
.
.
.
sesuai dengan janji Butet dan Tatan mengajak Crystal ke Museum Pahlawan yang terkenal.
Crystal melihat patung-patung Pahlawan serta senjata yang di abadikan, Ia melihatnya satu persatu hingga matanya berhenti pada sebuah tusuk konde berlambang Bulan Purnama Merah.
"ke.. kenapa hatiku sedih melihatnya". gumam Crystal berkaca-kaca memandang.
"Nona?". sapa seorang pemandu Museum.
"eeh.. iya". sahut Crystal gelagapan.
"ada yang bisa saya bantu?". tanya Gadis itu yang sedang magang dan bertugas menjelaskan tentang hal-hal sejarah pada pengunjung museum.
"ini apa? ini senjata?". tanya Crystal.
"ini tusuk konde dizaman kerajaan kita dahulu Nona, tanda bulan purnama merah ini adalah kekuatan inti dari Putra Pertama Raja kedua yang terkenal, tusuk konde ini buatan Pangeran Pertama untuk kekasih hatinya". jelas gadis itu dengan ramah.
Crystal mendengarkan semua cerita-cerita sejarah yang dikatakan oleh gadis yang menguasai ilmu sejarah itu, hingga Butet dan Tatan datang dengan raut wajah kesal sebab mereka berdua kehilangan Crystal yang pergi entah kemana meninggalkan mereka berdua.
"terimakasih". ucap Crystal ke gadis itu yang mengangguk.
Butet dan Tatan menarik lengan kiri-kanan Crystal sambil mengomeli gadis mungil itu tapi Crystal sedang tidak fokus memikirkan teka-teki sejarah itu.
"apa aku ada hubungannya dengan Alex? tapi yang dicintai oleh Alex itu Aurora, siapa Aurora? kenapa aku tidak bisa melihat wajahnya?". batin Crystal.
"kamu dengar kami nggak Crys?". sentak Butet.
Crystal tersadar, "ha?". cengo nya dengan linglung.
"Crys, kamu kenapa sih? kok sering melamun? ada masalah apa?". tanya Tatan heran.
"iya Crys, akhir-akhir ini kamu jadi aneh". sahut Butet.
"aku tidak aneh, hanya sedang kepikiran aja". jawab Crystal sambil tersenyum.
__ADS_1
Butet dan Tatan pun membawa Crystal ke lukisan Raja hingga mata Crystal terbelalak melihat salah satu lukisan yang Ia kenali sebagai Raja didalam alam mimpinya.
"ini siapa?". tanya Crystal.
seorang Pria muda yang juga bagian dari mahasiswa/i magang dengan ilmu sejarah pun datang menjelaskan pada Crystal bahwa Pria yang di tunjuk Crystal adalah Raja ketiga dalam sejarah, Crystal menatap tajam lukisan Pria berambut hijau dan mata hijau nya juga.
"Gila ya? Raja ketiga kita sangat tampan". kekeh Butet.
"apa ada dizaman sekarang?". tanya Tatan.
"Oppa-Oppa korea?". jawab Butet semangat.
mereka tertawa cekikikan, lalu membawa Crystal ke arah papan Silsilah Raja di Negara mereka berabad-abad tahun yang lalu.
Crystal yang tadinya diliputi rasa marah dibawa oleh Butet dan Tatan lalu Ia terdiam melihat sosok lukisan kecil berambut perak dan mata peraknya, hanya lukisan kecil tapi Crystal tau Pria itu adalah Alex yang Ia kenal sekaligus Pria yang ada dalam mimpinya mencintai sosok Aurora.
"ini mirip Alex kan?". tunjuk Crystal ke Butet dan Tatan.
Butet dan Tatan segera menutup mulut Crystal lalu tertawa canggung ke pengunjung lain yang terkekeh seperti menertawai perkataan Crystal yang tidak masuk akal.
"ayo kita pergi..!". ajak Tatan.
sebenarnya Crystal bisa menggunakan kekuatannya tapi Ia tidak mau menunjukkannya yang akan membuat semua orang di Museum itu tau.
sepanjang perjalanan pulang Crystal banyak diam sambil memikirkan masalahnya tentang sosok Pria yang mirip dengan Alex, Crystal merasa bahwa dirinya terlibat dalam kisah asmara Alex dengan kakak Alex yang seorang Raja tapi Ia tidak melihat dirinya yaitu Crystal sementara perdebatan kedua Pria gagah dalam mimpinya itu adalah tentang gadis bernama Aurora.
.
malam harinya,
Crystal kembali ke Museum dengan menutup raga nya, Tidak ada yang melihat Crystal yang tengah menatap tajam lukisan Pria yang dikagumi banyak setiap wanita yang berkunjung di museum, Crystal sengaja menyembunyikan raga nya supaya tidak tertangkap CCTV sebab keinginan Crystal saat ini adalah ingin menghanguskan lukisan pria yang membuat hatinya sakit seperti diremas dan anehnya Ia sangat membenci Pria itu.
Duarrr....!!!
"aku tidak peduli siapa Aurora tapi kau jahat dan kata Ibundaku orang jahat harus di hukum". kata Crystal dengan sinis melihat lukisan yang terbakar itu.
Crystal langsung menghilang dan tiba di kamarnya, Ia berjalan ke arah kasurnya dan duduk manis disana memainkan ponselnya.
"apa aku harus mencari sosok Aurora ya? tapi dalam sejarah tidak ada gadis bernama Aurora itu". gumam Crystal.
__ADS_1
"Alex pasti bahagia jika aku menemukan Aurora dan ku berikan padanya". gumam Crystal sambil mengangguk-ngangguk semangat.
awalnya Crystal merasa dirinya adalah kekasih Alex di zaman itu, tapi mendengar Pria berambut perak itu mengatakan sangat mencintai Aurora sementara Pria yang Crystal kenal adalah Alex dan namanya memang Alex, membuat Crystal percaya bahwa sosok Aurora itu bukan Crystal melainkan perempuan lain bernama Aurora.
ke esokan harinya,
Kabar lukisan Raja di Museum yang terkenal tiba-tiba terbakar, berita itu ada dimana-mana tapi dari rekaman CCTV tidak melihat ada penyusup masuk ke Museum itu, berita itu sungguh membuat para ilmuan kebingungan seolah ada hal mistis tapi tidak tau apa itu.
"Cryss?? ". teriak Butet berlari ke arah Crystal dan menyodor-nyodorkan ponselnya ke Crystal menunjukkan lukisan penting di museum terbakar.
"kenapa emangnya? aku tidak tau". jawab Crystal malah fokus dengan pekerjaannya.
Butet melihat Crystal seperti itu pun terheran, sebenarnya Ia dan Tatan melihat cara Crystal menatap lukisan itu dengan sengit seperti ingin merobek-robek lukisan itu dengan pisau silet, itu sebabnya mereka segera menarik Crystal melihat hal lain untuk mengalihkan perhatian Crystal terhadap lukisan itu, tak disangka Lukisan yang Crystal benci terbakar dan tidak tau penyebabnya.
"kenapa kamu biasa saja Crys?". tanya Butet.
Crystal menoleh ke Butet, "apa nya?".
"Lukisan yang kamu tatap benci terbakar, banyak perempuan modern kita menangis karna tidak bisa melihat lukisan Raja tampan itu lagi". jawab Butet.
"tampan? cihh.. tidak ada tampannya sama sekali, sangat jelek, jelek jelek jelek sangat jelek". ketus Crystal membuat kedua alis Butet bertaut tapi tidak berpikir bahwa Crystal yang menghanguskan harta sejarah penting itu.
"lebih baik aku pergi saja, sepertinya Crys sedang menstruasi". gumam Butet mengangguk-nganggukkan kepalanya lalu pergi dari Crystal.
Crystal tetap bekerja dengan serius, matanya berkilat tajam ke arah kain pel yang Ia pegang saat ini.
"memangnya kenapa lukisan jelek itu terbakar? apa pentingnya bagiku? aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya benci saja melihatnya". cerocos Crystal.
Butet menemui Tatan dan memberi tau tentang Lukisan di museum terbakar, mereka tidak menyangka lukisan itu akan terbakar lucu nya tidak ada api dari manapun jika memang ada kebakaran pasti semua lukisan akan terbakar tapi hanya satu saja yang terbakar, aneh dan hal itu membuat para Ilmuan sejarah yang terkenal jenius menjadi orang paling bodoh yang tidak tau apa-apa.
.
Crystal menatap lama wajahnya yang basah setelah mencucinya berkali-kali untuk menyadarkan diri.
"aaahhhh?? sebenarnya siapa Aurora? kenapa aku bermimpi tentang Alex dan Pria itu tapi tidak bertemu dengan Aurora". teriak Crystal tiba-tiba dengan kesal.
.
.
__ADS_1
.