
"Tuan muda apapun yang terjadi kita harus mendapatkan satu wanita disini," ucap Arkan.
"Untuk pemuas nafsu mu?" Tanya Lexter.
"Ck untuk mengambil hak mu," jawabnya kesal.
Lexter mengangguk namun seolah tak percaya seorang wanita bisa melakukan hal sebesar itu.
"Perhatian perhatian semuanya pelelangan akan segera dimulai mohon untuk menghadap ke panggung."
Pembawa acara telah memulai acara pelelangan sedangkan Lexsa telah dipisahkan dari madam Choo karena gadis itu harus bersiap siap di belakang panggung.
Acara pelelangan dimulai dengan hikmat, mereka memulai dengan barang barang antik agar tak diketahui oleh pihak kepolisian.
"Membosankan ayo pergi!" Ucap Lexter.
"Tu-tunggu!! Tuan muda tunggu sebentar jika tidak mendapat apa yang kau inginkan aku akan menggantung diri ku," ucap Arkan.
Lexter tidak jadi berdiri dan kembali duduk setelah mendengar ucapan Arkan, dia sangat bosan dengan omong kosong pria itu dan dia ingin melihat bagaimana Arkan menggantung dirinya.
"Baiklah para tamu undangan yang kami hormati sekarang pelelangan terakhir kami menyediakan sesuatu yang cukup menarik."
Satu kotak berukuran besar di angkat ke panggung dan dalam hitungan ke tiga kotak tersebut terbuka.
Satu...dua...tiga!
__ADS_1
Prok!!! Prok!!! Prok!!
Tepuk tangan dari berbagai arah terdengar dimana mana saat melihat seorang gadis hanya mengenakan bikini untuk menutup tubuhnya, gadis itu terlihat agresif dengan riasan tebal di wajahnya.
Tentu saja itu bukan Lexsa sebab bukan hanya dirinya yang menjadi bahan lelang.
"Kami mulai dengan harga 4 M tuan tuan silahkan."
"5 M!" Ucap pria di ujung sana.
"5,5 M!"
"6 M"
"Bagaimana tuan muda?" Tanya Arkan saat melihat tidak ada tanda tanda Lexter menginginkannya.
"Baiklah tuan tuan kami memberikan barang terakhir dan harganya tentu tidak murah, silahkan keluarkan!"
Dari belakang panggung Lexsa menepis tangan pengawal yang akan memasukannya ke dalam kotak besar tersebut dan langsung naik sendiri ke atas panggung.
Tentu pakaiannya bukan bikini seperti yang lain, ia mengenakan dress hitam yang dikenakan dari rumah tadi, madam Sina menepuk kepala dengan kelakuan gadis itu.
"Ba-baiklah kita mulai dari 10 M."
Bahkan pembawa acara gelagapan melihat Lexsa berdiri di dekatnya menghadap para tamu.
__ADS_1
"11 M!!"
"15 M"
"17 M"
Harga yang ditawarkan kali ini sangat mahal dan cara Lexsa keluar dari panggung sangat berbeda sehingga tamu menyukai aksi gadis tersebut.
"20 M" ucap pria paruh baya di depan panggung.
Lexsa membulatkan mata jika harus berhadapan dengan orang tua seperti itu tapi ada untungnya juga dia bisa mendorong tua Bangka itu nantinya.
"Bagaimana tuan tuan 20 M dikunci?"
Tidak ada yang berani menawar lagi sebab harga itu sudah terdengar pantastis bahkan Arkan sudah habis meminum wine nya toh Lexter tidak akan bergerak.
"50 M"
Byuuurrrrr!!!
Uhuk....uhuk...uhuk!!
Arkan tersedak saat mendengar Lexter mengucapkan beberapa kata yang membuatnya sakit tenggorokan.
"50 M terkunci selamat kepada tuan muda Lexter La Cosa Nostra anda bisa membawa gadis ini nanti di belakang panggung beserta jaminannya."
__ADS_1
Lexsa memperhatikan pria yang berani menawarnya jauh di atas rata rata sebab ia mendengar tadi di belakang panggung Lexsa sudah ditargetkan dengan harga 20 M.