
.
.
.
selamat pagi semuanya... hehe.. bagi yang tidak sabar menunggu Crystal pintar pasti bakal terjadi, harap bersabar ya??kalau Crystalnya cepat pintar mah nanti Novelnya cepat tamat wkwk... terimakasih... selamat membaca....!!
.
.
malam-malam,
"Mommy? pulang sendiri?". tanya Alex dengan gemas melihat wajah merajuk Mommynya itu padahal sudah punya Alex (anak udah besar).
"Crystal pulang..! padahal tadi Mommy bawa ke Mal". jawab Dewi Par dengan lesu.
"terus bagaimana sayang? apa kamu bisa membawanya ke Mal?". tanya Indiro tiba-tiba muncul dan tak sengaja melihat wajah lucu Istrinya itu membuatnya semakin mencintai Istrinya saja walau mereka bisa disebut sebagai Pasutri tua.
"Mommy suka sekali membawa Crystal, rasanya Mommy punya anak perempuan yang masih berumur 7 tahun". jawab Dewi Par memberengut.
"lalu kenapa wajahnya Mommy ditekuk begini hmm?". tanya Alex tertawa.
"tiba-tiba dia menghentak-hentakkan kakinya dengan wajah lucunya itu dia bilang harus pulang karna Ibunda nya memanggilnya". jawab Dewi Par berjalan lesu meninggalkan suami dan Istrinya.
"semoga saja aku bisa membawanya lagi". gumam Dewi Par penuh harap.
Endang menyapa Dewi Par yang disahut lesu oleh menantunya itu, kening Endang mengkerut melihat ke arah Indiro dan Alex.
"kenapa mommymu Lex?". tanya Endang.
"biasa Oma, Crystal pulang disaat Mommy sedang bahagia membawanya". jawab Alex lalu memilih pergi ke kamarnya.
Endang dan Indiro berdua, "Istrimu kenapa bisa begitu Nak? dia seperti baru saja ditinggal anaknya keluar negri". kekeh Endang.
"Crystal sangat polos Ma tapi hatinya yang murni itu membuat Dewi Par tenang dan adem". jawab Indiro.
.
ke esokan harinya,
__ADS_1
Alex pergi ke luar kota untuk urusan bisnis, Ia jarang ke Perusahaan tapi Ia akan pergi jika dibutuhkan saja.
Crystal hari ini ada di Taman bermain, Ia menutup raga nya supaya tidak terlihat oleh manusia.
"aku ingin bermain kesini lagi..! manis-manis aku datang". pekik Crystal berlari dengan gembira ke arah Permen kapas.
ada suara tidak ada bentuk, situasi itu membuat beberapa orang yang mendengarnya celingukan mencari suara Crystal, sekali lagi terdengar teriakan beberapa orang melihat permen kapas berjalan sendiri dan melompat-lompat riang seolah ada yang memegang benda itu tapi tidak terlihat wujudnya.
"aaaaaa!! hantuuu".
untuk kesekian kalinya taman bermain itu kembali kacau saat para manusia ketar-ketir berlarian keluar untuk menjauhi hantu itu, sudah beberapa hari taman bermain itu sepi tanpa pengunjung, sekarang baru-baru ramai lagi namun hantu sebelumnya datang di Taman bermain itu.
Crystal meloncat-loncat senang sambil memakan permen kapasnya, Ia tidak menabrak siapapun entah mengapa Crystal jadi suka berjalan sambil melompat-lompat bahagia.
tiba-tiba pemilik taman bermain datang dengan membawa seorang dukun perempuan pengusir hantu,
"i.. itu hantunya Mbah". tunjuk seorang Pria paruh baya ke permen kapas yang melompat-lompat seperti ada yang memegangnya.
Mbah dukun itu menajamkan pandangannya, Ia bisa melihat banyak hantu ditaman bermain itu yang transparan tengah bermain tapi anehnya Ia tidak bisa melihat sosok yang memegang permen kapas itu dengan indera keenamnya.
"kenapa mbah?". tanya Pak Coy.
"masa sih mbah? tapi permen kapasnya terus saja habis seperti ada yang memakannya". jawab Pak Coy tidak percaya menunjuk lagi permen kapas itu.
"itu bisa saja Jin yang paling kuat sampai aku tidak bisa menembus wujudnya dengan mata batinku". kata mbah duk*n dengan serius lagi.
"lalu bagaimana mbah? hantu itu terus mengacau di tempat saya Mbah, nanti saya bisa jatuh bangkrut kalau hantu itu masih disini juga Mbah..! tolong Mbah usir dia ya mbah? saya akan bayar berapa saja yang mbah inginkan". pinta Pak Coy memohon.
Mbah duk*n itu pun dengan serius meminta uang 20 Juta sebagai bayaran sebab hantu itu sangat kuat, pak Coy iya-iya saja karna Ia tidak mau jatuh bangkrut.
Mbah duk*n mengangguk senang, "kalau begini kalau aku menggunakan seluruh kekuatanku pun tidak akan masalah".
"iya Mbah..! gunakan seluruh kekuatan mbah". sahut pak Coy mendukung asalkan Jin yang bisa menabrak orang dan memegang benda itu hilang.
Mbah duk*n pun mulai mengucapkan mantra dan menyembur-nyemburkan garam ke segala arah selama 1 jam, Ia membuka mata dan melihat dengan mata batinnya tidak melihat hantu anak-anak lagi.
"hantunya sudah hilang". kata si mbah dengan bangga mengelap keringatnya.
"mana mbah?? itu dia masih ada". tunjuk Pak Coy mulai merasa tertipu oleh mbah duk*n itu.
"apaaa? ". mbah itu melihat keatas dan terbelalak melihat es cream melayang-layang.
__ADS_1
"ba.. bagaimana bisa? itu bukan hantu sepertinya itu Jin sakti, itu keberuntunganmu". pekik Mbah duk*n.
"alaaahhh, bilang aja mbah bohong, mana ada hantu seperti itu membawa keberuntungan yang ada membawa petaka". teriak pak Coy dengan tatapan marah.
"aku tidak akan bayar ritual mu tadi, dasar duk*n penipu". maki Pak Coy hendak pergi namun ditahan oleh mbah duk*n.
"dasar kau tukang ingkar janji..! aku bisa memantraimu hingga kau benar-benar jatuh bangkrut jika kau tidak membayarku, aku sudah menghilangkan hantu anak-anak di Taman bermainmu tapi Jin itu aku tidak bisa menghilangkannya karna kesaktiannya melebihi kekuatanku". marah mbah duk*n dengan mata memerah.
glek..
Pak Coy takut tapi berusaha untuk menjadi berani sebab Es Cream itu masih melayang-layang tak jauh dari mereka, mereka jadi bertengkar dengan si mulut Mbah menyumpah dan mengutuk Pak Coy sementara Pak Coy memaki si Mbah duk*n yang Ia rasa penipu.
Crystal menghilang dari sana, Ia muncul di halte bus dan matanya berbinar melihat HerLina turun dari dalam bus.
"kok bisa sih aku salah naik bus?". gumam Lina dengan kesal sambil celingukan disekitarnya.
Crystal melompat-lompat senang tapi tidak memperlihatkan wujudnya, Ia mengikuti Lina yang naik bus lain menuju tempat kerja nya yang baru, Lina menjadi seorang babysister Duda tampan yang punya Anak laki-laki berumur 7 tahun.
"dimana ini?". gumam Crystal mengedarkan pandangannya tapi masih mengikuti Lina dengan cara terbang.
Lina merasa ada mendengar suara tapi Ia tidak berpikir kalau Crystal ada didekatnya, Lina memekik saat didepan pintu Rumah Tuan barunya di siram air paret.
Crystal melebarkan matanya sambil menutup hidungnya, Lina mengelap wajahnya dan Ia menghela nafas berkali-kali, Lina menangis menatap tubuhnya yang basah dan kotor.
"Sean? kenapa kamu jahat sekali? apa Tuan Al tau kelakuanmu?". tanya Lina dengan mata berkaca-kaca.
ini sudah kesekian kalinya Lina di perlakukan tidak baik oleh anak berumur 7 tahun itu,
"maka nya mbak Lin pergi aja..! siapa suruh mau jadi perawatku". kata Sean dengan angkuh.
Crystal yang kesal pun mengumpulkan air paret di tubuh Lina dengan kekuatannya sampai menggumpal seperti ada yang menampung air paret itu padahal wadahnya tidak terlihat dengan mata telanj*ng, lalu tubuh Lina bersih dari air paret itu dan Crystal melemparnya ke Sean yang terbatuk-batuk seketika tidak sengaja tertelan air paret itu.
"dasar anak jahat..!". pekik Crystal.
"han.. hantuu". Sean berlari tunggang-langgang sampai terjatuh melarikan diri dari Lina.
.
.
.
__ADS_1