
"Jangan berbuat gila kau…"
Lexter kembali meraih tengkuk Lexsa lalu mendaratkan ciuman dan kembali menjelajahi ruang mulut Lexsa, gadis itu melakukan sedikit perlawanan namun rasanya tubuh itu tak munafik dan menerima Lexter melakukan apapun.
Lexter terus ******* bibirnya hingga ciuman itu berpindah ke leher dan membuat beberapa tanda disana.
"Shh!"
Tanda terakhir membuat Lexsa mengeluarkan erangan sebab darahnya terasa tersedot oleh mulut Lexter.
"Berhenti!"
Lexsa tidak ingin melanjutkannya lagi sebab mereka tidak memiliki hubungan apapun apalagi dengan kedatangan Ellen tadi cukup membuatnya sadar.
"Kenapa?"
"Meskipun kau membeli ku kau tidak melakukan itu, aku akan mengganti uangmu."
"Aku menyukaimu bodoh kenapa kau terus membicarakan soal uang, aku melakukannya bukan karena kau adalah gadis yang ku beli tapi karena aku memang menyukaimu," tutur Lexter sembari menatap manik hitam Lexsa.
Keduanya mematung setelah Lexter mengatakan isi hatinya, Lexsa menelan ludah sembari menatap Lexter yang masih memeluk tubuhnya begitu juga pria itu.
"Bu-bukankah kau menyukai Ellen," ucap Lexsa sembari melepaskan tubuhnya dari pelukan Lexter.
"Menyukai Ellen?"
"Ya, buktinya tadi dia datang kemari," jawab Lexsa ketus.
"Ohh karena itu kau mau keluar dari rumahku?" Tanya Lexter.
"Ti-tidak!!" Jawab Lexsa tegas.
Lexter kembali mengangkat tubuh Lexsa lalu mendudukkannya di kursi kerjanya sembari menyalakan komputer.
"Aku bertanya soal Ellen kenapa kau menyuruhku duduk disini."
"Lihat dulu."
__ADS_1
Lexter memutar cctv di layar komputer dan terlihat jelas Ellen di usir dari sana dan sepanjang Ellen berada di rumah itu ia tidak melihat Lexter disana.
Lexsa menyembunyikan senyum nya karena salah menilai Lexter, itu membuatnya malu dan wajah memerah.
"Sekarang masih ingin pergi?" Tanya Lexter.
Lexsa menggelengkan kepala dengan pelan meskipun ia menutup wajahnya.
"Lexsa aku belum bisa memberikan status yang pasti padamu tapi kau harus tau bahwa aku menyukaimu."
Lexsa mengangguk dan mengerti mengapa Lexter belum bisa memberikan status yang pasti sebab ia merupakan pemimpin baru La Cosa Nostra dan akan menjadi pusat perhatian banyak orang lagipula ini untuk kebaikan Lexsa agar tidak dikejar-kejar wartawan nanti.
Tok…tok…tok
Arkan membuka pintu sebelum ia diizinkan masuk dan tentu saja ia melihat adegan keduanya yang sangat dekat.
"Tuan bisa bicara sebentar?"
"Katakan saja."
"Lea sudah sadar dan mengenai anak buah tuan Pandev dia hanyalah kambing hitam yang terpaksa menjebak nona Lexsa, keluarganya menjadi sandera tuan Pandev tapi saya sudah mengurus mereka."
"Baik tuan muda, itu saja saya permisi." Arkan segera keluar dari ruangan tersebut karena ia merasa sedikit mengganggu.
"Lexter boleh aku meminta sesuatu sebagai hadiah?" Tanya Lexsa.
"Katakan apa yang kau inginkan."
"Aku ingin bertemu pengasuh ku, dia masih sangat muda aku takut dia di tahan di rumah lelang itu."
"Siapa namanya?"
"Choon Hee aku biasa memanggilnya madam Choo dirumah."
"Baiklah."
Lexter mengambil ponselnya dan menghubungi Arkan yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
'ada apa tuan muda?'
'masuk keruang kerja'
'baik'
Arkan kembali ke ruang kerja, tak sampai 30 detik ia kembali membuka pintu sebab jaraknya cukup dekat.
"Hubungi madam Sina tanyakan soal Choon Hee."
"Baik."
Arkan menghubungi madam Sina sesuai perintah lalu membesarkan volumenya agar semua mendengar jawaban madam Sina.
'halo tuan muda Arkan ada apa menelpon? Sangat sangat jarang kami menerima panggilan dari anda,'
'madam aku…'
'kami membuka pemesanan seorang gadis tuan, anda ingin yang seperti apa?'
'aku tidak memesan seorang gadis aku hanya ingin memastikan apakah ada seorang perempuan bernama Choon Hee?'
'ti-tidak ada'
Mendengar jawaban gelagapan madam Sina membuat ketiganya tidak percaya pada ucapan wanita itu.
'madam aku sedang mencari perempuan itu jika ada ditempat lain beritahu aku, aku akan membelinya dengan harga tinggi,'
'ha-harga tinggi? Berapa tuan?'
'100 juta.'
'maaf tuan harga itu sudah ditawar oleh orang lain tapi wanita itu cukup sulit ditaklukkan.'
'berarti Choon Hee disana.'
Madam Sina terdiam, dia berhasil masuk ke dalam jebakan Arkan tanpa ia sadari.
__ADS_1
'300 juta siapkan perempuan itu sekarang, aku datang 30 menit lagi,'