Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
marah-marah


__ADS_3

.


.


.


1 tahun umur Baby Cashel,


Alex tersenyum lebar melihat Putra nya berlari lancar dengan kaki kecilnya ke arah Alex yang baru saja pulang dari Perusahaannya.


Alex yang sudah hidup bahagia bersama Istrinya memilih bekerja di Perusahaan, begitu juga para bawahan Alex bekerja di berbagai Perusahaan nya, mereka sudah terbebas dari segala dendam orang jahat pada mereka, kini semua orang sudah menjalani kehidupan normal masing-masing.


"anak Papa?". Alex berjongkok menggendong Cashel yang begitu riang digendongan sang Ayah.


"Papa napa ma kali?". tanya Cashel dengan mata ungu kemerahannya mengerjab lucu.


"maaf son..! tadi Papa ada urusan". jawab Alex sambil meminta pengawal mengambil hadiah yang Ia belikan untuk Putra kesayangannya.


Cashel semakin bahagia dengan ekspresi wajah menggemaskannya melihat hadiah yang Alex berikan,


"Cashelll?? sayangg? kamu dimana?". Crystal keluar dari lift.


Cashel menoleh ke Bundanya begitu juga dengan Alex.


"eehh? kamu pulang Lex?". Crystal pura-pura kaget melihat suaminya.


Alex tersenyum gemas dengan tingkah sang Istri yang kini berlagak sebagai manusia biasa padahal punya kekuatan super.


"apa itu?". tanya Crystal mulai berkacak pinggang.


Alex menurunkan anaknya, "s.. sayang? a.. aku". cicit Alex.


"kamu belikan dia mainan lagi Lex?". tanya Crystal dengan mata melotot.


"abuulllllll". Cashel berlari dengan langkah kecilnya meninggalkan Alex dan Crystal karna takut di marahi sang Bunda.


"Eeh..? Cashel?". Indiro menangkap Cashel.


"Unda alah.. unda alah". Cashel menunjuk ke Alex dan Crystal.


"kakek bawa kamu kabur cucuku". Indiro pun berbalik berlari meninggalkan pasangan suami Istri itu.

__ADS_1


Indiro dan Cashel memang takut kalau Crystal marah, tapi Crystal tidak pernah membentak Crystal melainkan mengomeli saja.


Alex menganga melihat Indiro malah melarikan diri dengan membawa putranya pergi.


"Alex kamu belum jawab aku..! apa yang kamu lihat?". bentak Crystal menarik dagu Alex untuk menatap mata Violetnya.


Alex nyengir kuda,


"kamu nyengir Alex?? kamu mau aku gantung?". teriak Crystal.


"eeh..? bukan gitu sayang..? maafkan aku, ak.. aku bekerja untukmu dan buah hati kita, aku membelikannya mainan karna aku memang bekerja untuk memanjakannya sayang". jelas Alex dengan senyuman kikuk.


Crystal mendengus, "membahagiakan anakku tidak harus memberinya fasilitas mewah Alex, cukup bawa dia jalan-jalan untuk berlibur, lalu ajari dia permainan apa saja yang dia suka tapi masih dalam batas wajar bukan membelikannya mainan". omel Crystal.


Alex tampak berpikir, "baiklah sayang..! aku akan lakukan itu kedepannya".


Alex mendekati Crystal yang terlihat kesal tapi Alex tidak menyerah meminta maaf.


"kamu tau Lex...! Ruangan mainan milik Cashel sangat banyak bahkan sudah penuh, pemberian Kakek, Nenek juga Eyangnya juga sangat banyak, kalian terlalu memanjakan anakku dengan harta kalian". gerutu Crystal.


"maafkan kami sayang". ucap Endang dan Dewi Par tiba-tiba baru masuk membawa banyak mainan lagi untuk sang Cucu serta cicit mereka.


Crystal melihat itu seketika kepalanya pusing, Ia segera memijit pelipisnya, Alex segera merangkul pinggang Crystal dengan wajah cemas.


"i.. ini mainan limited nak". kata Endang.


"iya sayang..! Mommy sampai mengantri dari jam 1 malam tadi, stoknya terbatas hanya 50 saja sementara peminatnya banyak". sahut Dewi Par.


Crystal tak bisa lagi marah tapi berusaha untuk meredam rasa kesalnya, "aku tau kalian sangat menyayangi Cashel tapi aku ingin mendidiknya dengan cara sederhana, kalian cukup meluangkan waktu untuk Cashel maka itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai harganya bagi Cashel". kata Crystal dengan serius.


"kamu ajari Cashel dengan caramu sayang, kami janji akan meluangkan waktu untuk Cashel dan memanjakannya seperti ini juga". pinta Endang memelas.


Dewi Par sampai menangis juga mengatakan bahwa dirinya terlalu menyayangi Cashel, Alex menjelaskan pada Crystal kalau rasa sayang keluarganya tulus hanya saja tidak ada kasih sayang yang sempurna selain Ibu nya saja yaitu Crystal, Endang juga tidak akan protes bagaimana cara Crystal mendidik Cashel karna mereka yakin kepribadian Cashel akan terbentuk sangat baik karna didikan Crystal.


Crystal yang merasakan kesedihan Keluarganya pun menghela nafas berat, "kalian memberi Cashel hadiah hampir tiap hari, tangan Cashel hanya dua Mom, Oma, Alex.! sekarang bagaimana dengan mainannya yang sebelumnya? semua sangat bagus dan ada yang baru dipegang sekali olehnya".


Crystal terus saja mengomel tapi tidak ada yang membantah kata-kata Crystal karna tau mereka memang menyalurkan rasa sayang ke Cashel itu berbeda dengan cara Crystal yang dididik keras oleh Jessica, Keluarga Alex punya harta tentu saja begitu memanjakan keturunannya dengan harta mereka.


.


"Kak?". pekik Dinda terdengar begitu bersemangat.

__ADS_1


Crystal pun langsung berubah ceria berlari ke arah pintu Mansion Asiantama,


"syukurlah..! Dinda menyelamatkan kita". gumam Endang, Dewi Par dan Alex bersamaan.


"Dindaaa?". teriak Crystal berlari ke arah Dinda yang ditemani oleh Putra.


"kakak? aku kangen pengen makan masakan kakak lagi". rengek Dinda langsung memeluk Crystal.


Crystal menautkan kedua alisnya, "jagung bakar? ayam bakar?". tebak Crystal.


"keduanya, semua masakan kakak". jawab Dinda dengan cerah.


"Hmm... Kakak Ipar, sebenarnya Dinda sedang mengandung, a. aku sudah berusaha memberikan makanan yang enak, aku juga buat jagung bakar dan Ayam bakar tapi katanya tidak sama seperti masakan kakak ipar, aku tidak bisa menurutinya kak maafkan aku". Putra menundukkan kepalanya.


Crystal tersenyum lebar, Dinda tetap kuliah walau sudah menikah dan kini sedang mengandung tapi dengan cara Online.


"tidak apa..! apa kamu beli perlengkapannya?". tanya Crystal.


Putra langsung sumringah mengangguk-nganggukkan kepalanya, Putra dengar perkataan dokter permintaan Dinda harus di turuti jika tidak? anak mereka nanti akan ileran jika semua tidak terpenuhi.


Crystal dengan senang hati memasak untuk Dinda, sungguh hatinya bahagia melihat Dinda yang begitu bahagia, rasa penyesalannya di masa lalu telah terbayarkan dimasa sekarang.


"kenapa Lex?". tanya Putra dengan bahasa teman ke Alex.


"Istriku marah lagi, kalian datang diwaktu yang sangat tepat". jawab Alex.


"memang Nona Crystal sangat menyeramkan kalau marah, main gantung terbalik". bisik Putra.


"dia tidak melakukannya pada Mommy dan Oma tapi hanya melakukannya padaku, walau begitu keluargaku memang takut pada Crystal tapi tidak sebanding dengan rasa sayang dan cinta mereka ke Cashel". kata Alex.


"tentu saja..! Cashel beruntung punya keluarga yang sangat menyayanginya dan punya Ibu yang punya kekuatan super, tapi tunggu...! apa Cashel juga akan punya kekuatan?". tanya Putra serius.


"kata Crystal tentu saja Cashel punya kekuatan sepertinya, tapi nanti saat sudah berumur 4 tahun keatas maka kekuatannya akan muncul dengan sendirinya secara bertahap butuh pengendalian juga". jawab Alex.


Putra mengangguk saja, "semoga dunia tidak kacau karna anakmu itu". kekeh Putra.


Alex mendengus, "selagi ada Bundanya, dia tidak akan membuat kekacauan, Istriku sangat pandai mendidiknya walau dia tidak kuliah".


"karna dia wanita limited sama seperti Dinda". jawab Putra serius dan Alex mengakui itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2