Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
senjata makan tuan


__ADS_3

.


.


.


Putra bergerak cepat mengadakan Pers terbuka bersama Para Wartawan yang tengah menunggu Crystal untuk diwawancarai mengenai kasus putusnya Andra dengan Feny.


Feny memasang raut wajah sedihnya di kursi Pers, Ia berkali-kali menghapus air matanya dengan tisu anehnya Celak dan bulu mata cetar membahana nya tidak luntur seolah anti air saja.


"dimana gadis bernama Crys itu Tuan?". tanya salah satu wartawan yang sudah tidak sabar menyambar sosok gadis itu yang akan menjadi topik terhangat.


"gadis itu bukan publik figur, kalian tenang saja aku sudah mengundang Tuan Andra langsung untuk kalian wawancarai". kata Putra dengan tegas.


Feny melebarkan matanya, "mana mungkin Andra mau datang? dia bilang sedang sibuk, aku yakin dia tidak bisa datang, panggil saja gadis itu yang memang penyebab putusnya kami".


Putra menatap datar wanita itu, "kalau Tuan Alex melihat Dramamu sudah pasti besok pagi kau sudah menjadi bahan berita utama media karna kasus kematianmu akan dibuat seperti bunuh diri". batin Putra.


para wartawan mulai berbisik-bisik.


"Tuan Andra?".


"Tuan Andra datang ke Pers?".


"bagus dong..! kita bisa konfirmasi semua berita itu".


Feny mendengarnya gelagapan, Ia ingin menjatuhkan Crys mengapa Andra harus ikut campur? jika urusan manusia mana mungkin Andra mau ikut campur terlebih lagi masalah media.


Andra datang bersama 10 Pengawalnya berpakaian formal, Andra terlihat gagah dengan pakaian santainya dan jaket kebesaran di cuaca yang musim hujan akhir-akhir ini.


"itu Tuan Andra". Putra menunjuk sopan ke Andra.


para wartawan memotret Andra yang awalnya tersentak, Ia harus melakukan ini demi melindungi Crystal yang sudah memberinya mimpi terbesar Andra yang selama ini jadi angan-angannya kini telah menjadi nyata, yaitu bisa berbicara dengan semua hewan buas peliharaannya.


"silahkan Tuan". pinta Putra dengan serius.

__ADS_1


Andra berjalan ke arah meja pers lalu memberi tundukan kepala yang sopan, sorot matanya yang tajam juga bisa membuat siapapun takut tapi tidak semenakutkan Alex.


"Sayang eh.. Andra? kenapa kamu datang kesini? bukankah kamu tidak akan ikut campur masalah perempuan?". tanya Feny seperti wanita yang teraniaya.


"kenapa kau mengungkit gadis itu? hmm? bukankah aku bilang kita putus baik-baik kenapa masih melibatkanku dalam masalahmu? haruskah menyebut namaku?". kata Andra dengan dingin ke Feny.


selama ini Andra memang hanya bersenang-senang saja dengan perempuan, satu-satunya yang bisa membuatnya bahagia adalah hewan buas saja.


para wartawan terus memotret sepasang kekasih itu, Putra memberi aba-aba pada para wartawan untuk bertanya singkat, padat dan jelas tanpa bertele-tele lagi.


Feny terlihat memucat, Andra mengatakan kebenarannya hingga semua wartawan menjadi ribut karna tidak menyangka Feny sejahat itu.


"bohong..! dia bohong..! dia hanya ingin menjatuhkanku saja, hiks. hiks. kamu sudah menghancurkan hatiku dengan berselingkuh dengannya tapi sekarang kau malah memfitnahku Andra? apa semua perjuangan kita selama ini tidak ada artinya lagi bagimu?". Feny memukul meja.


Andra berkata dengan tenang, "kau adalah Rubah Licik dan bodohnya aku baru tau itu, jika aku tau gadis desa yang aku bawa bisa menjadi Rubah mengerikan aku tidak akan membawamu masuk ke dunia hiburan ini".


Feny semakin gelagapan, Ia tidak mau karirnya hancur lalu menjerit histeris memanggil Crys.


"kami punya rekaman CCTV nya". kata Putra dengan serius.


Putra menunjukkan rekaman CCTV saat Feny merengek mengadukan tingkah Crys memanggil Ibu ke Andra, tapi Andra tidak keliatan takut saat rekaman dirinya terlihat oleh semua orang bahwa Andra akan menghabisi Crystal dengan ular kobra nya.


"sudah kan?". tanya Andra dengan serius ke Putra.


"sudah..? silahkan anda bermain dengan Ular Kobra anda itu". jawab Putra dengan penuh penekanan melirik mereka semua.


"hmm..? jika ada salah satu diantara kalian menjelekkan diriku atau gadis itu, jangan salahkan aku jika Ular Kobraku menancapkan bisa mematikannya di tubuh kalian". ancam Andra menyeringai lalu pergi meninggalkan Pers.


Feny yang sudah malu pun akhirnya pingsan, manager serta asisten Feny membawa wanita itu pergi, dalam sekejab Karir Feny jatuh sebagai Model, tidak ada lagi yang menawarkan pekerjaan padanya, sebab para Wartawan mengeluarkan Artikel tentang Feny yang berbohong tapi tidak menyinggung Crystal ataupun Andra sendiri, demi menyelamatkan diri dari Ular Kobra Andra para wartawan melempar kembali kotoran yang dibuat oleh Feny sendiri, senjata makan tuan.


.


Butet dan Tatan tertawa terbahak-bahak di kamar Crystal, walau mereka tetanggaan tapi Kedua perempuan tukang ribut itu suka ke kamar Crystal.


"ya ampun Crys..! kamu hebat sekali bisa membuat Feny jatuh, hahaha". tawa puas Tatan.

__ADS_1


"itu hadiah untuk perempuan sombong dan angkuh padahal dari desa tapi gaya nya udah kaya tuan Putri saja sejak bayi". cerocos Butet.


"sudahlah..? yang penting aku tidak terlibat masalah mereka kan? aku tidak melakukan apapun pada hubungan mereka". Crystal berkata dengan santai.


"ini nama nya senjata makan tuan Crys". heboh Tatan dengan senang.


"dimana kekasihmu Crys? kenapa dia tidak datang? aku rasa udah 1 minggu dia tidak muncul". tanya Butet yang penasaran dengan sosok kekasih Crystal.


"oh..! dia waktu itu pamit mau keluar negri, banyak manusia jahat yang mengincarnya". jawab Crystal dengan tenang sudah tak heran lagi Alex disebut kekasihnya.


"banyak musuh? apa dia seperti Tuan Alex yang banyak musuh?". tanya Tatan semangat.


"hmm..! mirip". jawab Crystal.


"terus dia menyamar setiap bertemu denganmu itu apa demi menyelamatkanmu dari kejaran musuhnya?". tanya Butet dramatis.


"iya, katanya sih gitu". jawab Crystal mengakui.


"romantis sekali dia". gumam Tatan dengan gemas.


Crystal menggeleng kepalanya, "sana kalian pergi..! aku mau tidur".


"Crys..? uangmu sebanyak itu apa tidak mau membeli ponsel?". tanya Tatan melihat lemari meja nakas Crystal banyak uang yang masih tersisa atas pemberian Andra.


"bisakah kalian belikan 1 untukku? ambil saja berapa yang dibutuhkan, kalian juga boleh beli juga". pinta Crystal malah dengan entengnya tidur dikasurnya.


Butet dan Tatan gemas dengan tingkah Crystal yang terlalu baik pada mereka tapi sungguh mereka tulus sayang pada Crystal walau dikatakan ingin uang, semua manusia butuh uang siapa yang tidak suka Uang hanya Crystal saja yang aneh.


"issh?? sana pergi". amuk Crystal melempar bantal gulingnya ke Butet dan Tatan yang tertawa terbahak-bahak keluar dari kamar Crystal setelah mengambil banyak uang mencium kening dan pipi Crystal sampai gadis itu kegelian.


Crystal melihat kamarnya tertutup pun mengunci kamarnya dengan kekuatannya lalu menerbangkan bantal yang Ia lempar tadi ke arahnya tanpa harus bangkit mengambilnya.


"semoga saja Alex baik-baik saja". gumam Crystal yang tidak bisa berhenti memikirkan keberadaan serta keadaan Alex sambil memeluk bantal gulingnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2