GADIS LELANG

GADIS LELANG
64


__ADS_3

"ambil saja nona tidak masalah," jawab Choon Hee.


"Benarkah?" Choon Hee mengangguk meyakinkan Lexsa.


Keduanya pergi membayar pakaian, Choon Hee juga melihat beberapa baju sesuai dengan karakternya namun tidak ada yang pas sehingga membelikan Lexsa saja.


"Totalnya 235 juta nona."


Lexsa terbelalak mendengar harga baju yang selangit itu, Choon Hee pun sedikit shock dengan totalnya namun tetap membayarnya agar Lexsa tidak malu.


"Madam aku janji akan mengembalikan uangmu nanti harganya sangat mahal," ucap Lexsa.


"Tidak perlu nona lagipula ini pertama kalinya aku menemani mu pergi berbelanja anggap saja kau berhutang dan akan mentraktir ku saat kau mendapat gaji nanti," tutur Choon Hee.


"Benarkah? Mm aku janji akan membawa mu ke tempat yang mahal ketika gajian nanti," kata Lexsa.


Choon mengangguk dengan senyum manis, keduanya kembali namun Lexsa pergi ke kantor untuk bekerja sedangkan Choon Hee kembali kerumahnya menyiapkan makan siang untuk Arkan.


Haahhh!!!


Lexsa meletakkan belanjaannya di sofa lalu duduk sebentar sebelum mulai bekerja lagipula masih jam istirahat.


Tok...tok...tok


Lexsa melihat pintu lalu mendekat dan membukanya "iya ada apa?" Tanya Lexsa setelah melihat seseorang tak dikenal.


"Permisi nona saya Amelie sekertaris tuan muda," jawab amalie.


"Ah ya ya aku tau ada apa nona?" Tanya Lexsa yang bingung.


"Nona tuan muda akan meeting sebentar lagi dan dia menyuruh saya memanggil anda untuk ikut bergabung."


"Heuh?" Lexsa memberikan tatapan bodoh setelah mendengarnya sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya.


"Mari ikuti saya nona."


"Ta-tapi..."

__ADS_1


"Saya akan ditegur jika kita terlambat nona."


"Baiklah."


Lexsa dan Amelie pergi keruang meeting dan disana sudah ada Lexter sebagai presiden La Cosa Nostra Group beserta para direktur dari berbagai divisi.


Lexsa seperti memberi isyarat pertanyaan pada Lexter namun pria itu acuh saja tidak memberi jawaban, Amelie memberikan laptop pada Lexsa untuk mencatat pembicaraan saat meeting.


Beberapa saat meeting selesai dan ruangan telah ditinggalkan oleh para direktur begitu juga dengan Amelie yang diberi izin istirahat sebentar.


"Kenapa terlambat datang?" Tanya Lexter datar.


"Jalan jalan dengan madam Choon Hee," jawab Lexsa santai.


"Kurasa aku belum memberikan mu uang sebanyak itu untuk membeli barang,"


"Madam yang membelikannya." Jawab Lexsa meskipun ia bingung darimana pria itu mengetahui dirinya membawa banyak barang. Ia tidak tahu bahwa sejak meeting Lexter memutar rekaman cctv dari laptopnya.


Lexter merasa dirinya perlu melakukan sesuatu juga untuk Lexsa, Arkan saja memberikan seluruh kebutuhan isterinya.


"Kemarilah."


"Maafkan aku kurang memperhatikan mu," ucapnya.


"Heuh?" Tentu saja Lexsa bertanya tanya maksud dari Lexter.


"Hmm saat liburan semester pertama mu kita akan berlibur kemanapun kau mau sebagai hadiah."


"Benarkah?"


"Tentu saja."


"Baiklah terimakasih sekarang lepaskan aku tuan muda..."


"Sudah kubilang panggil nama saja saat berdua."


"Baiklah Lexter cepat makan siang sebelum jam istirahat selesai ku dengar kau memajukan meeting tadi."

__ADS_1


"Ahh tunggu sebentar aku sangat lelah," keluh Lexter lalu bersandar di dada gadis itu.


Deg!!


Lexsa membulatkan mata saat kepala Lexter menempel di jantungnya hingga suara detakan terdengar jelas.


"Kau sakit? Kenapa jantung mu berdetak sangat cepat," ucap Lexter sembari memegang jantung Lexsa.


"Tidak tidak ayolah makan siang nanti kau terlambat bekerja.


"Aku perlu tenaga lebih," ucap Lexter.


"Tenaga lebih?"


Lexter menarik tengkuk Lexsa dan mencium bibirnya dengan sangat lembut, gadis itu tidak menerima perlakuan spesial di kantor namun tak bisa di tolak jika Lexter menginginkannya.


Ceklek


Lexsa langsung melompat dari pangkuan Lexter dan membersihkan sisa ciumannya saat melihat amalie masuk kedalam.


"Ini tidak seperti yang kau...."


"Nona ini ringkasan meeting tadi," ucap Amalie mengalihkan pembicaraan.


Lexsa mengambil kertas lalu membaca beberapa poin sedangkan Amalie mendekati Lexter dan berbicara mengenai kontrak kerjasama yang dibatalkan beberapa perusahaan karena pemilik La Cosa Nostra Group berganti.


Mereka terlihat dekat dan satu pembicaraan, walaupun Lexsa mengerti soal pembicaraan mereka ia tidak bisa masuk kedalam untuk bergabung.


"Lexsa apa yang kau lakukan duduklah," ucap Lexter.


"Sepertinya aku harus pergi sekarang," kata Lexsa.


"Nona saya tidak berniat apapun pada tuan muda, saya sudah menikah jadi anda tenang saja," saut Amalie.


Lexsa mengerutkan dahi setelah mendengar penjelasan Amalie, ia terlihat malu karena ketahuan cemburu seseorang bisa lebih dekat dengan Lexter.


"Ah ya a-aku ada urusan dengan klien aku pergi dulu," ucap Lexsa.

__ADS_1


Ia keluar dengan wajah merah hingga membuat Lexter tanpa sadar tersenyum melihat tingkah gadis itu "nona sangat manis," ucap Amalie dan Lexter menyetujuinya.


***


__ADS_2