
.
.
.
Crystal menghilang setelah numpang makan di Mansion Alex, tapi Dewi Par sudah bahagia merasa Crystal mengingat mereka walau hanya batas makanan saja.
.
.
"kenapa lagi?". tanya Lina dengan delikan nya ke Sean.
"apa yang harus aku lakukan?". tanya Sean dengan kikuk melihat arah lain.
"anak kecil sepertimu tau apa hah? belajar aja yang benar dapatkan juara umum dan kalahkan Papamu yang sombong itu". omel Lina.
"baiklah aku akan belajar". jawab Sean lalu meninggalkan Lina yang tercengang.
"apa dia benar-benar mau berubah?". gumam Lina tak percaya.
"kenapa aku malah ngeri?". Lina bergidik ngeri saat Sean memang patuh padanya demi dianggap baik oleh Lina dan bisa dibawa terbang oleh Crystal.
di kamar Sean sedang belajar dan sesekali Ia melirik gambar spidermannya yang Ia lukis beberapa hari ini, terbang? itu adalah impiannya.
"aku harus belajar yang benar lalu minta sama Mbak Lina untuk meminta pada Kak Violet membawa aku terbang". gumam Sean mengangguk-ngangguk,
selama ini Sean selalu juara satu tapi belum pernah Juara umum sebab Ia juga jarang belajar padahal Ia sangat pintar dalam hal mengerjai orang lain sampai trauma, sedang jarang belajar saja Sean pintar bagaimana jika Sean belajar? sudah pasti anak itu akan semakin pintar.
Sean melirik ponselnya yang ada panggilan masuk dari Papanya, "Apa Pa?". tanya Sean setelah mengangkat panggilan telfon Al.
"Sean? sedang apa nak?". tanya Al.
"aku sedang belajar Pa..! jangan menggangguku, aku sibuk". kata Sean dengan kurang ajarnya mematikan panggilan telfon Al yang pasti tengah menganga di negeri seberang sana.
seharusnya anak-anak lain akan mengomeli Orangtuanya yang tidak ada waktu untuk memberi kabar, tapi Al yang super sibuk meluangkan waktu 10 menit untuk anaknya tapi jawaban anaknya malah membuatnya tercengang, bukannya Al yang mematikan panggilan telfon tapi Sean lah yang menutup telfonnya terlebih dahulu. Al heran juga sejak kapan Sean mau belajar biasanya malah sibuk bermain game diponselnya saja.
.
sementara di tempat lain,
Alex menatap dingin surat pemberian dari orang asing yang membuat nya mengeluarkan aura menyeramkan dari tubuhnya sehingga para mafia bawahan Alex memilih pergi karna masih sayang dengan kepala masing-masing.
__ADS_1
"hai... Alex..! woow..! hebat juga kau bisa menghabisi bawahanku ya? kau memang Monster mengerikan saat melawan musuh tapi aku sangat menyukai gadis mata Ungu mu itu, dia sangat istimewa, jika aku memilikinya maka dunia akan berada dalam genggamanku, termasuk dirimu.. Hahahaha".
isi surat yang dibaca Alex, Alex meremas surat itu lalu menginjak-nginjaknya dengan tatapan nyalang ke depan.
"ERLANDO!!". desis Alex mengepalkan tangannya sampai jari-jarinya memutih kini kukunya yang mulai panjang melukai tangannya sendiri tapi tidak terlalu parah hanya goresan saja.
"Bunga Violetku hanya akan hidup bebas dengan kemauannya, kau tidak akan mendapatkannya bahkan aku tidak pernah memaksanya untuk bersamaku, jika kau menginginkan nyawaku aku bisa terima tapi kau mengincar Bunga Violetku tidak akan aku ampuni kau jika kita bertemu". gumam Alex dengan mata terpejam hingga air matanya jatuh.
air mata kemarahan yang ia tahan membayangkan Crystal akan menjadi incaran banyak musuhnya.
.
di Halte Bus,
Crystal muncul di tempat duduk menunggu bus tapi tidak memperlihatkan wujudnya.
"d.. dimana aku mencari buah semangka?". batin Crystal yang harus mencari buah keinginan Ibundanya tapi tidak boleh memperlihatkan wujudnya.
"apa aku cari Alex saja ya?". senyum lebar Crystal lalu terbang ke udara pergi ke Markas Alex.
Crystal sampai didepan gerbang Markas Alex, "eeh?? kok disini..! belum sampai, hehe". cengir Crystal menghilang dan tiba didepan Markas mewah Alex.
"manusia Alex...!! Manusia Alex?". teriak Crystal berlari dengan riang memasuki istana itu dengan ceria.
"Manusia? Manusia Alex dimana?". tanya Crystal.
Crystal memegang tangan Botak yang menatap Crystal naik-turun sebab si gadis bermata ungu itu melompat-lompat sampai mata Botak terasa mau lepas melihat Crystal.
"d.. di sana Nona, tanyakan pada yang lain ya?". jawab Botak menunjuk ke atas sambil menggeleng kepalanya yang terasa pusing.
Crystal berlari dengan ceria lalu terbang ke lantai atas membuat Botak mengerjab-ngerjab takjub, Ia sudah melihat Crystal bisa terbang dan menghilang tapi sungguh Ia masih belum percaya dengan keajaiban itu.
"tangan Nona itu sangat lembut". gumam Botak lalu Ia terbelalak seketika saat menyadari sesuatu.
"Tuan Alex tidak tau kan? aku bisa kehilangan tanganku kalau sampai dia tau tanganku dipegang oleh Nona hantu yang polos itu". gumam Botak menatap sekeliling lalu segera melarikan diri sebelum terlihat oleh Alex.
.
Crystal muncul di kamar Alex yang kaget dengan kedatangan Crystal,
"Crystal? ke. kenapa kamu bisa disini?". tanya Alex menurunkan kakinya.
"kakimu belum sembuh?". tanya Crystal penasaran.
__ADS_1
"hmm.. tidak perlu disembuhkan Crystal, aku baik-baik saja, terimakasih kamu telah menyembuhkan luka tembakku". Alex mendekati Crystal yang mengerjabkan matanya dengan polos.
Crystal melebarkan matanya seketika melihat bayangan lagi (ingatan) saat Alex yang bermata Perak dengan Rambut Perak menatapnya dengan cara yang sama bahkan sama-sama memegang tangannya.
"apa itu?". batin Crystal dengan raut wajah bingung.
"Crystal?". Alex menjentikkan tangannya didepan wajah Crystal.
"aaa". Crystal dengan polos menatap Alex.
"aku berterimakasih karna kamu menyembuhkan luka lenganku". ucap Alex dengan senyuman.
Crystal melihat lengan Alex, "aku juga sering menyembuhkan hewan buas saat di dor... oleh pemburu didesa ujung itu". jawab Crystal dengan raut wajah kesalnya mengingat luka-luka hewan yang seharusnya bisa hidup bebas malah dilukai manusia.
Alex terkekeh, "dor?". beo Alex mengelus kepala Crystal.
"iya Dor! ". jawab Crystal.
"kenapa kamu menemuiku? butuh bantuan?". tanya Alex yang merasa Crystal menginginkan sesuatu.
Crystal seketika berbinar lalu memegang tangan Alex dan melompat-lompat ceria mengatakan keinginan Ibundanya Semangka kuning tapi Ia tidak boleh menunjukkan wajahnya mengacau di dunia manusia, jadi Crystal bertanya pada Alex.
"aku akan belikan untukmu..! tapi aku akan minta seseorang ya? aku tidak bisa membawamu keluar yang nanti akan dalam bahaya". Alex mengelus pipi Crystal.
Crystal tidak mengerti mengangguk saja, Alex menghubungi bawahannya dan membeli semangka yang Crystal inginkan 1 Mobil.
Crystal ternganga melihat Semangka yang diberikan Alex, "t.. tapi Ibunda hanya minta 1 bulat saja". Crystal mengulurkan jari telunjuknya 1 sebagai protes sebab Ia tidak diminta bawa banyak semangka melainkan 1 saja.
"berikan semua ini, bukankah kamu bilang Ibundamu sedang punya dedek baru?". Alex
Crystal mengangguk dan menatap pemandangan itu, Alex benar-benar hebat bisa membawakan banyak buah untuknya yang mungkin tidak akan habis selama 1 bulan penuh di Pulau Nethal untuk makan bertiga.
"bawalah..!". pinta Alex.
"terimakasih". Ucap Crystal berubah ceria ke Alex yang mengangguk menekan kepala Crystal lalu menghilang bersamaan dengan buah semangka nya yang sebanyak 1 mobil itu.
bawahan Alex sampai tak bisa berkedip melihat pemandangan ajaib itu, sungguh keluarga mitos yang dikenal sebagai keluarga gila kini mendapatkan takdir si mata Violet yang merupakan gadis ajaib.
.
.
.
__ADS_1