
.
.
.
Crystal berhasil membalaskan dendam adiknya dimasa lalu, Ia bahagia karna semua sudah terbalaskan hanya tersisa orang-orang terkasihnya saja.
"tinggal reinkarnasi Raja gila itu saja yang belum aku musnahkan, tapi aku tidak mempermasalahkan karna Pria gila itu musuh Alex sejak dulu dan aku akan memberi kesempatan bagi Alex membalaskan kemati*nku dimasa lalu". senyum manis Crystal.
"huuh...! aku akan kembali". Crystal tertawa riang dan bahagia setelah menghapus manusia bumi yang sangat Ia benci dimasa lalu.
Ingatan tentang adiknya Adinda terlalu lambat Crystal sadari, Ia menyadarinya saat kesal dengan Alex beberapa hari yang lalu sehingga Crystal pergi dengan maksud balas dendam.
dimasa lalu Pria yang Crystal maksud si Raja gila tidak pernah menyakitinya hanya mengancam dengan membunuh Alex, tapi para bawahannya Pria gila itu yang sering menyiksa Crystal dengan cara di rantai dan tidak diberi makan lalu di paksa menerima cinta tuan dari komplotan itu, Crystal yakin si Raja gila itu tidak pernah menyakitinya dengan cara apapun kecuali menyiksa Alex karna Alex lah alasan terbesar Aurora tidak menerima pria gila itu.
"Reinkarnasi si Raja gila biar pangeranku yang menghabisinya". gumam Crystal lagi dengan ceria seperti gadis polos yang tidak pernah menyakiti semut sekalipun.
siapa yang bakal mengira gadis itu adalah seorang pemb*n*h berantai yang sangat hebat sehingga kasus kematian musuhnya seperti membun*h dan bun*h diri padahal dibantai oleh Crystal, saat ini Crystal menggunakan wajah aslinya si rambut perak dan mata ungu.
Crystal menghilang hingga tiba-tiba muncul di sebuah Apartemen, "oohh.. disini koperku, hehehe". cengir Crystal berlari ke arah kopernya.
Crystal memberantakin pakaiannya di kopernya lalu mencari kamar mandi di Apartemen Alex, setelah membersihkan diri Crystal pergi ke dapur tak henti-henti mulutnya menggerutu karna Apartemen itu sangat luas sehingga Crystal cukup kesulitan mencari kamar mandi dan dapur.
"aku masak apa?". gumam Crystal melihat-lihat kulkas di dapur ternyata tidak ada apapun.
.
sementara Alex kembali ke Apartemennya dengan wajah lesu, lagi-lagi Ia tidak menemukan Crystal.
"aku tau tempat tinggalnya tapi tidak tau bagaimana caraku bisa kesana". gumam Alex sangat pelan lalu tiba-tiba Ia kaget melihat koper Crystal berantakan.
jantung Alex berdebar kencang melihat hal itu, "apa dia pulang?". gumam Alex berlari menelusuri Apartemennya.
"Crystal?". panggil Alex.
__ADS_1
Alex melihat pintu kamar nya terbuka dan Alex masuk tapi tidak menemukan Crystal malah hanya melihat pintu kamar mandinya terbuka menandakan ada orang masuk ke Kamarnya sebab Alex yakin menutup pintu kamar mandi dan pintu kamarnya sebelum pergi meninggalkan Apartemennya.
"Crystal?". panggil Alex sekali lagi, hingga Ia mendengar suara dari dapur.
Alex berlari dengan cepat ke arah dapur, Ia melihat gadis yang selama ini membuat hatinya kacau, pikirannya buntu, makan pun tidak bernafsu, otaknya tidak bekerja, tidurnya tidak bisa nyenyak, Crystal sedang makan roti di meja dapurnya.
Crystal dengan penampilan aslinya itu menoleh ke Alex sambil menggigit rotinya, "aku lapar". rengek Crystal.
Alex perlahan mendekati Crystal dengan tatapan mata yang tidak biasa sementara Crystal malah dengan santainya makan roti tanpa peduli Alex yang sudah punya penyakit rindu akut karnanya.
Alex menangkup pipi Crystal lalu mencium bibir Crystal yang seketika rotinya terjatuh dengan mata Ungunya melebar kaget tapi tidak menolak ciuman itu, Alex memperdalam lagi cium*nnya dengan cara *******, mengem*t penuh kerinduan bibir manis Crystal.
"menciumku?". batin Crystal mengerjab-ngerjabkan matanya lalu Crystal juga memejamkan matanya dan tangannya memegang bahu Alex membalas setiap pangut*n lembut sang kekasih hati di masa lalu.
Alex melepaskan cium*n intensnya dengan kening menyatu bersama Crystal, "aku sangat merindukanmu Crystal, maafkan aku". lirih Alex.
Crystal perlahan membuka matanya, "maaf?". beo Crystal seakan tidak tau ketidak munculannya didepan Alex beberapa hari sudah membuat Alex gila.
Alex tidak menjawab malah menarik pinggang Crystal dan memeluknya dengan erat, "aku minta maaf". ucap Alex sekali lagi.
"pria ini sombong dan arogan tapi sama seperti dulu mau meminta maaf padaku". batin Crystal yang tau kepribadian Alex jarang meminta maaf tapi kalau berterimakasih sering karna Alex menghargai kebaikan orang lain.
"apa kamu mau melihatku tidak berpakaian?". tanya Alex sambil melepaskan pelukannya dari Crystal dan memandang lekat wajah Crystal.
"ha?". cengo Crystal.
Alex melepas jaketnya sehingga baju kaus lengan pendeknya terlihat, tubuh Alex sangat bagus tapi Crystal yang awalnya terpesona langsung beralih yaitu melihat ke perutnya yang bunyi.
"aku lapar". rengek Crystal melihat rotinya sudah terjatuh ke lantai.
Alex mengelus perut Crystal, "akan aku buatkan makanan untukmu". kata Alex seolah ada anak diantara mereka.
"benarkah?". senyum lebar Crystal.
Alex memasak pasta untuk Crystal dan terus saja memandang Crystal yang fokus makan.
__ADS_1
"kenyangnya..!". Crystal tersenyum cerah mengelus perutnya yang sudah berisi.
Crystal menoleh ke Alex yang terus saja menatap intens dirinya, "ada apa?". tanya Crystal meraba-raba pipi dan bibirnya seperti mencari sisa makanan tapi gerakan tangan Crystal yang memainkan bibirnya sendiri malah merangsang Alex sehingga kembali mencium bibir Crystal.
"manis sekali". bisik Alex, jarak bibir yang begitu dekat dengan Crystal sehingga Crystal bisa mencium aroma mint yang keluar dari mulut Alex.
Alex melihat Crystal yang masih memejamkan mata tanpa berpikir panjang menci*m bibir Crystal, tangan Crystal meremas lengan berotot Alex yang begitu lembut memperlakukannya.
.
di sofa
"kenapa kamu selalu menatapku?". tanya Crystal heran.
"kamu mau lihat aku tidak pakaian kan? aku akan lakukan tapi aku mohon jangan menghilang dariku!". pinta Alex memelas menggenggam tangan Crystal sambil menatap manik mata ungu gadis yang membuatnya menjadi orang tidak waras beberapa hari ini.
"Alex..? aku punya alasan tersendiri, aku tidak bermaksud menghilang darimu". jelas Crystal seakan tidak mau Alex menunjukkan tubuhnya sebab saat itu Crystal hanya kesal saja tapi sekarang Ia tidak mau melihat tubuh Alex karna malu.
Alex menggeleng kepalanya, "aku tau alasanmu karna itu kan?".
Crystal menjatuhkan rahangnya, "aku benar-benar punya alasan sendiri Lex..!".
Crystal melebarkan matanya saat Alex dengan cepat melepas baju kausnya sehingga Crystal bisa melihat betapa bagusnya tubuh Alex, Crystal semakin panik saat Alex hendak melepas kancing celana nya, Crystal segera bangkit dan hendak pergi tapi lengannya di tarik oleh Alex hingga terduduk di pangkuan Alex.
"jadilah kekasihku Crystal". ucap Alex dengan serius.
"bukankah aku memang kekasihmu, apa selama ini kamu tidak menganggapku begitu?". tanya Crystal berubah kesal.
"kalau begitu jadilah Istriku, menikahlah denganku". pinta Alex.
"hmm?". Crystal yang tadi kesal berubah lagi dengan mata melebar kaget.
.
.
__ADS_1
.