
.
.
.
Alex melihat tatapan Manager Restaurant itu,
"cepatlah..! ". titah Alex.
"ba..baik Tuan". jawab Manager itu dengan tergagap.
Alex tidak melepaskan Crystal, mungkin Alex masih sangat menghargai malaikatnya itu tapi hal yang paling penting adalah menjaga Crystal supaya tidak terbang, menghilang, melayang seperti hantu membuat manusia normal ketakutan dan mengira Crystal itu hantu.
Crystal berjalan mundur namun tangannya masih digenggam Alex, Crystal seperti sedang takjub dengan Restaurant itu yang Ia pikir istana.
"aah". Crystal hampir tersungkur di tabrak seseorang namun ditarik cepat oleh Alex dan Crystal tidak jatuh.
Crystal berbalik menatap tajam orang yang menabraknya.
"Ah..? Ma.. M.. Maaf Nona.. maafkan saya". ucap Pria itu tergagap.
"mata Ungu? gila.. cantik banget, wajahnya tidak nyata? jadi ini gadis ramalan untuk keluarga Gila itu?". batin Pria itu terdengar oleh Crystal.
Crystal terkejut saat Alex mendorong kasar Pria itu sampai terjatuh ke lantai, Pria itu mendongak menatap Alex tak senang.
"jalan disini sangat luas kenapa merapat ke kami ha? kau sengaja menabraknya kan? ". sinis Alex dengan angkuh lalu membawa Crystal pergi.
Crystal membalik tubuhnya dan menjentikkan tangannya, tiba-tiba teriakan memecah lorong Restaurant itu ketika sebelah kaki Pria itu melayang ke atas dan kepala dibawah, Pria itu langsung tak sadarkan diri saking syoknya dengan kejadian aneh yang terasa mengerikan itu.
Alex menarik tangan Crystal dan menggenggamnya lebih erat, "jangan bermain dengan kekuatanmu". bisik Alex.
"sakit ditabrak olehnya seperti diseruduk badak". kesal Crystal mengerucutkan bibirnya.
Alex terkekeh, "kamu pernah diseruduk Badak". ledek Alex menonyor pelan kepala Crystal sebagai bentuk ejekan Crystal yang begitu polos.
.
di Ruangan terbaik, Crystal tidak tahan ingin terbang melihat seisi Ruangan tapi Alex sudah memberinya peringatan serius, jika Crystal bertingkah maka para manusia itu tidak akan membawakan Crystal makanan malah lari.
Crystal terpaksa menunggu Alex mengizinkannya terbang, Alex tersenyum tipis akan kepatuhan Crystal demi makan.
Alex memesan makanan untuknya lalu bertanya yang Crystal inginkan, Crystal menunduk dan masuk ke pelukan Alex dengan punggung membelakangi Alex namun mata besar Crystal melihat menu makanan yang di tunjukkan Alex.
"ini apa? ". tanya Crystal menunjuk makanan yang terlihat cantik dimatanya.
"ekhemm? yang mana? ". tanya Alex.
__ADS_1
"ini? ". tunjuk Crystal.
"mau?". tanya Alex
Crystal menunjuk semua yang Ia lihat cantik dan pada akhirnya Alex menggeleng kepalanya menekan kepalanya,
"kalau begitu kenapa aku harus bertanya hmm?". kekeh Alex yang merasa percuma saja bertanya pada Crystal yang ujung-ujungnya menginginkan semua menu makanan.
setelah memesan semua pelayan dan manager Restaurant pergi, pintu di tutup.
"silahkan kamu mau jungkir balik". Alex mengelus kepala Crystal yang memekik gembira.
Crystal seperti biasa mengacau memegang semua benda yang Ia lihat, Ia mengguncang hingga tiba di sebuah akuarium Ikan.
Crystal menatap lama Ikan-ikan itu membuatnya berubah kesal, Ia mengibaskan tangannya yang dalam sekejab Ikan itu hilang kembali ke Lautan lepas yang menjadi tempat asal Ikan-ikan hias itu.
"mereka mengurung kalian, kasihan sekali". batin Crystal dengan kesal.
Crystal tersenyum lebar setelah merasakan semua ikan-ikan itu sudah sampai ke alamatnya, Ia melanjutkan terbang kesana-kemari.
"Crystal jangan menghilangkan sesuatu ! atau mereka akan memasukkanmu ke dalam sel tahanan ah.. bukan manusia akan mengurungmu". peringatan Alex.
"menghilangkan apa? aku hanya memulangkan ke asalnya". jawab Crystal dengan santai.
Alex yang memainkan ponselnya seketika menautkan kedua alisnya, Alex mengedarkan pandangannya melihat benda yang hilang namun tidak menemukan apapun.
entah mengapa Alex merasa jika Crystal mengatakan memulangkan sesuatu ke asalnya membuatnya yakin ada benda yang hilang sebab Crystal tidak bisa berbohong, terlebih lagi Crystal punya kekuatan super.
Alex mencari benda yang hilang, saat Ia terus berjalan sampai melewati akuarium tiba-tiba Alex menyadari sesuatu, Ia melangkah mundur dan memutar kepalanya.
"aiishh..! kenapa kamu memulangkannya Crystal?". tanya Alex yang sadar ikan-ikan di dalam akuarium itu menghilang.
Alex tau jika ada Akuarium pasti ada Ikan tapi saat ini tidak ada Ikan sudah jelas perbuatan Crystal.
tok.. tok.. tok..
Crystal muncul di kursi sambil duduk manis, Ia tersenyum lebar menunggu makanan tertata rapi di meja makan yang sangat luas padahal Crystal kalau makan dimeja makan tidak seluas ini.
.
.
Alex melihat Crystal yang makan sangat lahap, Ia menoleh ke arah Akuarium yang penghuninya sudah tidak ada lagi karna ulah Crystal.
"apa kamu akan membebaskan hewan manapun yang kamu lihat? ". tanya Alex.
"tergantung kalau dia memang mau bebas". jawab Crystal tanpa beban.
__ADS_1
"jadi ikan-ikan tadi minta di bebaskan? ". tanya Alex.
Crystal mengangguk, "kalian sebagai manusia tidak boleh serakah, tidak masalah jika Ikan dijadikan makanan karna sudah hukum alam tapi jika mengurung mereka itu siksaan".
Alex terdiam tak bisa berkata-kata, hukum alam itu memang ada tapi Ikan-ikan itu juga sudah dibeli oleh manusia jika ada yang harus disalahkan itu seharusnya yang menangkap Ikannya kan?
selesai Makan Alex membawa Crystal pergi tapi Ia meletakkan nomor ponsel di meja makan, para pelayan merapikan Ruangan itu lagi tapi salah satu dari mereka tiba-tiba menjerit tak melihat ikan hias lagi.
"kenapa bisa hilang? tadi masih ada".
kehilangan itu pun dilaporkan ke Manager lalu mereka mencurigai Alex dan gadis berambut perak itu, saat si Manager hendak mendatangi Alex tapi terhenti saat ada pelayan yang memanggil dan memberi secarik kertas.
"Aku akan ganti..! hubungi aku nanti malam". pesan Alex lewat tulisan tangannya dibawah surat ada Nomor ponsel Alex.
.
"apa Ibunda dan Ayahmu tidak mencarimu?". tanya Alex penasaran.
"sebenarnya tidak boleh tapi dengan syarat aku harus menyembunyikan tubuhku". jawab Crystal dengan senang di dalam mobil Alex.
mata Crystal melihat ke arah jalanan yang Ia lewati dengan senyum cerianya.
Alex mengangguk, "pantas saja kamu menyembunyikan bentukmu, tapi walau membuat 1 negara geger karnamu apa kamu tetap tidak akan menampakkan bentukmu? ".
"iyaa, aku hanya menampakkan diri kalau aku mau atau tidak sengaja". jawab Crystal.
"lalu kemana aku mengantarmu?". tanya Alex.
"ke Istanamu..! aku mau ganti baju". jawab Crystal menyeringai lebar.
Alex mengangguk menekan kepala Crystal yang terlihat tidak terganggu kepalanya di elus oleh Alex.
Alex membawa Crystal ke Mansion Asiantama, gadis itu terbang seperti hantu menuju kamar sebelumnya menjadi kamarnya.
Alex masuk ke Mansion sambil tersenyum tipis.
"L.. Lex? ". Dewi Par mendekati Alex menunjuk ke arah gadis yang terbang tadi.
"iya, Crystal! numpang ganti baju". jawab Alex terkekeh.
Dewi Par berlari ke arah Kamar Crystal yang memang untuk Crystal, Alex tersenyum karna tau Dewi Par memang sangat menyukai gadis aneh itu.
.
.
.
__ADS_1