
.
.
.
"itulah pertanyaannya Oma, aku juga tidak tau kenapa aku bisa melihat wajahnya dengan jelas, pertama kali Aku melihatnya aku melihat wajah Crystal berubah-ubah lalu saat aku lihat lagi dengan intens aku bisa melihatnya seperti penampilan aslinya, tapi saat dia sendiri melihat wajahnya dicermin hanya melihat wajah samarannya itu yang dilihat orang lain, kenapa hany Alex yang bisa melihat penampilan aslinya?". Alex pun terlihat bingung dengan keajaiban itu.
"bagaimana ciri-ciri wajah samarannya sekarang?". tanya Indiro.
"Rambut coklat tua, tinggi 155 cm, mata hitam dan wajahnya sangat imut seperti anak bayi". jawab Alex.
"kamu tau tempat tinggalnya nak?". tanya Dewi Par.
"maaf Oma, Mom, Daddy..! aku tidak bisa mengatakannya, biarkan dia bahagia dengan dunia nya yang sedang berusaha mengenal dunia manusia". Alex.
mereka terdiam saat Alex memilih pergi, Alex tidak menjawab pertanyaan mereka yang penasaran juga sudah sangat merindukan Crystal.
"kenapa Alex bisa melihat wajah aslinya ya?". gumam Indiro.
"itu karna mereka memiliki ikatan, aku yakin mereka memang sepasang kekasih di reinkarnasi sebelumnya, aku tidak tau bagaimana cara memecah ingatan masa lalu Alex dulu". jawab Dewi Par serius.
"hanya mereka berdua saja yang bisa mengingat masa lalu mereka di reinkarnasi sebelumnya, kita hanya bisa mengikuti takdir yang menyatukan mereka berdua". sahut Oma Endang.
"aku juga bingung mengapa Crystal punya kekuatan super, jika Alex memang kekasihnya di reinkarnasi sebelumnya bukankah seharusnya Alex juga harusnya sakti". sahut Indiro lagi.
"itulah teka-teki yang belum terjawab, Alex bahkan tidak mengingat apapun". keluh Dewi Par.
"dia hanya sibuk dengan dendamnya saja, musuhnya terlalu banyak". gerutu Indiro.
"itu juga musuhmu". sungut Dewi Par.
mereka berdua malah berdebat tentang musuh-musuh Alex hingga Endang mulai angkat bicata membuat pasutri itu terdiam tidak berani berdebat mulut lagi.
.
.
di Rumah Sakit,
"apaa?? kenapa bisa?". geram Rohan melihat ke-3 polisi bayarannya malah mengadu dengan rasa sakit di tubuh mereka.
__ADS_1
"bagaimana Tuan?". tanya Dian yang datang dengan kursi rodanya.
"Tuann?". rengek ketiga Polisi Pria gadungan itu ke arah Dian.
Dian menghela nafas berat, "kan aku udah bilang Rohan..! kamu tidak akan bisa mengutus orang menjemputnya, kamu aja bisa dibanting olehnya apalagi orang suruhanmu yang tenaganya belum ada apa-apanya denganmu". ledek Dian.
Rohan memijit pelipisnya, "aku hanya ingin bertanya apakah dia melakukan ini untuk menarik perhatianku? jika dia memang ingin menjadi pacarku, aku pasti akan menerimanya kenapa malah membuat drama seperti ini? tulang rusukku sampai remuk karna dramanya itu".
Dian menggeleng kepalanya, Ia merasa otak Rohan sudah terbentur karna masih bisa terlalu percaya diri dengan apa yang sudah gadis OG itu lakukan pada Rohan.
"dia tidak menyukaimu Rohan..! bisakah kau mengerti perkataanku? kenapa kau masih bersikeras berpikir bahwa gadis kecil itu menyukaimu?". rutuk Dian.
"kau..? lihat saja ya..? aku akan membuatmu sadar kalau gadis itu hanya mencoba menggunakan Trik untuk membuat drama benci menjadi cinta, aku tau semua itu karna aku sudah berpengalaman". jawab Rohan percaya diri.
"tapi kasusnya beda Rohan, kali ini gadis itu melemparmu dan membuatmu terkapar di Rumah Sakit, kalau dia memang suka kenapa harus membuatmu terluka ha?". Dian yang pintar pun menasehati Rohan yang terlalu percaya diri itu tentang Perempuan.
"aah.. sudahlah.! kau tidak mengerti karna kau tidak pernah berpacaran". Rohan pun menyalahkan Dian yang tidak pernah berpacaran.
Dian menggeleng-geleng kepalanya lalu membawa ketiga Pria suruhan Rohan yang terluka ke ruang perawatan untuk diobati.
"aku harus cepat sembuh biar menemui gadis itu langsung, tidak ada yang bisa menolak Pria sepertiku". kata Rohan yang seorang Playboy selalu mendapatkan perempuan manapun menjadi miliknya walau hanya sehari.
.
Rohan sudah sembuh dari sakitnya dan membawa buket bunga mawar merah memasuki Hotel DeLLun, Dian yang sudah sembuh pun mengikuti Rohan untuk menertawai Tuan sekaligus sahabatnya itu.
"sudah aku bilang Rohan..! kau harus terima takdirmu itu saat ada perempuan yang menolakmu, karma itu ada". batin Dian sejak tadi sudah tidak sabar melihat Bunga yang Rohan bawa itu dibuang ke tong sampah oleh gadis kecil bar-bar itu.
Riry terpekik melihat Rohan keluar dari Lift, Riry segera meminggirkan ember berisi kain pel nya.
"Tuan Rohan? ada perlu bantuan apa? apa bunga itu untuk saya Tuan?". tanya Riry menggoyang-goyang tubuhnya ke kiri dan kekanan.
"kau lihat? dia saja terpesona padaku apalagi gadis yang tidak ada menariknya itu". bisik Rohan ke Dian sambil tersenyum angkuh.
Dian mengangguk saja biar masalah selesai, Ia sudah yakin gadis kecil itu berbeda.
Rohan melewati Riry yang melebarkan matanya melihat Rohan tidak memberikan bunga itu padanya, Ia pun berlari mengikuti Rohan dan Dian, Rohan berjalan ke arah kanan lalu bertanya pada seorang perempuan seksi yang ternyata pelayan Hotel berpakaian seksi.
"Crys? disana Tuan". jawab wanita itu dengan senyuman.
"senyumanmu cantik sekali baby". Rohan merangkul pinggang Pelayan itu dan mengecup pipi wanita itu yang malu-malu.
__ADS_1
Rohan melirik ke arah Dian dengan bangga seolah menunjukkan pesona nya itu, Riry membelalak melihat hal itu.
Dian memutar bola matanya dengan malas, "coba saja pada gadis itu, pasti tanganmu akan di remukkan olehnya Rohan..! kenapa kau tidak sadar kalau gadis itu bukan gadis sembarangan, kekuatannya saja tidak sesuai dengan tubuhnya yang kecil itu". batin Dian.
"sampai jumpa nanti Baby". ucap Rohan dengan kedipan nakalnya membuat wanita itu semakin mengangguk malu-malu.
Rohan berjalan lagi diikuti Dian, "kau lihat Dian? tidak ada yang bisa menolak pesona ku..! tidak ada perempuan yang menolakku". kata Rohan dengan sombong.
Rohan melihat Crystal tengah bersenandung mengepel lantai,
"ekhem..! akan aku buktikan padamu tidak ada perempuan yang menolakku". kata Rohan dengan pongah ke Dian.
Crystal tengah sibuk mengepel lalu sebelah tangannya terangkat ke atas, "huhuuhuuu... huuuuhuuuu". Crystal memanyunkan bibirnya bersenandung yang nada tinggi nya.
"suaramu cantik sekali". puji Rohan dengan senyuman tampannya.
Crystal memutar kepalanya dengan bibir yang masih mengerucut, bukan karna sengaja melainkan karna nyanyiannya yang banyak irama Huuuuuu nya.
"bibirmu seksi sekali". puji Rohan dengan rayuan mautnya.
"hhmmftt". Dian menahan tawanya sekuat tenaga.
Crystal menekuk alisnya, "kenapa kau ada disini lagi? apa tulang rusukmu sudah sembuh? mau aku patahkan lagi?".
Dian kembali menahan tawanya, Rohan berdehem lalu memberikan buket bunganya itu ke Crystal.
"aku mau memberimu kesempatan menjadi pacarku..! aku akan menerimamu dan membuatmu bahagia selama menjadi pacarku". Ujar Rohan.
Crystal menautkan kedua alisnya lalu mengambil bunga itu membuat senyum Rohan mengembang sempurna sedangkan Dian menjatuhkan rahangnya tak menyangka Crystal menerima bunga Rohan,
namun tiba-tiba, "byuur...!! ".
Crystal menjatuhkan buket bunga itu ke ember air pelnya lalu menekan-nekan dengan kain pelnya seperti barang tidak berharga.
"lumayan untuk mengharumkan lantai". kata Crystal dengan santai membuat tawa Dian pecah seketika.
.
.
.
__ADS_1