
Hari demi hari berganti sesuai dengan jadwalnya tepat hari ini merupakan hari penyambutan presiden La Cosa Nostra Group yang baru dan sah secara hukum.
Tuan Louiston pun sedikit demi sedikit membaik namun ia tidak ingin mengambil pusing mengenai perusahaan di masa tuanya, ia menyerahkan seluruhnya pada Lexter.
Dan setelah Lexter mengucapkan isi hatinya hari itu hubungan keduanya semakin membaik, Lexter tidak pernah memakai nada tinggi ketika berbicara dengan Lexsa namun untuk sifat dinginnya belum bisa hilang.
"Dimana semua orang ayolah cepat sedikit," ucap tuan Louiston.
"Tuan muda sudah siap sebentar lagi akan keluar," jawab Arkan.
Beberapa saat kemudian Lexter keluar diikuti dengan Lexsa dari lantai atas. Pria itu menunggu Lexsa menuruni anak tangga lalu berjalan bersamaan.
"Kau sangat cantik," puji tuan Louiston pada Lexsa.
"Terimakasih tuan besar," jawab Lexsa dengan senyum manisnya.
Tak bisa dipungkiri Lexter pun tertegun melihat Lexsa dengan gaun biru tua yang memperlihatkan setiap lekukan di tubuhnya yang indah, rambut kerli mendominasi kecantikan gadis itu dan sebagai penyempurna penampilannya.
__ADS_1
"Kenapa menatap ku begitu apa ada yang aneh?" Tanya Lexsa saat memperhatikan tatapan Lexter.
"Tidak," jawab Lexter dan langsung mengalihkan perhatiannya.
Meskipun pria itu sudah mengatakan perasaannya ia tetap sama seperti dulu, dingin dan acuh seperti sekarang bahkan sesekali Lexsa merasakan kata kata yang pernah dikatakan Lexter padanya hanya ucapan sebagai tanda terimakasih.
"Kau sudah menyiapkan pidato mu?" Tanya tuan Louiston.
"Sudah pa."
"Baiklah kita harus berangkat sekarang," ujar tuan Louiston.
Sedangkan Lexsa satu mobil dengan Choon Hee didampingi supir sekaligus bodyguard mereka, mengingat Lexsa adalah kunci dari keberhasilan merebut La Cosa Nostra Group mereka harus menjaga gadis itu dengan ketat.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di depan gedung La Cosa Nostra Group, semua media yang sedang gempar dengan pemilik asli La Cosa Nostra Group menyerbu lokasi penyambutan presiden baru.
Setelah tuan Pandev tertangkap berita tersebar luas Lexter yang mengelola LA Group adalah pemilik La Cosa Nostra Group bahkan beberapa negara pun gempar dengan pemberitaan tersebut.
__ADS_1
Perusahaan yang berdiri dibidang pemasaran itu kini menjadi perusahaan terbesar bahkan belum mampu dikalahkan oleh perusahaan manapun.
"Silahkan tuan muda."
Sepatu hitam bermerek itu terlihat keluar lebih dulu sehingga para media menyorot bagian sepatu terlebih dahulu barulah Lexter keluar perlahan.
Para wartawan saling berhimpitan ingin mengambil gambar Lexter yang jarang terlihat di media, hanya namanya yang dikenal orang namun wajahnya nampak hanya sesekali.
Ketampanan seorang presiden tersebut membuat beberapa wartawan wanita pangling dan tidak ingin melewati kesempatan untuk menatapnya.
"Astaga tuan muda Lexter sangat tampan aku sangat menyukainya," bisik mereka.
Sebelum melewati red karpet pria itu menyuruh pengawal untuk mundur dari kursi roda tuan Louiston, ia ingin membawa papanya sendiri masuk kedalam acara.
Hanya wajah dingin yang ia perlihatkan di depan kamera, Lexter benar benar tidak suka dirinya terekspos namun itu salah satu resiko menjadi petinggi.
"Silahkan tuan muda acaranya akan segera dimulai," ujar pemandu acara.
__ADS_1
Lexter mengangguk dan mengambil tempat duduk yang telah disiapkan, para karyawan kantor pun duduk rapi untuk menyambut Lexter.