Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
masih belum mengerti


__ADS_3

.


.


.


"ka..kamu beneran Violet?". tanya Lina memastikan sekali lagi.


Crystal melihat penampilannya sendiri, "iya aku Violetmu, hehe.. maaf ya". cengir Cystal takut menakuti Lina dan Sean.


"Kak Crystal? terimakasih sudah menyelamatkan kami, hiks.. hiks". Sean yang sudah tau arti meminta maaf dan berterimakasih memeluk Crystal dengan tubuh bergetar-getar.


"iya.. iya..! tapi kenapa kalian disini tengah malam?". tanya Crystal penasaran.


"ini semua salah aku kak..! hiks... hiks.. aku hanya ingin bertemu dengan Mbak Lina dan kabur dari Rumah tapi mereka malah menangkapku". isak tangis Sean.


"sudah.. sudah..? jangan nangis ya Sean? kamu mau jadi Spiderman kan?". tanya Crystal membuat tangis Sean berhenti seketika tapi masih sesegukan.


Lina tersenyum, matanya sudah bengkak karna menangis belum lagi Ia cegukan disertai sesegukan, sungguh jika tidak ada Crystal mungkin hidupnya sudah hancur.


"ayo kakak bawa terbang!". ajak Crystal membuat Sean tersenyum dengan sesegukan.


"jangan nangis ya?". bujuk Crystal menghapus air mata Sean yang segera mengangguk-nganggukkan kepala.


Crystal membawa terbang Lina dan Sean, Sean terlihat bahagia dengan mata sembab walau masih sesegukan di udara sementara Lina memejamkan mata dengan wajah yang kian memucat, Lina ingin jalan kaki tapi terlalu jauh ke Mansion Asiantama namun jika naik taksi tidak akan ada di jalanan sempit itu, karna sudah larut malam ya sudah pada akhirnya Lina terima saja ajakan gadis usil itu.


.


mendarat di Mansion Asiantama,


"sudah sampai kan?". senyum lebar Crystal melihat raut wajah Lina dan Sean berbeda jauh.


"terimakasih Kak..! aku merasa menjadi Spiderman malam ini". ucap Sean dengan bahagia dengan nada terputus-putus karna sesegukan.


Crystal mengangguk, "aku pulang! Bye..!".


"Bye?". balas Sean dengan senang.


"si Kakak bodoh itu bukan kakak bodoh lagi". gumam Sean tersenyum sambil cegukan.


Lina masih belum bisa menyapa Crystal sebab rasa takut dirinya dibawa terbang masih terasa di tubuhnya, kakinya bahkan tidak bisa bergerak.


"Mbak? Mbak kenapa?". tanya Sean.


"kaki Mbak lemas Sean". Lina terkulai lemas dan dibantu oleh Sean tapi tidak bisa tetap saja Lina terduduk di tempat yang penuh pasir itu, alhasil Sean pun ikut duduk bersila di hadapan Lina.

__ADS_1


Sean memuji kehebatan Crystal yang punya kekuatan super sementara Lina yang menganga mendengar rasa iri Sean yang mau punya kekuatan Super seperti Crystal, Lina bahkan takut dengan semua itu tapi Sean malah ingin punya kekuatan itu untuk menumpas kejahatan seperti idola Spidermannya.


.


ke esokan harinya,


Crystal mengepel lantai seperti biasa, para karyawan yang melewati nya pada sibuk menggosipi tentang nasib Feny yang berakhir di Rumah Sakit Jiwa.


"waah..! dia ketakutan banget ya sampai masuk Rumah Sakit Jiwa". batin Crystal tertawa cekikikan.


tiba-tiba sekelebat bayangan terlintas dibenak Crystal, yaitu Pria berambut perak menjerit memanggil Aurora yang segera menoleh ke arah Alex seolah-olah Crystal adalah Aurora.


prang..!


Crystal menjatuhkan kain pelnya, "apa itu?". gumam Crystal dengan raut wajah kaget.


"a.. aku tidak melihat Aurora, kenapa rasanya aku menoleh ke Alex saat dia memanggilku Aurora?". gumam Crystal.


duaaar..


"aaahh". Crystal meloncat kaget saat ada tangan yang menyentuh bahunya.


Butet dan Tatan pun tertawa lepas melihat raut wajah lucu Crystal yang kaget, mereka berdua malah semakin menggoda Crystal dengan mengulang gerakan Crystal yang sangat menggemaskan dan imut.


Crystal mengerucutkan bibir sambil menekuk kedua alisnya, "kalian tidak ada kerjaan apah? kenapa selalu mengagetkanku padahal kalian tau aku suka melamun akhir-akhir ini". dumel Crystal.


"sebenarnya apa yang membuatmu melamun Crys?". tanya Butet penasaran.


"iya Crys, ada apa sih? kamu selalu saja melamun padahal sebelumnya kamu tidak pernah melamun selalu saja ceria dan tenagamu saat bekerja selalu full seperti tidak ada habisnya". sambung Tatan juga.


"apa kalian akan membantuku?". tanya Crystal menoleh ke Tatan dan Butet yang segera mengangguk cepat.


Crystal mendengar pemikiran mereka pun tersenyum karna mereka berdua begitu tulus ingin membantunya, padahal suka sekali mengerjai Crystal dan sangat ingin tau apapun tentang masalah Crystal.


Crystal melihat kursi panjang pun segera duduk disana di ikuti oleh Butet dan Tatan, Crystal menarik nafas dalam-dalam.


"aku bermimpi ada seseorang yang memanggilku tapi anehnya bukan namaku". curhat Crystal.


"contohnya?". tanya Tatan.


"bukankah sudah jelas Tan, kamu tidak mengerti ya". kesal Butet sebab Tatan mengacaukan cerita Crystal seperti orang bodoh saja.


"misalnya namaku Crys terus orang itu memanggilku Aurora, tapi anehnya kenapa aku menoleh?". jawab Crystal dengan serius.


"itu artinya kamu ada hubungan dengan orang bernama Aurora itu". jawab Butet juga serius.

__ADS_1


"benarkah? tapi aku tidak tau siapa itu Aurora". Crystal memasang raut wajah bingungnya.


"aneh ya.. kok bisa gitu ya? tidak mungkin itu masa lalu mu di abad-abad sebelumnya kan? setau aku kita manusia pasti bereinkarnasi tapi tidak ada yang tau ingatan kita di reinkarnasi sebelumnya". Tatan.


Crystal terkesiap seakan mengerti sesuatu.


"aku takutlah kalau ingat reinkarnasiku yang dulu adalah hewan menjijikkan". gidik ngeri Butet.


"iya kan? bisa jadi reinkarnasiku dulu adalah Ular? buaya? atau dizaman kerajaan aku adalah seorang Pelayan raja". Tatan juga ngeri.


"tunggu..! maksud kalian bagaimana? apa ada Reinkarnasi sebelumnya berbeda dari Reinkarnasi sekarang?". tanya Crystal serius.


"iya". jawab Tatan dan Butet serentak lalu kembali bercerita tentang reinkarnasi.


"apa aku Reinkarnasi Aurora?". batin Crystal.


"tapi kenapa rambutku bukan perak seperti sekarang? sebenarnya apa yang terjadi? kenapa rambut Alex yang aku lihat Perak?". batin Crystal kembali melamun.


"apa menurut kalian mungkin kalau aku reinkarnasi sebelumnya memiliki warna rambut yang berbeda?". tanya Crystal menoleh ke Tatan dan Butet penasaran.


"tentu saja, tidak ada yang tau ingatan kita dulu kan?". kekeh Butet.


"lalu menurut kalian kenapa Pria yang kita lihat warna rambutnya berbeda dengan yang sekarang tapi warna rambut itu berpindah ke perempuannya? apa itu bisa terjadi?". tanya Crystal sekali lagi.


Ia benar-benar penasaran tentang sosok itu, apalagi masalah rambut yang membuatnya meragukan sosok Aurora adalah dirinya.


"kalau dizaman dahulu bukankah semua manusia hidup dengan kekuatan? mereka punya kekuatan untuk melawan manusia kan?". Tatan.


"aku permisi! ". kata Crystal tiba-tiba berlari meninggalkan Tatan dan Butet yang masih tidak mengerti Crystal.


"kenapa dia lari?". tanya Tatan ke Butet.


"kita bahkan belum membantu masalahnya". sahut Butet.


"tapi apa masalahnya itu nyata?". tanya Tatan dibuat bingung.


"lah.. iya.. kenapa aku merasa dipermainkan ya?". gumam Butet.


"aduuh..! kita tertipu lagi oleh si polos itu". Tatan memukul kepalanya.


mereka malah tertawa menganggap balas dendam Crystal sangat menarik hingga bisa membuat mereka terjebak lalu Crystal lari setelah membuat mereka kebingungan, Tatan dan Butet tidak berpikir pertanyaan Crystal tadi serius.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2