GADIS LELANG

GADIS LELANG
69


__ADS_3

Selesai bekerja Lexsa pulang dengan bus seperti biasa, meskipun ia seorang sekertaris namun gadis itu belum mampu membeli mobil dan dia tidak ingin pulang bersama Lexter karena takut akan membuat rumor di kalangan karyawan.


"Huuhhh sangat menyebalkan seharian ini dia sibuk dengan nona Nancy," keluh Lexsa sembari menenteng tasnya dengan lemas.


"Hai Lexsa kenapa kau terlihat lesu," sapa Louis dari belakang.


Lexsa semakin tidak berniat menanggapi pria itu karena ia tau Louis pria playboy dan sekarang dia berani memanggil Lexsa dengan panggilan biasa.


"Ahhh kenapa kau lagi," keluhnya.


"Tidak senang aku menemani menunggu bus?"


"Sama sekali tidak!" Jawab Lexsa dengan tegas namun Louis hanya menanggapi dengan bibir terangkat.


"Lagipula untuk apa kau kemari sana pulanglah," usir Lexsa dari tempat duduk halte.


"Kau pikir aku orang kaya? Aku juga sedang menunggu bus."


"Ahh ya ku kira kau orang kaya."


Louis menggelengkan kepala dan dengan antusias mencari topik pembicaraan lain namun Lexsa tidak tampak sama sekali untuk bercanda ataupun berbicara.

__ADS_1


"Ini kartu nama ku kau bisa datang kerumah ku kapan saja kebetulan aku baru pindah," ujarnya.


Sedikit Lexsa melirik alamat dalam kertas yang dipaksa Louis untuk memegangnya.


Rumahnya tidak jauh dari perumahan Lexter, batin Lexsa.


"Aku punya beberapa daging di kulkas kau bisa datang nanti malam dan..."


"Aku sibuk," potong Lexsa sebelum Louis selesai berbicara.


"Baiklah kapan kapan saja." Louis melihat ketidak nyamanan Lexsa terus di ajak berbicara sehingga ia hanya diam menikmati hawa bus.


Beberapa saat kemudian Louis keluar terlebih dahulu sebab rumahnya tidak jauh dari halte sedangkan Lexsa turun sedikit lebih jauh untuk menghindari Louis.


Lexsa bersembunyi sebelum wanita itu melihatnya dan disisi lain Lexter yang ikut berada disana merasa ada sesuatu dari kejauhan namun tak kunjung ia temukan bahwa yang janggal itu adalah Lexsa.


"Mereka terlihat akrab," gumamnya sembari memperhatikan Nancy.


"Aku tidak mungkin menunggu wanita itu keluar dari rumah mungkin saja mereka harus makan malam, aku akan menemui Choo."


Lexsa segera mengeluarkan ponselnya namun ia teringat sesuatu bahwa madam Choo sudah menikah tidak mungkin merepotkan nya dengan urusan seperti ini.

__ADS_1


"Aku tidak punya teman siapa yang harus ku hubungi."


Lexsa menggigit bibir bawahnya sembari berpikir siapa yang bisa ia hubungi dan ketika merogoh kantongnya gadis itu menemukan sebuah kartu nama yang baru saja diberikan Louis.


Tanpa berpikir panjang Lexsa langsung menghubungi pria itu "halo?" "Ya siapa?" Tanya seorang pria dari balik telepon.


"Ini Lexsa."


"Ahhh kau Lexsa aku sudah bilang kau akan membutuhkan ku, ada apa?"


Lexsa sebenarnya kesal dengan pria itu namun ia tidak punya pilihan lain.


"Aku akan datang ke rumahmu sekarang juga," jawabnya dengan ragu ragu.


"Benarkah?" Tentu saja suara terkejut Louis terdengar sebab pada saat di bus ia seperti tidak memiliki harapan gadis itu mau berteman dengannya.


"Ya aku akan segera sampai."


"Baiklah aku akan menyiapkan makanan untukmu, rumah ku di lantai 45 kamar 356 ingat itu ya."


"Ya baiklah."

__ADS_1


Keduanya memutuskan sambungan lalu Lexsa memasukkan ponselnya sembari menatap kedalam rumah untuk sekilas lalu keluar meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2