
.
.
.
Crystal berlari dengan riang keluar dari Hotel DeLLun, Ia harus membeli perlengkapan mandi nya yang sudah menipis.
"sepertinya berdasarkan ciri-ciri yang dikatakan Nona, itu adalah perempuannya Tuan". ucap salah satu Pria berpakaian hitam.
"ini dia gadis itu ya?". sambar seorang Pria dengan seringai ke Crystal.
"tanyakan pada Feny". pinta Andra yang sejak tadi memang menunggu gadis yang membuat hati kekasihnya kacau.
beberapa saat kemudian Feny keluar dari hotel dan berlari kecil ke arah Andra, "Sayang?". panggil Feny bergelayut dengan manja di lengan Andra.
"apa dia gadis yang membuat hati Beb-ku ini kacau?". tanya Andra menoleh ke arah Crystal yang tengah berlari riang sepanjang jalan menuju sebuah supermarket disebelah hotel.
Feny melihat ke arah itu pun mengangguk, "iya sayang..! memang dia yang membuat hatiku kesal".
"lakukan! ". titah Andra serius ke 3 Pria bawahannya.
"baik Tuan". jawab 3 Pria itu dengan hormat dan patuh.
Feny menyeringai menatap sosok gadis periang itu, "matilah kau...! hahaha... siapa suruh membuatku kesal". batin Feny begitu bahagia.
3 Pria utusan Andra berjalan dengan hati-hati tanpa sepengetahuan Crystal, sementara gadis yang mereka incar sudah masuk Supermarket dan membeli semua perlengkapan mandi nya.
"berapa semuanya?". tanya Crystal dengan mata berbinar.
"totalnya 2 juta 200 ribu Nona". jawab si karyawan
"aaih? kenapa mahal?". tanya Crystal kaget.
"harga sepatu ini 1 juta 800, Nona". jawab si Karyawan memperlihatkan harga sepatu yang Crystal masukkan ke dalam keranjang belanjaan Crystal.
Crystal melihatnya pun kaget sebab Ia juga tidak melihat harga sepatu itu, Crystal hanya memilih karna suka dengan bentuk sepatu itu yang sederhana tanpa tali tapi tidak tau harga nya semahal itu.
"ya udah deh..! pake ini aja". Crystal mengeluarkan Blackcard Alex membuat karyawan itu kaget.
Crystal sudah sering berbelanja di supermarket itu tapi tidak pernah memperlihatkan blackcardnya.
"nanti aku ganti uang Alex, sepatuku udah koyak". batin Crystal mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
si Karyawan dengan ramah menggesek kartu Sakti Crystal, jika memang punya Blackcard bagaimana Crystal mengatakan mahal saat belanja 2 jutaan? bukankah Blackcard itu tanpa batas? mereka di buat heran tapi Blackcard pemberian Crystal memang aktif dan bisa membayar belanjaan Crystal.
"terimakasih Nona". ucap para karyawan serentak.
"sama-sama". jawab Crystal menyimpan kartu sakti pemberian Alex.
Crystal berlari riang meninggalkan mereka semua, sesampainya di depan Lift, Crystal memasang sepatu nya yang sangat pas di kaki mungilnya padahal ukuran kaki Crystal sebenarnya juga panjang tapi dengan ukuran tubuh mungil tentu ukuran kaki juga kecil.
"cantik, hihi". Crystal menyimpan sepatu itu menggandeng plastik belanjaannya masuk Lift.
Crystal menikmati hidupnya sebagai Crys di dunia manusia, walau banyak yang menyebalkan tapi itu sudah sifat setiap manusia. keluar dari Supermarket entah mengapa Crystal merasa ada hawa jahat yang tengah mengincarnya.
"siapa sih?". batin Crystal berusaha untuk bertindak senormal mungkin.
"huhuhu... huhuuuuuuuu". Crystal bersenandung nada tinggi nya.
"hahaha". tawa 3 Pria berbadan besar dihadapan Crystal.
Crystal menghentikan langkah kakinya, "siapa kalian?". tanya Crystal dengan raut wajah polosnya.
"kau sangat menyedihkan anak muda, siapa suruh kamu mengusik Nona Muda kami". kata salah satu Pria dengan tawa menggelegar.
Crystal menautkan kedua alisnya, "nona muda kalian siapa?".
"sebenarnya kasihan tapi mau bagaimana lagi dia menyinggung orang yang salah, hahaha". sahut Pria lainnya.
Crystal mengerutkan keningnya melihat sebuah kotak misterius, Ia yakin ada sesuatu disana tapi tidak tau apa.
ketiga Pria itu segera melepaskan kandang Ular kobra yang sangat ganas, mereka bertiga segera berlari demi menyelamatkan diri, jika Ular itu dilepas maka harus membunuh 1 orang setelah membunuh dengan bisa nya Ular itu akan masuk ke kandang nya sendiri.
Andra merangkul pinggang Feny yang tengah tersenyum puas melihat Ular itu lepas, Crystal menatap Ular itu malah menghela nafas lega.
"untung bukan monyet atau lutung". batin Crystal yang lebih takut bangsa hewan itu dari pada Ular berbisa.
"aku pikir apa". gumam Crystal mengelus dada lalu berlari dengan riang mendekati Ular itu.
ketiga Pria yang tengah bersembunyi seketika merinding, mengapa Crystal malah mendekati Ular berbahaya itu, Andra pun perlahan melepaskan rangkulannya dari pinggang Feny sementara Feny melebarkan matanya.
"haiii? aku Crys". sapa Crystal melambaikan tangannya.
"ssstttt". Ular itu sepertinya tau Crystal adalah manusia yang sudah terbiasa hidup dengan alam.
"benarkah? kasihan sekali dirimu, ayo ikut aku! biar aku jitak kepala tuanmu itu". jawab Crystal mengulurkan lengannya.
__ADS_1
Ular yang dikenal sangat berbahaya itu perlahan melilit di lengan Crystal tapi tidak membunuh Crystal membuat ke-3 Pria bawahan Andra ingin sekali memuntahkan darah.
Crystal berlari ke arah Andra lalu berkacak pinggang dengan sebelah tangannya.
"kau...? kenapa kau mengurung ularmu ha? dasar manusia kejam..! kenapa kau melepaskan ular ini saat kau butuh saja lalu kau kurung di tempat kotor?". marah Crystal.
"a.. apa maksudmu? i.. itu peliharaanku". Andra tergagap melihat Ularnya tampak begitu dekat dengan Crystal seperti mendukung perkataan Crystal menjulur-julurkan lidahnya.
"ular ini juga lapar, kenapa kau memberinya hanya darah manusia? dia membunuh demimu tapi kau malah tidak memberinya makan". gertak Crystal.
"ba.. bawahanku mengatakan Ular itu tidak mau makan". jawab Andra tergagap, Feny melangkah mundur karna tidak mau terpatuk ular itu.
"itu karna kau memberinya makanan busuk, dia tidak mau ada tanah walau hanya setitik karna dia ini seorang Pangeran Ular". geram Crystal.
"kalau kau tidak mau merawatnya dengan baik biar aku lepas ke hutan". Crystal membawa pergi ular itu yang melilit di lengannya.
"t...tunggu..? b. bagaimana caraku merawatnya?". tanya Andra berlari menahan tangan Crystal.
"sssttt? ". Ular itu memperlihatkan mulutnya yang lebar ke arah Andra yang gelagapan.
memang dari semua Ular peliharaannya hanya Ular Kobra itu saja yang sulit untuk dijinakkan olehnya,
"dia sudah setia padamu karna kau sudah membalaskan dendam kekasihnya dengan membunuh pemburu itu, tapi kauu?? dasar manusia serakah..!". ketus Crystal.
"sudahlah Pangeran, tidak usah mau ikut dengannya ! aku akan membebaskanmu nanti". kata Crystal seolah membujuk Ular itu yang masih ingin bersama si manusia jahat menurutnya itu.
"tunggu...! ". Andra menghalangi jalan Crystal dengan membentang kedua tangannya di hadapan Crystal.
Crystal bersidakap dada saat Ular Kobra itu bertengger di bahu nya,
"ba.. bagaimana kau bisa berbicara dengan hewan itu?". tanya Andra.
Crystal terkesiap, Ia melupakan hal penting itu tapi Ia dengan cepat berpikir keras memikirkan alasan yang masuk akal.
"karna aku punya indera ke-enam bisa berbicara dengan hewan buas". jawab Crystal begitu meyakinkan.
"a.. aku akan merawat Pangeran Ular itu dengan baik, tapi beritau aku bagaimana cara merawatnya". pinta Andra menangkupkan kedua tangannya hingga rela menjatuhkan harga dirinya didepan Crystal demi Ular berbahaya itu.
Crystal memiringkan pandangannya ke arah Ular itu yang juga melihatnya seperti akrab saja, padahal mereka baru saja bertemu.
.
.
__ADS_1
.