
.
.
.
Crystal terbang ke arah Alex lalu menangis seketika melihat penampilan Alex yang begitu menyedihkan.
"Alex?". panggil Crystal dengan lemas.
Alex yang sudah bersimbah darah membuka matanya dan melihat sosok gadis yang sangat kuat tapi anehnya Alex sangat ingin melindungi Gadis itu walau kekuatannya tidak ada apa-apanya dibanding gadis itu.
"Crystal?". panggil Alex lalu mulutnya kembali mengeluarkan darah.
Crystal mengibaskan tangannya hingga kedua rantai yang mengikat tangan Alex terlepas, Crystal memejamkan matanya membawa Alex menghilang dan muncul di hutan Pulau Nethal.
"Alex?". panggil Crystal dengan mata kembali berkaca-kaca.
Crystal memejamkan matanya hingga air matanya terjatuh lalu tangan Crystal mengeluarkan cahaya terang dan meletakkan cahaya itu di kening Alex yang sembuh seketika tanpa ada 1 gores luka sedikitpun.
"Alex? bangun Alex?". pinta Crystal menangkup rahang Alex.
"hiks.. hiks..! aku tidak akan memaafkanmu, aku tidak bisa memaafkan penjahat sepertimu..! kenapa kamu harus mengorbankan semuanya ha? kamu bisa saja bahagia dan hidup abadi selama beratus-ratus tahun". isak tangis Crystal.
"tidak apa aku tidak bisa bereinkarnasi, itu sudah keputusanku untuk mengorbankan diriku supaya kamu tetap hidup tapi kenapa kamu harus melakukan pengorbanan seperti itu? kalau begini kamu akan terus menjadi manusia biasa selama 7 Reinkarnasi sekalipun".
Crystal menangis meluapkan kekesalannya pada Alex yang benar-benar menjadi manusia biasa, dulu Pria yang Crystal cintai ini adalah sosok Putra Mahkota dengan segudang prestasi sebab sangat kuat disebut-sebut sebagai maha dewa, dan layak dijadikan penguasa tapi karna Alex ingin hidup sederhana bersamanya, Alex mengorbankan hal itu dan memberikan tahta pada Kakaknya yang hanya anak dari Selir, namun cita-cita Alex tidak bisa di penuhi saat Kakaknya Vargo ingin memiliki Crystal mengakibatkan peperangan saudara diantara keduanya.
Crystal hanya ingin Alex bahagia tapi nyatanya Alex malah memberikan seluruh hidupnya demi memulihkan jiwanya yang sudah hancur, dan Alex melakukan semua itu hanya ingin bertemu lagi di reinkarnasi selanjutnya dengan Crystal walaupun Alex saat itu, Alex yang dikenal sebagai mahadewa yang sangat kuat di masa telah menjadi manusia lemah yang tidak punya kekuatan.
"apa yang kamu bicarakan Crystal?". tanya Alex terkekeh hingga terbatuk-batuk.
Crystal tersadar seketika, "Alex? kamu sudah baikan? mana yang sakit?". tanya Crystal membantu Alex duduk dan memegang bahu Alex sambil mengusap air matanya dengan sebelah tangannya.
mereka berdua persis seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.
"Kamu menyembuhkanku lagi Crystal?". Alex merasakan tubuhnya tidak lagi merasa sakit.
Crystal memukul dada bidang Alex yang merintih kesakitan, tapi Crystal terus saja memukul Alex sambil menangis sesegukan membuat Alex panik yang tidak tau apa-apa penyebab Bunga Violetnya itu menangis.
"Crystal? kamu kenapa?". tanya Alex dengan khawatir menangkup pipi Crystal.
Crystal masih menangis bahkan semakin sesegukan, Alex hanya bisa memeluk Crystal dan mengatakan hal-hal baik untuk menenangkan Crystal.
__ADS_1
"semua akan baik-baik saja". ucap Alex dengan lembut mengelus punggung Crystal.
Crystal meluapkan kesedihan serta rasa terharunya di bahu Alex, baju Alex memang koyak-koyak tapi tubuh Alex tidak ada luka sedikitpun berkat penyembuhan ajaib Bunga Violetnya itu.
Alex tersadar akan sesuatu, Ia mengedarkan pandangannya merasakan hutan ini terasa sangat asri dan damai, benar-benar sangat alamiah tanpa ada unsur campur tangan manusia.
"Aahh". Alex kaget melihat banyaknya kucing Caracal mondar-mandir didekatnya.
"aah... Gyraaa?". pekik Alex melepaskan pelukannya dari Crystal dan melangkah mundur melihat kucing terganas di dunia ada di dekatnya.
Crystal menghapus air matanya, "mereka teman-temannya Belang". jawab Crystal yang tidak takut dengan hewan pemburu mematikan itu sehingga setara dengan macan tutul atau harimau itu.
"be..benarkah? ta. tapi ini dimana Crystal?". tanya Alex melihat sekitarnya seperti memang merasa asing dengan tempat itu.
"ini Pulau tempat tinggalku". jawab Crystal.
"hah? ka.. kamu membawaku ke Rumahmu?". tanya Alex.
Crystal berdiri, Ia mengulurkan tangannya.
"aku berjanji akan menjagamu Alex". ucap Crystal dengan tulus.
Alex menatap Crystal dengan serius, "aku tidak mau kamu melindungiku Crystal, aku bisa menjaga diriku sendiri dan biar aku yang melindungimu". kata Alex dengan serius.
"baiklah". jawab Crystal yang tidak memperdebatkan kelemahan Alex di reinkarnasi keduanya saat ini adalah manusia biasa.
.
Crystal menggenggam tangan Alex yang tampak celingukan melihat hutan didekatnya, tiba-tiba Crystal menjerit langsung meloncat ke pelukan Alex.
"Aaahhh, Alex... ak.. aku aku takutt". pekik Crystal menyembunyikan wajahnya di leher Alex.
Alex mematung ditempat, Ia melihat sekeliling dan banyak monyet melompat-lompat didepannya, dan di dahan pohon pun banyak monyet bergelantungan.
"aah.. Iya..! Crystal takut monyet dan Lutung ya?". batin Alex tertawa lebar.
buggh..
Crystal memukul punggung Alex,
"aku mendengarmu Lex..! cepat bawa aku pergi dari sini!". teriak Crystal dileher Alex.
"iya". jawab Alex yang berjalan lurus mengikuti instingnya melewati para kawanan monyet itu, Alex menahan senyumnya merasakan cengkraman Crystal semakin erat di punggungnya seperti menandakan betapa takutnya Crystal dengan monyet itu.
__ADS_1
"aku ingin bertanya kenapa kamu takut Monyet Crystal? bukankah mereka tidak mengerikan?". tanya Alex penasaran.
"dulu saat aku berumur 6 tahun aku baru belajar terbang dipohon tapi tiba-tiba kumpulan para monyet menyerangku karna aku bawa pisang, sejak saat itu aku takut dengan monyet atau lutung, aku juga takut makan pisang". Crystal begitu terbuka pada Alex yang sudah Crystal ingat adalah kekasihnya di masa lalu.
Alex tersenyum, Ia merasa Crystal berbeda saat ini tapi mengapa Alex sangat senang?
.
Alex berhasil membawa Crystal keluar dari hutan pulau Nethal hingga Alex tercengang melihat betapa indahnya pemandangan Pulau tempat tinggal Crystal.
"huh". Crystal melompat turun dari tubuh Alex dan menyibakkan rambutnya dengan kikuk.
"ma.. mari makan Lex..! a.. aku lapar". ajak Crystal dengan gugup.
Alex mengelus kepala Crystal membuat senyum malu terbit di wajah menawannya itu.
Alex mengikuti Crystal hingga tiba disebuah rumah tunggal tidak ada rumah tetangga atau apapun disekitarnya.
"Ibundaaa? Ayaaaahh?". teriak Crystal terbang seketika menuju Rumah nya.
Alex terkejut lalu mengelus dada, "tempat ini sangat indah, disini tempat Crystal tumbuh besar". gumam Alex tersenyum berlari dengan langkah lebar menyusul Crystal.
teriakan Crystal membuat Rey dan Jessica keluar dari Rumah, mereka langsung menyambar tubuh Crystal yang terbang ke arah mereka.
"sayangg? kamu udah sehat nak?". Jessica bahagia mendengar tawa bahagia anaknya.
Rey pun terharu mendengar putrinya kembali riang, tidak masalah jika Crystal membuat kekacauan asalkan jangan terlihat menyedihkan saat Crystal mengingat masa lalunya yang menyakitkan itu.
"Alex?". Jessica kaget melihat Alex ada didepan matanya.
"Nyonyaa?? Tuan?". sapa Alex dengan ramah pada Kedua orangtua Crystal yang sangat Ia hormati seperti Raja dan Ratu baginya.
"Crystal? apa terjadi sesuatu dengan Alex? kenapa pakaiannya seperti itu?". tanya Rey penasaran.
"Crystal lapar". rengek Crystal.
Jessica pun membawa masuk anaknya begitu juga Rey mengajak Alex masuk ke Rumahnya yang tidak terlalu mewah seperti Mansion Asiantama.
.
.
.
__ADS_1