GADIS LELANG

GADIS LELANG
Ke tempat pengasingan


__ADS_3

"Ma!!"


Jeritan itu terdengar jelas di seluruh ruangan berukuran besar tersebut, ada beberapa orang disana seperti sedang melakukan sesuatu.


"Mama!!"


Teriakan tersebut kembali terdengar, ya itu berasal dari mulut seorang gadis yang sedang berusaha dibekap namun anehnya seluruh penghuni rumah tidak ada yang menolong.


"Mama jangan lakukan ini aku mohon!!"


Suara itu seakan-akan angin bagi beberapa orang yang sedang melipat tangan di dadanya, seringai licik itu terlihat jelas dimata mereka.


"Nyonya saya mohon jangan bawa nona pergi," ucap salah satu pelayan yang sudah cukup dekat dengan Lexsa.


"Kau ingin ikut dengannya!" Teriak salah satu gadis di samping.


"Pengawal bawa dia juga!!"


"Jangan ma!!"


Pengawal sudah terlanjur membawa pelayan ikut pergi, mereka diseret keluar dari rumah menuju tempat pengasingan dimana tempat itu merupakan tempat yang paling di bencinya.


"Nona kita akan dibawa kemana," ucap Madam Choo dengan nada bergetar.


Lexsa hanya menjawab dengan gelengan kepala, dia sendiri tidak tahu akan dibawa kemana oleh pria pria bertubuh kekar di depan.


"Nona kenapa tidak terlihat sedih?" Tanya Madam Choo saat melihat ekspresi Lexsa datar tanpa rasa sedih.


"Madam Choo aku merasa sedikit tenang merasakan angin malam diluar seperti ini, aku baru pertama kali keluar malam seumur hidup," jawabnya.


Disaat Madam Choo terlihat khawatir Lexsa malah menikmati angin malam yang baru ia rasakan, Lexsa masih berusia 20 tahun dan tidak banyak yang ia ketahui sebab tuan dan nyonya Patricia tidak memberikan pendidikan seperti putri keduanya.

__ADS_1


Dari kecil gadis itu memang dirawat sangat baik bahkan berusia 12 tahun gadis itu sudah diberikan kebebasan untuk merawat dirinya seperti membeli perlengkapan kecantikan.


Beberapa saat kemudian mereka sampai ditempat tujuan, Lexsa kembali dipaksa turun namun gadis itu tidak melawan sama sekali.


Ceklek!!


Suara pintu terbuka dari dalam dan rumah tersebut terlihat seorang wanita berusia sekitar 40, dandanan menor mencolok dengan balutan lipstik merah merona ditambah pakaian seksi membuat wanita tersebut terlihat seperti istri rentenir.


"Nyonya kami membawanya hari ini."


"Alexandra Larossa, wahh gadis ini memiliki tubuh yang indah dan sangat cantik."


Wanita itu mendekat sembari memegang ujung dagunya dengan jari telunjuk.


"Lepaskan tanganmu!!" Ucap Madam Choo.


Plakk!!!


"Madam Sina kami serahkan nona Lexsa padamu."


"Baiklah."


"Sampai jumpa nanti saat acaranya dimulai," ujar Madam Sina dengan senyum menggodanya.


Bahkan senyum wanita tua itu masih bisa memikat para pengawal yang mengantar Lexsa ke tempat pengasingan.


"Hei kau mau kemana!!" Teriak Madam Choo.


"Madam sudahlah tidak ada gunanya," ucap Lexsa.


"Baiklah sayang ayo masuk kedalam," saut Madam Sina.

__ADS_1


Madam Choo menggelengkan kepala agar Lexsa tidak setuju namun gadis itu seperti memiliki rencana lain.


"Madam Choo sebaiknya kita tidak melawan mereka."


Madam Choo mengangguk patuh dia tahu betul Alexandra Larossa tidak sebodoh itu menyerahkan diri begitu saja.


Ceklek


Pintu kembali tertutup setelah langkah kaki Lexsa masuk kedalam, pintu itu seakan tidak mengizinkannya keluar kembali.


Wajah Lexsa tampak kebingungan setelah masuk kedalam dan melihat sangat banyak perempuan yang hanya menggunakan pakaian dalam bahkan beberapa diantaranya terdengar suara jeritan dari ujung lorong.


"Madam Sina apa yang dikatakan orang tuaku padamu?" Tanya Lexsa.


"Mereka tidak memberitahu mu sayang?"


Dengan polosnya Lexsa menggelengkan kepala, Madam Sina terlihat senang dengan kepolosan gadis itu karena mudah untuk membohonginya.


"Ahh mereka hanya menitipkan mu sementara disini."


"Jangan bohong, aku disini untuk dilelang!"


Langkah kaki yang terhenti dan suara dingin Alexsa membuat Madam Sina ikut berhenti saat akan mengantarkannya ke dalam kamar.


Wanita tersebut terkejut mendengar suara Lexsa, bagaimana bisa dia setenang itu datang ketempat seperti ini.


"Mm ee Lexsa kau sudah tahu segalanya jangan sampai kau kabur dari tempat ini atau aku...."


"Kau tenang saja aku tidak akan kabur asal kau memberikan tempat yang bagus untuk Madam Choo!"


"Nona..."

__ADS_1


Lexsa menyuruh Madam Choo diam dengan memberikan kode, gadis itu bisa tinggal dimana saja tapi dia akan merasa bersalah jika madam Choo ikut terlihat


__ADS_2