Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
dikerjai


__ADS_3

.


.


.


Alex tersentak saat Dewi Par dan Endang berteriak-teriak di kamarnya.


"Mom? Oma?". sahut Alex yang sudah berpakaian santai keluar dari ruang gantinya.


Alex melangkah mundur melihat raut wajah Dewi Par dan Endang terlihat tidak baik, entah apa yang salah disini tapi Alex merasakan ada hawa yang tidak menyenangkan meliputi kedua wanita yang Ia sayangi itu.


"a. aku akan makan..!". ujar Alex berprasangka bahwa Endang dan Dewi Par marah karna Ia terlalu lama di dalam kamar sebab Alex juga mengobati tangannya yang terluka karna meninju kaca mobil sampai pecah.


"dasar anak tidak tau diri". bentak Dewi Par.


"cucu tidak tau rasa bersyukur". amuk Endang juga.


"a.. ada apa ini Mom? Oma? apa yang terjadi dengan kalian?". tanya Alex melihat situasi seperti ingin melarikan diri dari kedua singa betina itu.


Alex mendapatkan celah untuk lari pun segera berlari namun naas telinganya sudah ditarik paksa oleh Dewi Par.


"aaahh? Mom? ada apa ini Mom? Mommy? aah.. Oma.. Oma.. ampun..! kenapa kalian menganiaya aku?". ringis Alex sedikit menunduk saat kedua telinganya ditarik berlawanan arah oleh Endang dan Dewi Par.


"apa kamu mengusir Crystal ha?". tanya Dewi Par dengan mata melotot.


"ehh?". Alex terdiam lalu terpekik saat Endang memperkuat tarikan di telinganya.


"Oma.. Oma? sakit Oma". rengek Alex.


"tidak akan ada kata ampun bagimu, sekarang kamu minta maaf sama Crystal, gara-gara kamu dia menghilang entah kemana tidak mau makan". omel Endang.


Alex terbelalak, "Oma..? Mommy? dengarkan penjelasanku terlebih dahulu ya? aku tidak punya maksud mengusir Crystal, dia seperti gadis mesum Oma.. Mommy? dia ingin melihat tubuhku bahkan memegang tubuhku". bela Alex.


"TIDAK MUNGKIN". jawab Endang dan Dewi Par serentak tanpa berpikir jawaban Alex itu benar.


"apa? kalian meragukanku? aku keturunan kalian, Crystal memang berbeda Mom.. Oma.. dia ingin melihatku berpakaian padahal tadi aku habis mandi". bela Alex dengan frustasi.


"mana mungkin Crystal ku yang polos bisa melakukan itu". jawab Dewi Par tidak percaya.

__ADS_1


"malah sebaliknya, bisa saja kamu yang melakukannya". sambung Endang.


Alex dibuat frustasi lagi saat Ia ditendang keluar dari Mansion diperintahkan mencari Crystal untuk meminta maaf, Indiro berusaha membujuk Istri dan Ibunya tapi tidak ada tanggapan, mereka bahkan tidak ada yang mau makan langsung masuk ke kamar masing-masing.


Alex memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri, "aku tidak menyangka semua akan sekacau ini". batin Alex yang berpikir Crystal salah faham padanya sehingga langsung pergi.


Indiro mendekati Alex, "apa yang kamu lakukan pada Crystal ha? kamu kenapa mengusirnya? bukankah Daddy sudah bilang dia itu malaikatmu dan harus kamu jaga dengan baik". bisik Indiro dengan tatapan tajam.


"bukan Daddy..! aku benar-benar tidak berniat mengusir Crystal dari Mansion tapi aku minta dia beri aku ruang untuk berganti pakaian, aku tidak tau kalau Crystal akan salah faham". jawab Alex berpikir semua karna kesalah-fahamannya dengan Crystal.


"ruang untuk berganti pakaian? kamu apakan dia? kamu melec*hkannya hah?". bentak Indiro.


Alex meraup wajahnya frustasi, "tidak Daddy.. tidak.. aku tidak mengerti kenapa Crystal pegang-pegang tubuhku, dia seperti gadis mesum Daddy".


"TIDAK MUNGKIN". jawab Indiro dengan tegas seolah menentang untuk percaya.


"Daddy? aku tidak berbohong". bela Alex.


"Crystal yang polos tidak akan mungkin melakukan hal itu paling kamu yang mesum padanya". ketus Indiro.


"Daddy juga tidak mempercayaiku?". tanya Alex menjatuhkan rahangnya.


Alex menganga lebar melihat seluruh keluarganya tidak mempercayainya, mereka semua mengatakan bahwa Alex yang paling jahat dan Crystal adalah Korban.


"Crystal..? apa begini caramu balas dendam hmm?". gumam Alex dengan lemas terpaksa Ia harus pergi dari Mansion itu mencari Crystal entah dimana.


anehnya Alex tidak berada dalam bahaya saat sendiri tapi musuhnya yang belum tertangkap hanya mengincar Crystal, apapun caranya harus mendapatkan Crystal dan berhasil membujuk Crystal supaya ikut dengan mereka lalu menjadikan gadis itu sebagai senjata untuk menguasai dunia.


"dimana Crystal?". gumam Alex penasaran.


Alex pergi ke Hotel DeLLun, saking khawatirnya dengan Crystal Ia lupa memakai pakaian tertutup seperti biasa saat mencari sosok Crys.


"apa kalian melihat Crys?". tanya Alex mendatangi setiap karyawan yang ia jumpai di dalam Hotel deLLun.


"ti. tidak Tuan Alex". jawab mereka semua tergagap.


Alex belum sadar, Ia langsung berlari melewati para wanita itu.


"Tuan Alex juga mengincar Crys? tapi gadis bermata Violet dan rambut perak itu bagaimana?".

__ADS_1


"aaah..? aku benar-benar tidak mengerti, mengapa Crys bisa mendapatkan Pria-Pria macho incaran semua wanita?".


"Crys tidak seksi".


"tidak cantik".


"tubuhnya juga kecil seperti anak SD".


mereka mulai iri dengan Crys yang sebelumnya juga di dekati oleh Rohan si Playboy yang memacari gadis seksi dan tinggi tapi mengejar-ngejar Crys yang tipe idealnya bertimbal balik, Andra juga mendatangi Crys bahkan membela Crys dari sosok Feny (mantan pacar Andra), Pimpinan mereka (Putra) juga sangat baik pada Crys, Crys juga punya kekasih yang memiliki aura misterius dan tinggi 180-an lalu sekarang Crys dicari oleh Alex? betapa beruntungnya Crys padahal gadis itu jauh dari tipe idaman Pria.


Alex menemukan Butet dan Tatan yang sedang mengepel dan menyapu, "kalian?". tunjuk Alex membuat kedua teman Crys itu menoleh mendengar suara berat nan seksi itu, seketika mata mereka melebar tak percaya disapa oleh Pria paling berkuasa di Negara ini.


"dimana Crys? kalian temannya kan?". tanya Alex dengan serius.


"Crys.. Crys..?". beo mereka serentak dan saling pandang tidak mengerti.


"heeii? aku tidak ada waktu, dimana Crys? atau aku akan tembak kepala kalian". ancam Alex.


bukannya menjawab Tatan dan Butet segera bersujud meminta ampun, mereka rela mati jika ketahuan berbohong sebab kedua teman dekat Crys itu memang tidak pernah bertemu Crys beberapa hari ini.


Alex menyadari situasi bahwa kedua teman Crys takut padanya dan Ia melupakan hal penting untuk menyamar tapi sudah terlanjur ketahuan ya sudahlah bisa apa lagi Alex? Ia melenggang pergi dan pura-pura bertanya pada para pelayan Hotel dimana Ruangan Kerja Putra padahal sebenarnya Alex tau Ruangan tempat kerja Putra, anggap saja sebagai Alibinya yang pura-pura tidak kenal dengan Putra.


.


Putra menoleh melihat ke arah pintu saat ada yang mengetuk pintu, "masukk?". sahut Putra.


Putra berdiri dari duduknya melihat Alex lah yang mengetuk pintu, "T.. Tuan?".


"langsung to the point, dimana Crys?". tanya Alex dengan wajah datarnya.


"loh? bukannya Nona Crystal pergi dengan Tuan? kita berpencar di bandara kan?". tanya Putra balik sebab Ia memang tidak tau dimana Crystal berada.


"haissh..! kabari aku kalau Bunga Violetku datang dengan wujud Crys". pinta Alex serius lalu pergi dari Ruangan Putra yang menggaruk-garuk kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2