GADIS LELANG

GADIS LELANG
bab 40


__ADS_3

'apa?' tanya Lexter.


'aku tidak melihat penjaga yang kemarin membawa kotak bekal ke ruang brankas, kemungkinan sudah di pecat oleh tuan besar. Bisa carikan datanya?'


'kau sudah memastikannya?'


'sudah tuan muda dan dia diganti dengan office boy lain'


"Baiklah informasinya akan segera dikirim Arkan, kau tidak bekerja? Kenapa menghubungi Arkan saat jam kerja'


"Ah itu tadi tuan besar ada meeting penting tapi Lea yang menyiapkan berkas jadi aku tidak bisa presentasi dan diperintahkan bekerja seperti biasa'


'baiklah'


Keduanya memutuskan sambungan setelah selesai berbicara.


"Lexsa sudah mengirimkan mu satu foto, cari tahu data pria itu."


"Baik tuan muda."


Disisi lain Lexsa masih terus mengerjakan sisa pekerjaan kemarin hingga tuan Pandev kembali.


"Ini berkasnya tuan besar,"


"Rosa Beltrame aku ingin bicara denganmu."


"Baik tuan besar."


Lexsa duduk di kursi menghadap kedepan sembari menatap tuan Pandev.


"Kau sudah bekerja cukup banyak untuk perusahaan, aku tersanjung akan hal itu." Ucapnya memulai percakapan.

__ADS_1


"Ah tidak tuan ini memang sudah pekerjaan saya."


"Direktur direktur dari perusahaan luar negeri sangat menyukai kinerja mu bahkan mereka mencari mu saat meeting tadi."


Lexsa hanya membalas dengan senyum manis mendengar pujian tuan Pandev.


"Baiklah aku hanya ingin mengucapkan itu padamu, nikmati waktumu untuk sekarang karena aku harus menemani klien makan siang dan lokasinya cukup jauh dari sini."


"Saya akan menemani anda tuan besar," ujar Lexsa.


"Tidak perlu, Lea sudah mengambil bagian mu untuk hari ini jadi kau duduk manis menikmati waktumu anggap saja sebagai waktu luang bekerja."


"Terimakasih tuan."


"Baiklah aku harus pergi sekarang." Tuan Pandev beranjak dari tempat duduknya dan mengambil blazer yang digantung didekat mejanya


"Hati-hati tuan besar."


Tuan Pandev membalas dengan senyum manis dan keluar dari ruang kerjanya sembari menyeringai tipis hampir tak terlihat.


Gadis itu menunggu tuan Pandev pergi dari perusahaan terlebih dahulu, ia memastikan mobil tuan Pandev pergi dengan klien klien tadi.


Setelah semuanya aman Lexsa diam diam mengambil kunci brankas di laci lalu dengan cepat menuju ruangan tersebut.


Lexsa membuka ruangan itu dengan mudah dan memasukinya untuk kedua kali. Tak ada yang berubah dari ruangan itu dan matanya terus menatap satu pintu rahasia.


"Aku yakin ada sesuatu di dalamnya.".


Lexsa segera mengais tanah di dalam pas bunga yang ia jatuhkan waktu itu dan tidak butuh waktu lama untuk menemukannya.


Gadis itu segera membuka pintu rahasia dan ia terkejut karena kunci itu cocok sehingga pintunya terbuka lebar.

__ADS_1


Saat memasuki ruang rahasia tersebut Lexsa berjalan dengan sangat pelan karena tak ada pencahayaan apapun disana.


"Apa dugaan ku salah," gumamnya.


Sejenak gadis itu ragu dan memang benar OB waktu itu hanya mengambil kotak bekal dari dalam.


Namun sesaat ketika ia ingin kembali, gadis itu menemukan satu kunci lagi tergantung. Ia mengambilnya dan kembali berjalan lebih dalam.


100 meter dari pintu pertama ia kembali menemukan pintu kedua dan mencoba membukanya dengan kunci yang ia temukan tadi.


Tkk!!


Pintu kembali terbuka, Lexsa semakin penasaran namun resiko masuk kedalam akan menghancurkan segalanya namun persetan dengan itu ia sangat ingin tahu isi di dalamnya.


"Apa tidak ada orang?!" Tanya Lexsa dengan sedikit berteriak.


"Ahh bodoh!!"


Lexsa menggerutui dirinya sendiri karena menanyakan hal bodoh, mana mungkin ada orang di dalam ruangan gelap seperti itu.


"Ah sudahlah ini hanya lorong tak berujung, aku kembali saja," ujarnya.


"Mhh!!!"


Lexsa terbelalak dengan suara tersebut, ia mencoba kembali mendengarkan suara itu namun tak ada.


"Aku harus kembali." Ia benar benar takut dengan hantu dan suara tadi bisa saja berasal dari hantu yang ingin mengerjainya.


"Mhh!!"


Dua kali mendengar suara itu Lexsa berputar memastikan arah suara ia tidak mungkin salah dengan telinganya sendiri.

__ADS_1


"Ada orang?" Tanya Lexsa.


Walaupun hantu akan menjawabnya gadis itu siap sebab ia sedikit penasaran karena suaranya bukan perempuan melainkan pria.


__ADS_2