkan.


"ooh... aku yakin Pria ini juga sama seperti yang lainnya, aku harus mencari tau karna aku tidak mau adikku mengalami hal mengen*skan itu sekali lagi". gumam Crystal segera menghilang dan muncul di perkumpulan anak-anak lelaki geng motor besar.


"kenapa Boy?". tanya si kawan.


"gadis kampung itu tidak menjawab pesanku". jawab Pria yang dipanggil Boy itu.

__ADS_1


"biarkan saja Boy..? lagian waktumu untuk merus*k dia masih banyak kan? 99 hari lagi". kekeh si kawan lainnya.


"benar Boy..! kau harus menangkan taruhan kita, dia harus memberikan tub*hnya dengan cuma-cuma lalu kita sebar luaskan di kampus, hahaha".


Crystal marah mendengar perkataan kawanan Pria itu, "sabar Crystal.. sabar.. ! mereka tidak termasuk, yang penting si brengs*k ini harus mati dan kamu datang tepat waktu". batin Crystal.


seketika Boy bangkit dari duduknya membuat para rekannya bertanya.


"kenapa abang-abangku mati dalam 1 malam?". bentak Boy.


"hah?". cengo kawaban Boy.


Boy pamit pergi pada teman-temannya lalu tancap gas dengan motor besarnya, Crystal mengikuti Boy dengan cara terbang Ia mengibaskan tangannya membuat motor besar kawanan Boy tadi pecah ban depan maupun belakang.


Crystal berhasil menghabisi Boy dengan cara yang trag*s seperti kecelakaan sungguhan tidak ada motif pembunuhan.


"8 Pria lagi". batin Crystal tersenyum tipis.


"maaf Dinda..! kakak harus menghabisi dia karna dimasa lalu dia adalah penyebabmu tiada dan sekarang dia merencanakan hal yang sama, dia ingin merusakmu". batin Crystal merasa puas separuh musuh lamanya sudah binasa ditangannya.


.


"huhh..! ini rasanya punya kekuatan yang sangat dahsyat dimasa ini, kenapa dulu aku tidak punya kekuatan ini coba? jika dulu aku kuat sudah aku habisi mereka semua dan aku tidak perlu merasa bersalah pada keluargaku". batin Crystal tersenyum cerah menatap langit yang muncul matahari pagi.


Crystal bahagia dengan situasinya sementara Alex ditempat lain sudah ketar-ketir mencari Crystal, Ia merasa bersalah mengira Crystal benar-benar marah padanya karna hari itu Alex meminta Crystal untuk memberinya ruang untuk berganti pakaian.


"Crystal? kamu dimana?". gumam Alex menatap nanar 2 koper milik Crystal yang kini ada di Apartemennya.


Alex tidak diizinkan pulang ke mansion, Crystal yang tidak mau menemui Alex malah memperkuat kecurigaan keluarganya bahwa Alex memang melakukan kesalahan pada Crystal.


"Crystal? kembalilah..! aku ingin memelukmu!". pinta Alex dengan lemah.


Alex mencari Crystal dimana-mana, Ia mencari Crystal di Ruangan Kerja Putra tapi bukannya melihat Crystal malah pemandangan tak biasa yang terlihat olehnya yaitu Putra di gantung terbalik oleh Crystal yang marah karna Putra membocorkan keberadaan Crystal, Putra sampai trauma masuk kerja karna takut bertemu dengan Crystal dan menggantungnya seperti itu lagi.


"apa segitu marahnya? dia sampai kabur dariku, biasanya dia tidak pernah kabur dariku". gumam Alex meraup wajahnya dengan frustasi.


Alex dipenuhi rasa bersalah sampai ia tidak peduli kasus kematian misterius komplotan anak keluarga ternama di berita, setiap Alex melihat Layar ponselnya hanya mencari tentang Crystal saja yang tidak pernah dilihat olehnya tanda-tanda keberadaan Crystal seolah Crystal sengaja menghilang meninggalkannya.

__ADS_1


"bagaimana hidupku tanpa Crystal? apa dia memang melupakanku? bukankah dia bilang akan selalu bersamaku? hatiku terasa kosong, ini lebih menyakitkan dari pada saat aku pergi berperang meninggalkannya di negara ini". Alex.


selama 3 hari Alex mencari keberadaan Crystal yang tidak ada jejaknya, Ia juga tidak pernah melihat Crystal datang ke Apartemennya hanya sekedar berganti baju.


Alex pergi ke toko butik kecil yang pernah didatangi Crystal tapi ia tidak melihat Crystal disana,


"Alex?". panggil seseorang.


Alex menghentikan langkah kakinya lalu menoleh kesamping yang ternyata Pria itu adalah Andra,


"apa kau yang menghabisi komplotan anak ternama itu?". tanya Andra serius.


"...? kapan aku membunuh mereka? aku sedang pusing mencari Bunga Violetku yang tengah marah padaku". jawab Alex lalu melanjutkan langkah kakinya mencari Crystal mengabaikan Andra.


"dia juga tidak waras, lalu siapa yang menghabisi mereka semua?". gumam Andra penasaran.


Andra mengangkat bahunya acuh, "aku tinggal jawab tidak tau pada para detektif itu kan? huh..! sejak kapan aku dekat dengan Pria sok keren itu". gerutu Andra lalu melangkah pergi dari sana dengan posisi berlawanan arah dengan Alex.


masalah Andra sudah impas dengan Alex karna kasus pembunuh*n yang Ia lakukan pada Alex saat itu telah dibalas Alex dengan menghabisi hewan peliharaan tersayangnya, dan saat ini Andra bahagia dengan dunia binatangnya ditambah Andra mengerti bahasa binatang.


"alangkah lebih baiknya lagi jika Crys menjadi milikku". gumam Andra menghela nafas.


sementara Alex tengah serius mencari Crystal, Ia tidak menyerah mencari sosok yang Ia rindukan itu sampai tidak sadar ada yang mengawasi Alex sedang mencari seseorang itu.


"apa benar Tuan Alex pelakunya Tuan?". tanya bawahan Erlan.


"awalnya aku pikir iya tapi sekarang aku yakin bukan dia pelakunya..! aku tidak pernah melihatnya segila itu, aku rasa dia sedang bertengkar hebat dengan Bunga Violetnya itu". jawab Erlan menyeringai tipis.


"bukankah itu bagus Tuan?".


"tentu saja, aku ambil kesempatan itu mendapatkan hati Bunga Violetnya dan aku akan memiliki dunia serta aku juga bisa membuat Alex tunduk padaku". kata Erlando dengan senyum jahatnya.


"cari keberadaan Bunga Violet nya Alex kabari aku secepatnya dan ingat cari juga tumb*l untuk Rajaku". titah Erlan dengan serius sambil memejamkan matanya.


"baik Tuan". jawab bawahan Erlan segera melajukan kendaraannya membiarkan Alex seperti orang tidak waras mencari keberadaan Crystal.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2