GADIS LELANG

GADIS LELANG
77


__ADS_3

Disisi lain Lexter terlihat sedang memarkir mobil di depan restoran Chinese klasik, model restoran yang tradisional seperti itu biasa dikunjungi oleh orang orang yang sedang mengadakan pertemuan keluarga.


Lexter memasuki restoran dan menemui seseorang yang tak lain adalah Nancy "ah hai kau datang kemarilah" Nancy membawa Lexter ke kursi kosong.


Lexter mengerutkan kening pada Nancy sebab mereka duduk dengan dua orang yang tampak seperti pasangan suami istri paruh baya.


"Perkenalkan ini mama dan papaku," ucapnya.


Lexter menatap keluarganya dengan datar lalu beralih ke Nancy "bukankah kau ingin membicarakan soal kontrak," ujarnya.


"Ah ya kita bisa membahas itu nanti," jawab Nancy.


Lexter menarik nafas pelan dan mencoba sedikit sabar, ia tidak terlalu tertarik dengan keluarga Nancy oleh sebab itu Lexter mengacuhkan mereka sejak tadi namun ia tetap sopan.


Beberapa kali pembicaraan mereka mengenai pernikahan dan hubungan serius namun Lexter diam saja sebagai tanda menghargai Nancy.


Lexter mendekati Nancy lalu berbisik padanya "aku banyak urusan tidak ada waktu untuk semua ini," ucapnya.


Nancy tersenyum pada orang tuanya seolah bisikan itu adalah bisikan hangat untuknya "silahkan makan makanan mu setelah itu baru lanjutkan bekerja," kata Nancy.


Lexter mengepalkan tangannya kali ini karena terlalu kesal dengan wanita itu namun ia tahan dan lebih memilih menghabiskan makanan.


Disisi lain Lexsa memasuki restoran yang sama dengan Lexter sebab Katherine ingin makan ditempat itu sedari tadi.


Ia mengambil kursi yang membuat mereka saling membelakangi dan tidak saling melihat satu sama lain.


"Kak aku rindu makan disini dengan keluarga kita," kata Katherine.


Lexsa hanya membalas dengan senyum sebab ia tidak pernah ikut makan ditempat seperti itu, ia hanya terkurung dalam kamar.

__ADS_1


"Aku punya banyak rekomendasi makanan disini kakak mau coba?"


"Boleh kalau begitu kau saja yang pesan menu."


Katherine memesan banyak makanan seolah bisa menghabiskan nya sendiri tapi Lexsa membiarkannya karena sekarang ia mampu membayar makanannya ditempat yang mahal.


Setelah memesan makanan Lexsa memainkan ponsel sekaligus melihat lihat jadwal kantor dan kuliahnya sedangkan Katherine sibuk mengetuk ngetuk meja sembari menatap kesana kemari.


"Kak bukankah itu pria yang di apartemen tadi," kata Katherine.


Lexsa mengikuti arah petunjuk Katherine dan benar saja ia melihat Lexter sedang makan di meja belakang mereka. Beberapa detik gadis itu menatapnya dengan air mata yang hampir saja terjatuh.


"Kak?"


Katherine mengejutkan Lexsa dan membuyarkan lamunannya "Katherine makan dengan baik ya jangan ganggu orang lain," kata Lexsa.


Katherine mengangguk saja tanpa mengerti apapun tentang kakaknya. Lexsa mencoba mengirim pesan pada Lexter.


'kau dimana?'


'di restoran, aku sedang membahas kontrak dengan Nancy'


'hanya berdua?'


'ada orangtuanya juga'


Lexsa kembali menatap ke belakang beberapa detik lalu menyimpan ponselnya.


"Tuan muda jika benar ada niat baik tidak masalah langsung datang ke rumah," ucap mamanya Nancy.

__ADS_1


"Tentu," jawab Lexter.


Lexsa yang mendengar itu membuat dadanya kembang kempis, ia tidak tahan harus duduk disana lebih lama.


"Katherine makanannya kita bawa saja ke rumah ya," pinta Lexsa


"Terserah aku bisa makan dimanapun."


"Baiklah."


Lexsa memberitahu pelayan untuk membawa pesanan mereka pulang setelah beberapa menit semuanya selesai.


"Ayo," ajak Lexsa yang hendak akan keluar restoran.


Dari sisi lain Nancy tampaknya melihat Lexsa menggandeng seorang gadis kecil "Lexsa?" Panggil Nancy.


Lexter langsung menghadap ke arah tatapan Nancy dan itu adalah Lexsa sekertarisnya, Lexsa yang ia sukai.


"Ahh ya nona maaf jika mengganggu aku hanya sedang membeli makanan untuk adikku."


"Ah ya kemarilah bergabung dengan kami."


"Tidak perlu nona kami harus segera kembali permisi."


Lexsa menatap Lexter tak sampai setengah detik lalu menundukkan sedikit tubuhnya lalu pergi. Walau Nancy terheran ia tak fokus pada hal itu yang terpenting sekarang ia ingin mendekatkan Lexter dengan keluarganya.


"Aku sudah selesai sekarang bahas kontraknya jika tidak aku akan kembali ke kantor sepertinya kau butuh waktu lebih banyak dengan keluargamu."


"Heuh?" Nancy tak bisa menjawab apapun karena kontrak mereka tidak ada masalah sedikitpun karena alasan awalnya memang hanya ingin mempertemukan keluarganya dengan Lexter.

__ADS_1


__ADS_2