Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
kamu siapa?


__ADS_3

.


.


.


Mansion Keluarga Alex menjadi lebih sepi karna pemecatan massal yang dilakukan Dewi Par,


"Bu..? kenapa jadi sepi? ". tanya Bella yang baru saja datang di mansion tidak melihat para pelayan yang bersih-bersih.


"34 Pelayan yang ada dipecat oleh Nyonya nak". jawab Bu Ita


"ha? dipecat? kenapa? ". tanya Bella.


"apa karna Nona Crystal pulang? semua pelayan dipecat? ". tanya Bella lagi penasaran.


Ibu Ita menggeleng kepalanya, "bukan nak".


"lalu? ". tanya Bella.


"apa kamu tidak lihat berita tadi hmm? ". tanya Bu Ita.


"berita? ". Bella buru-buru mencari ponselnya.


"terlambat nak, Artikel sudah dihapus". kata Ibu Ita membuat Bella mengalihkan pandangannya ke Ibu Ita.


"memangnya artikelnya tentang apa bu? ". tanya bella.


"Artikel tentang Nona Crystal yang memiliki kekuatan super". jawab Ibu Ita.


"apaa?? apa mereka tidak ingat kontrak? semua Pelayan yang bekerja disini pakai kontrak kan? mereka di gaji mahal setara dengan gaji dokter karna harus bisa menutup telinga jika ada rahasia disini, dan tidak boleh berbicara mengenai masalah di Mansion ini". omel Bella.


"iya sayang, itulah masalahnya Ibu tidak percaya apa yang terjadi disini, tapi mereka seperti sudah terlatih sampai Ibu hampir tidak percaya kalau mereka itu ada yang menghianat". Ibu Ita.


Bella memijit pelipisnya, "dasar manusia..! pantas saja Tuan Muda dan Keluarganya begitu kejam pada Penghianat, rasanya menyebalkan sekali tinggal bersama seorang penghianat". geram Bella.


"iya nak..! lebih baik kamu ganti baju nak? bantu Ibu beres-beres ya? ". bujuk Ibu Ita.


"iya Bu". jawab Bella dengan patuh.


Mansion semewah itu dikerjakan oleh 1 orang itu sangat mustahil, bukan tidak mampu menggaji karyawan tapi karna penghianat terlalu berkeliaran sampai tidak ada celah untuk percaya pada salah satu pelayan saja, Bella membantu Ibu nya bersih-bersih Mansion.


"Eeh..? Nyonya? ". Bella kaget saat Dewi Par mengambil kain pel nya.

__ADS_1


"kamu kerjakan yang lain La". pinta Dewi Par.


"tapi Nyonya? ". bantah Bella tidak enak membiarkan bos bekerja namun melihat tatapan tajam Dewi Par membuat nyalinya menciut.


bella mengambil kemoceng tapi dirampas juga oleh Oma Endang,


"N.. Nyonya? ". Bella tergagap.


"aku sudah tua seharusnya lebih banyak bergerak biar panjang umur, kamu kerjakan yang lain". titah Endang sambil meregangkan tubuh nya.


Bella terpaksa mengerjakan yang lain, saat Ia mau menyapu di Ruang Tamu sudah ada Indiro yang bersih-bersih bersama Para Mafia bawahan Alex.


"ada apa dengan mereka?". batin Bella menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Bella yang sudah bekerja pun ke dapur namun menjerit seketika melihat Alex tengah belajar memasak menggunakan celemek,


"berisik". lirikan tajam Alex.


"maaf Tuan, maafkan saya, saya hanya tidak mengira semua orang bekerja Tuan, sejak kapan Bos bekerja seperti ini Tuan? ini sangat mustahil". Jelas Bella mengelus dada buru-buru menjelaskan alasan keterkejutannya.


"kami belajar mandiri". jawab Alex santai lalu mengibaskan tangannya.


Bella segera menunduk sopan dan pergi dari Dapur melihat gerakan tangan Alex itu sama dengan mengusirnya.


Bella bertemu ibunya yaitu Bu Ita baru saja selesai membuang sampah dari luar Mansion.


"mereka hanya merasa bersalah karna tidak menyangka membiarkan Pelayan memata-matai mereka, jadi mereka semua sedang berjuang sendiri supaya tidak memberi celah untuk mata-mata datang ke Mansion ini lagi". jelas Ibu Ita.


Bella mengangguk tak lagi berbicara karna mengerti alasan mereka semua.


beberapa hari kemudian,


di tempat lain,


Herlina seorang Pelayan yang dipecat di Mansion Keluarga Alex, Ia tidak berpihak pada siapapun hanya murni bekerja untuk mendapatkan gaji.


"dimana aku harus mencari pekerjaan?". gumam Lina berkaca-kaca lalu menangkup wajahnya dengan super sabarnya.


sudah beberapa hari Ia sudah tidak bekerja, Lina hidup sendiri tidak ada Ayah ataupun Ibu hanya Punya bibi (saudara kandung Ibu kandungnya), Ia tidak akan diterima pulang ke Rumah Bibi nya kalau sampai bibi nya tau Ia dipecat Bibinya itu pasti akan memaksanya menikah dengan juragan kaya yang sudah punya istri 4.


"bagaimana caraku mengirim uang ke Bibi 10 Juta? aku tidak bekerja lagi disana". gumam Lina.


"gara-gara penghianat itu aku juga kena getahnya padahal aku tidak ngapa-ngapain". gumam Lina frustasi sendiri.

__ADS_1


mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMA dengan gaji diatas 10 Juta itu mustahil, itu sebabnya Lina tidak pernah berniat menghianati Keluarga Alex tapi kenyataannya lebih banyak penghianat di Mansion Alex dibanding orang setianya.


"aaah?? ". pekik seorang Pria yang hendak mencopet tapi tangannya tiba-tiba terangkat seolah ada yang menggenggam pergelangan tangan Pria itu tapi wujudnya tidak terlihat.


"oo kau mau maling ya? ". teriak si Ibu dengan marah ke Pria itu.


Pria yang mau maling itu menggeleng kepalanya dengan wajah memucat, banyak orang yang melihat nya mulai berkumpul mendengar teriakan si ibu bilang maling.


"maling Pak.. Buk.. ini mau maling". teriak Ibu yang mau dicopet.


"i.. ini ada hantunya Bu..? tanganku tidak mau lepas.. tolong aku.. tolonggg!! ". teriak si pencopet gemetaran sampai terkencing dicelana.


Lina melihat hal itu segera berlari mendekati orang yang berteriak,


"mau mencuri ya? asal kau tau ya Pak manusia? kata Ibunda dan Ayahku mencuri yang bukan milik kita itu dosa besar". omel seseorang dengan suara halus namun tidak ada wujud.


"ha.. hantu..? hantuu?? ". si pencopet pingsan ditempat sampai terjatuh ke aspal tapi tangannya masih menggantung di udara seperti ada yang menahan tapi tidak ada yang terlihat oleh mereka.


si Ibu gemetar ketakutan, lalu dompet yang mau dicopet seperti melayang ke Ibu itu.


"itu barang milik Ibu". suara lembut itu kembali muncul lagi tapi tidak ada wujudnya.


"aaaaahhh... hantuuuu". semua orang berlarian kesana-kemari termasuk si Ibu yang ditolong sosok itu.


"siapa itu? kenapa suaranya mirip dengan Nona Crystal ya? suaranya sangat bening dan menghanyutkan". batin Lina.


"kau mengenalku? ". tanya suara itu dengan lembut.


"aaah?? s.. siapa kamu?". tanya Lina ketakutan melihat sekeliling seolah Suara itu dekat dengannya tapi tidak ada wujudnya.


"aku memang Crystal, kamu siapa? ". tanya Suara itu lagi.


"N.. Nona Crystal? be.. benarkah ini Nona Crystal? ta. tapi Nona dimana? kenapa saya tidak melihat Nona?". tanya Lina gelagapan.


Crystal memegang tangan Lina lalu Lina menghilang dari tempat itu meninggalkan si pencopet yang masih tak sadarkan diri, jika pencopet ketahuan oleh orang banyak pasti di pukul sampai babak belur lalu dilaporkan ke pihak yang berwajib, tapi tidak ada yang berani memukul si pencopet sebab semua orang lebih takut hantu dari pada pencopet.


Lina melebarkan matanya melihat sekeliling, "d.. dimana ini? ".


"ini pinggir hutan, kamu siapa? kenapa kamu bisa tau aku? ". tanya Crystal tiba-tiba menampakkan diri didepan Lina dan menatap gadis itu dengan pandangan bingung.


Lina membelalakkan matanya melihat paras Crystal secara nyata didepan wajah nya kini, sangat cantik dan menawan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2