Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
masalah itu ada


__ADS_3

.


.


.


Tatan dan Butet mendatangi Ruangan Putra lalu melaporkan tentang Crys, tidak ada raut wajah marah di wajah Pimpinan mereka itu malah meminta Butet dan Tatan bekerja seperti biasa membiarkan Pria misterius itu membawa Crys.


di dalam mobil,


"aku kemarinnya lagi memakai uangmu Alex, ini aku ganti". rengek Crystal.


Alex tertawa dengan bahasa Crystal, Ia mengelus kepala Crystal, "simpan saja uangmu Crystal, aku memiliki banyak uang".


"benarkah?". tanya Crystal tersenyum lebar.


Alex mengulum senyum, Ia menggenggam tangan Crystal lalu mata peraknya melihat tangan mereka yang bertautan.


"kenapa aku jatuh cinta padanya terlalu mudah?". gumam Alex sangat pelan.


jika Alex berkata di pikiran maka Crystal akan mendengarnya lebih baik bergumam saja, Crystal tidak akan mendengarnya.


mata perak Alex bisa melihat wajah asli Crystal, tidak ada celah diwajah itu yang sangat cantik sungguh Ia penasaran ada hubungan apa dirinya dengan Crystal di reinkarnasi sebelumnya hingga Ia dan Crystal memiliki hubungan yang begitu erat.


"kenapa Andra menemui Crystal?". tanya Alex penasaran.


"ooh.. dia memohon padaku supaya mengerti bahasa binatang, entah bagaimana dia bisa menakhlukkan hati Ular sombong itu sampai tidak mau pulang hanya mau dengannya saja, tapi aku mengerti Pria jahat itu sangat menyayangi binatang". jawab Crystal.


Alex menggeleng kepalanya pelan, "Pria itu tidak berubah sama sekali". gumam Alex.


"hmm? siapa yang belum berubah?". tanya Crystal.


"dia..? dia musuhku juga yang pernah mencoba membunuhku dengan cara pengecut jadi aku balas dengan membunuh hewannya". jawab Alex.


Crystal seketika menoleh, "kenapa kamu membunuh hewan? apa salah mereka?".


Alex gelagapan, Ia lupa kalau Crystal adalah gadis yang berasal dari alam, terpaksa Ia berbohong kalau peliharaan itu sering membunuh hewan lain yang tidak bersalah.


"iya sih". jawab Crystal yang memang tau hukum rantai makanan itu.


"ini mau bawa aku kemana?". tanya Crystal mengedarkan pandangannya.


"aku ingin membawamu ke suatu tempat". jawab Alex tersenyum mengelus kepala Crystal.


.

__ADS_1


Crystal ternganga melihat taman bermain yang pernah Ia buat sepi karna ulah nakalnya yang belum mengenal alam manusia, tempat itu kembali ramai tak lagi sepi.


"jadi ramai?". tanya Crystal menoleh ke Alex memegang lengan Alex dan melompat-lompat ceria.


Alex tersenyum dibalik maskernya, Ia membawa Crystal bermain sampai puas.


"tapi kenapa kamu menyamar Lex? apa tidak panas?". tanya Crystal penasaran.


"tidak apa..! aku tidak mau membahayakanmu". jawab Alex dengan serius.


"apa aku akan dalam bahaya jika kamu memperlihatkan wajahmu?". tanya Crystal.


Alex mengangguk, "sekarang musuh-musuhku sedang mencari gadis bermata ungu dan berambut perak Crys, mereka sedang memburu sosok gadis yang kata nya jika dimiliki akan menguasai dunia ini".


Crystal tertawa kecil, "manusia memang jahat ya? tapi anehnya aku suka tinggal di dunia manusia, setidaknya aku tidak kesepian".


Alex tersenyum, "apa kamu tidak merindukan Ibundamu?".


"aku kadang-kadang pulang, karna aku meletakkan belang di sana". jawab Crystal.


"kenapa hewan berbulu itu tidak kamu bawa?". tanya Alex.


"dia tidak mau bosan". jawab Crystal terkekeh.


selama bermain, Crystal bermain salah satunya memanah dengan Alex tapi Ia hanya menonton Alex memanah.


Crystal melebarkan matanya, "a. apa itu?". gumam Crystal yang bisa melihat dengan jelas ingatan itu adalah wajah Alex, Crystal mengingat potongan ingatan itu cukup panjang tidak seperti sebelumnya sedikit-sedikit.


"Crys..? ada apa?". tanya Alex menangkup kedua pipi Crystal.


Crystal tersadar mendongakkan pandangannya ke arah Alex, "a.. aku melihat sesuatu".


"melihat apa? apa menakutkan?". tanya Alex.


Crystal menggeleng, "tidak menakutkan tapi aneh". jawab Crystal dengan jujur.


"selagi tidak menakutkan, itu tidak apa". Alex tersenyum dibalik maskernya lalu mengajak Crystal bermain lagi.


Crystal mengingat potongan-potongan ingatan itu semakin jelas saat Alex memainkan senjata-senjata kuno, Ia teringat perkataan Dewi kecantikan yang punya mata mirip dengan Ibundanya itu.


"apa itu bagian dari ingatan yang dikatakan Kakak cantik? tapi Bulan purnama masih lama". batin Crystal menatap Alex yang bermain pedang.


mereka menghabiskan waktu bersama, sesekali Crystal menoleh ke Alex, Crystal merasa aneh mengapa Ia ingin sekali mengingat dan mengumpulkan potongan ingatan itu.


.

__ADS_1


malam hari,


Alex mengantarkan Crystal ke Hotel, "terimakasih sudah mau menghabiskan waktu denganku Crys". ucap Alex memanggil nama panggilan Crystal di Hotel.


Crystal tersenyum lebar, "sama-sama, hati-hati ya? jangan sampai terluka". pinta Crystal dengan serius.


Alex mengulum senyumnya mencubit pipi Crystal yang hendak turun tapi tangannya ditahan oleh Alex, ternyata Crystal melupakan uangnya.


"hehe". cengir Crystal lalu Ia keluar membawa uang itu juga dari mobil Alex.


"aku sudah tenang melihatnya, sebentar lagi aku akan menemukan Pengecut itu mungkin di bulan purnama aku tidak bisa melihatnya". gumam Alex memikirkan hal buruk yang akan menimpa nya beberapa bulan kedepan.


Alex sudah mengatakan pada Crystal bahwa Ia akan sibuk selama beberapa bulan kemudian, Ia akan menumpas musuh-musuh berantai yang mengincarnya, Alex sedang mencari raja nya yang masih bersembunyi.


Crystal berlari riang memasuki Hotel tempatnya bekerja sesampainya di kamarnya, Crystal bersandar dibalik pintu kamar lalu merosot kebawah.


"sebenarnya siapa Alex? kenapa aku melihat bentuk Alex seperti itu? mata perak? rambut perak? ada apa sebenarnya? dia terlihat kuat dan tidak terkalahkan, apa itu memang Alex? tapi Alex hanya manusia biasa".


Crystal melihat langit, "Oh bulan purnama kelahiranku..! bisakah waktumu dipercepat? aku ingin melihat semua nya tanpa ada yang terpotong-potong, kenapa hatiku sedih mengingat sosok itu?".


Crystal berjalan ke arah kasurnya, Ia merebahkan diri disana sambil mengingat semua potongan ingatan itu, tidak terasa Crystal terlelap.


.


1 minggu berlalu tidak ada kabar dari Alex, Pria itu sudah mengatakan pada Crystal bahwa Alex akan sibuk mencari tikus-tikus kecil yang menginginkan kematiannya.


Crystal tau hidup manusia sangat rumit, Ia saja yang tidak punya kekayaan seperti Alex punya banyak masalah apalagi Alex yang punya segala nya.


"Crysss?? banyak wartawan di Luar Hotel". pekik Butet tiba-tiba berlari memasuki Ruangan yang sedang dibersihkan Crystal.


Crystal menoleh ke arah Butet, "kenapa bisa ada wartawan? aku tidak melakukan apapun".


"Feny..? Feny..? Model itu berulah, dia berakting seolah-olah kamu itu orang ketiga diantara mereka berdua dengan Tuan Andra". sahut Butet dengan geram mengingat sosok Feny yang cantik tapi hatinya buruk dan jahat.


"benarkah? tapi aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Andra". jawab Crystal dengan kesal menendang ember pel nya.


"lalu apa yang harus kamu lakukan Crys?". tanya Butet dengan frustasi seperti masalahnya sendiri saja.


"biar aku atasi". kata Putra tiba-tiba ada didepan pintu.


"ha?". cengo Butet melihat ke arah Putra yang juga turun tangan membela Crystal tapi Ia tidak berani berpikir Putra menyukai Crys malah Butet yakin kalau Putra melakukan itu demi Tuannya yang Ia dan Tatan ketahui adalah kekasih Crys.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2