
.
.
.
"bedeb*h!". maki 5 Orang yang tersisa.
mereka menembak kearah Alex yang dengan cepat menangkis dan menendang senjata mereka sampai terlempar cukup jauh.
Alex mendarat dengan gagah lalu memainkan pistolnya, "ternyata aku hanya dihadang oleh Pengecut yang bisanya bersenjata, pantas saja kalian sangat lemah". ledek Alex.
2 diantaranya sudah Alex tembak sampai mati, menyisakan 3 orang saja,
"kenapa kalian diam? apa karna tidak ada senjata lagi ditangan kalian?". tanya Alex menyeringai.
ketiga Pria yang tersisa memberanikan diri menyerang Alex tanpa senjata alias tangan kosong, Alex menyimpan senjatanya sebab Ia Pria sejati yang tidak akan menyerang dengan cara Pengecut, Jika musuh menjatuhkan senjata maka Alex juga tidak akan menggunakan senjata apapun alasannya jika musuh tak menyerang dengan senjata tentu Alex tidak akan melawan dengan senjata.
Alex mengelak lalu memutar kaki panjangnya menendang dengan kuat rahang Pria yang ada didekatnya sampai tersungkur ke aspal dan tak sadarkan diri.
"ayolah..! mana tawa kalian tadi?". sindir Alex tersenyum miring.
"sialan kau". geram orang suruhan si misterius itu.
Alex menjatuhkannya dengan mudah, tinggal 1 Pria yang ternyata hendak melarikan diri dengan cepat Alex mengeluarkan senjata apinya dan menembak kepala Pria itu.
"fyyuuh..! hanya tikus-tikus kecil berani mencela Crystal-ku". gumam Alex menggeleng kepalanya tak senang.
Alex menghubungi Botak yang dengan cepat si Botak tiba dengan membawa motor.
"kenapa motor? mana mobilmu? ". tanya Alex dengan datar.
"maaf Tuan, Mobil saya dibengkel sedang ganti oli dan ganti ban yang bocor". cengir Botak.
"apa kau hanya punya 1 mobil?". tanya Alex dengan datarnya itu.
"iya Tuan". jawab Botak.
"kenapa hanya 1? bukankah gaji kalian cukup besar untuk membeli mobil atau mengkredit mobil tiap bulan?". sambar Alex lagi.
"saya sangat hemat Tuan, Mobil 1, motor 1, Rumah 1 bini nanti juga 1". jawab Botak dengan bangga.
Alex memutar bola matanya dengan malas, "terserah kau saja..! singkirkan mereka semua dan ganti ban mobilku". titah Alex.
Botak melihat banyak orang yang tergeletak, ia tidak heran lagi akan hal itu sebab mereka semua memang selalu diintai musuh.
Alex melanjutkan perjalanannya dengan motor si Botak namun tiba-tiba Ia mendadak harus mengerem perlahan melihat seorang gadis cantik berambut perak melayang dari atas dan perlahan turun dihadapan Alex memijak aspal.
__ADS_1
"kamu kemana aja Alex? aku mencarimu sejak tadi". rajuk Crystal.
tebakan Alex memang benar, Crystal akan mencarinya untuk dibawa jalan-jalan dengan mobil.
"siapa anda?". tanya Alex dengan senyum usilnya.
"tidak lucu, mana bum-bum mu? aku mau naik Bum-bum itu lagi". Crystal memutar kepalanya melihat mobil yang biasa dikendarai oleh Alex.
"kali ini bukan Bum-Bumm.. tapi ngeng.. ngengg..! mau naik tidak?". kekeh Alex.
"apa itu ngeng-ngeeeng?". tanya Crystal.
"ini namanya Motor yang semalam itu Mobil, lain kali jangan sebut bUm-bum atau benda aneh lagi ya?". jelas Alex bukannya menjawab pertanyaan Crystal.
"ini Mo. tor? ". tanya Crystal
"iya, gunanya sama bisa jalan juga seperti mobil". jawab Alex menepuk tempat duduk dibelakangnya.
Crystal berlari kecil mengitari motor itu dan celingukan seolah berpikir sebab Ia tidak tau bagaimana cara naiknya, Alex meminta Crystal menjauh lalu Alex mengajari Crystal cara naik motor.
"aku tidak pakai helm jadi lewat jalan pintas saja ya?". Alex melirik ke arah Crystal yang tampak masih takjub dengan benda bernama Motor itu.
Alex menjalankan motornya seketika Crystal terjungkal kebelakang.
"aaah". pekik Crystal beruntung ia menggunakan kekuatannya dan mendarat dengan baik tapi membuatnya serangan jantung karna kaget tiba-tiba terjatuh.
Alex menghentikan motornya lalu turun dari motornya berlari ke arah Crystal, "apa yang sakit?". tanya Alex berjongkok menatap Crystal khawatir.
Alex terkekeh lalu kembali mendekati motornya, "turunlah? ". pinta Alex.
"kenapa aku harus turun? aku mau jalan". protes Crystal.
"aku harus naik kalau tidak bagaimana caraku bawa motor ini? apa kamu bisa jalankannya?". tanya Alex dengan sabar.
"aaaa.. begitu". Crystal pun dengan patuh turun dari motor Alex setelah melihat Alex duduk Ia kembali duduk manis dibelakang Alex.
"kali ini pegang aku! ". pinta Alex melihat kesamping.
"pegang? bagaimana?". tanya Crystal dengan polos mendekati Alex.
Alex menarik tangan Crystal dan membuat Crystal memeluknya, "begini".
"oh.. iya". jawab Crystal patuh memeluk Alex seperti anak yang baik.
Alex mengulum senyumnya, hatinya terasa tenang dipeluk oleh Crystal yang memiliki jiwa murni.
Crystal melebarkan matanya dengan mata kian berbinar saat angin menerpa wajahnya, Ia memekik kegirangan hingga Alex merasa seperti sedang membawa anak kecil jalan-jalan.
__ADS_1
Alex tiba di Mansion dan melihat Crystal disampingnya, "ayo turun..! ".
"kenapa turun? jalan lagi". rengek Crystal.
"nanti saja, aku lapar". jawab Alex menepuk-nepuk punggung tangan Crystal yang memeluknya.
"lapar?". Crystal mengerucutkan bibirnya terpaksa Ia meloncat turun dari motor itu dengan kekuatannya.
Alex turun dan menoleh ke Crystal, Ia heran mengapa rambut Crystal tidak berantakan padahal diterpa angin tadi, Alex sudah terbiasa dengan warna rambut Crystal yang berwarna perak.
"kenapa bibirmu hmm?". tanya Alex memegang dagu lancip Crystal dan terkekeh melihat bibir mengerucut itu.
"aku masih ingin bermain dengan benda ini". tunjuk Crystal dengan rengekan khasnya.
"nanti saja ya? kita makan dulu". Alex menarik tangan Crystal yang dengan kesal menghentak-hentakkan kakinya.
Crystal bisa saja menggunakan kekuatannya tapi mana dia tau cara menjalankan motor itu kecuali menerbangkannya ke udara mungkin Crystal bisa.
Alex menggeleng kepalanya membawa Crystal makan di Mansion, Dewi Par, Endang dan Indiro yang tengah menunggu Alex pun bahagia melihat Crystal dengan tampang lucunya itu seperti anak kecil yang tak diizinkan bermain keluar Rumah oleh Ibunya.
"sayangg? Mommy kangen". Dewi Par menangkup pipi Crystal yang berwajah masam.
"kenapa nak?". tanya Oma Endang.
Crystal melirik Alex,
"kamu apakan Crystal Lex? ". sambar Indiro dengan tatapan tajam.
"biasa Daddy..! dia minta diajak naik motor tapi Alex hentikan karna lapar". jawab Alex dengan santai.
"mau naik motor sayang?". tanya Dewi Par.
Crystal seketika tersenyum lebar dan mengangguk-ngangguk semangat.
"ayo sama Mommy aja". ajak Dewi Par membawa Crystal ke kamarnya.
Crystal dipasangkan rambut palsu, awalnya Crystal menolak tapi Dewi Par membujuknya dan akhirnya mau memakai rambut palsu, Crystal dipakaikan jaket kulit dan sepatu putih dengan ukiran cantik yang sampai mata kaki, tak lupa helmnya juga.
Oma Endang terkekeh melihat Crystal begitu bersemangat dibawa oleh Dewi Par dengan motor matic, sebelumnya bersama Alex dengan motor besar tapi dengan dewi Par menggunakan motor matic body besar.
"apa Mommy udah makan Oma?". tanya Alex.
"udah, tapi dia juga menunggumu". jawab Endang.
"biarkan saja..! Mommymu sudah makan, Mommymu itu juga sangat menyayangi Crystal yang merupakan kunci kebahagiaan kita kedepannya". ujar Indiro.
.
__ADS_1
.
.