GADIS LELANG

GADIS LELANG
62


__ADS_3

Arkan mengerutkan dahi mendengar pertanyaan wanita itu, ia langsung memegang pergelangan tangan Choon Hee dan mematikan alat pengering rambut.


"Maaf jika uangku belum mencukupi kebutuhan mu, aku akan bekerja lebih keras lagi," ucapnya.


Sekarang Choon Hee yang bingung bagaimana menjelaskannya. Selama pernikahan mereka seluruh keuangan disimpan oleh Choon Hee dan jumlahnya diluar nalar.


"Ti-tidak bukan begitu aku sangat bosan dirumah dan tidak ada pekerjaan jadi mungkin lebih baik aku mendaftar pekerjaan di kantor mu tapi aku benar-benar tidak ingin mengandalkan mu, aku ingin mendapat pekerjaan sendiri," tutur Choon Hee.


"Jadi office girl?" Tanya Arkan dan kembali menyalakan alat pengering dengan senyum tipis.


"Aku lulusan terbaik di universitas kenapa kau memberikan lowongan office girl," jawab Choon Hee cemberut.


"Aku bercanda kau bisa melamar pekerjaan di LA Group, mereka sedang membutuhkan accounting manager dan sekertaris kau coba saja melamar, aku tidak akan membantumu jadi kau harus lebih bekerja keras dengan giat ya."


"Cihh kau meremehkan ku ya."


Choon Hee sedikit kesal meskipun ia tetap merapikan rambut Arkan dan memakaikan jas untuknya.


Setelah selesai keduanya keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan, Choon Hee dengan cekatan menyiapkan sarapan untuk Arkan dan mengambil untuk dirinya.


"Selamat pagi!"


Ucapan semangat itu terdengar dari ujung pintu yang sedang terbuka lebar "nona?"

__ADS_1


Lexsa langsung berjalan menuju meja makan dan memeluk Choon Hee, kemarin mereka tidak sempat berbicara banyak karena Lexter membawanya pulang lebih awal.


"Nona silahkan sarapan," ucap Choon Hee.


"Ah aku sudah sarapan tadi kalian lanjutkan saja."


"Nona terimakasih sudah datang kemari, aku harus pergi ke kantor sekarang maaf tidak bisa mendampingi," saut Arkan.


"Hei cepat sekali tambah sarapan mu tuan," ucap Lexsa.


"Terimakasih tuan aku harus datang tepat waktu jika tidak tuan muda akan menegur nanti."


"Ah ya baiklah nanti ku peringatkan dia tidak terlalu keras padamu," ucap Lexsa.


Arkan berjalan menuju pintu utama membawa ponsel dan tas kerjanya sembari melihat ponsel untuk melihat informasi hari ini dari sekertaris sementaranya.


"Jangan main ponsel dijalan itu tidak baik dan hati hati," ucap Choon Hee.


Arkan melihat kebelakang dan ternyata istrinya menyusul sedari tadi, pria itu benar benar sangat nyaman tinggal bersama Choon Hee.


"Terimakasih aku akan pergi sekarang," ucapnya.


"Aku akan mengirim makan siang nanti ingat habiskan dan bawa pulang wadahnya," kata Choon Hee.

__ADS_1


"Iya aku mengingatnya setiap hari kau lebih sayang kotak bekalnya kan."


Arkan membuka mobil dan perlahan keluar dari gerbang rumah hingga menghilang dari pandangan Choon Hee. Wanita itu kembali masuk kedalam setelah melihat Arkan pergi dari kantor.


"Waahh pelayanan istri yang satu ini sangat baik," goda Lexsa.


Choon Hee hanya menanggapi dengan senyum sembari membersihkan meja makan "kurasa itu memang sudah kewajiban seorang istri nona," jawab Choon Hee.


"Apa kau menyukai tuan Arkan madam?" Tanya Lexsa.


Choon Hee mengerutkan alis dengan pertanyaan Lexsa, ia pun tidak tahu jawabannya karena Arkan memperlakukan Choon Hee dengan baik tapi setelah malam jebakan itu ia tak pernah menyentuh Choon Hee lagi walaupun mereka tidur di ranjang yang sama.


"Entahlah nona aku hanya menjalani tugas saja seperti ibu melayani ayahku dulu," jawabnya.


Lexsa mengangguk setuju sebab dulu sebelum ibunya meninggal ia selalu melayani suaminya dengan sangat baik.


"Nona sendiri bagaimana dengan tuan muda?" Tanya Choon Hee balik.


"Bagaimana apa? Kami tidak ada hubungan," jawab Lexsa dengan lesu.


"Benarkah? Dari matanya tuan muda sangat menyukai mu nona."


"Entahlah aku juga tidak tahu, ayo temani aku ke universitas mendaftar kuliah setelah itu aku harus pergi bekerja."

__ADS_1


__ADS_2