GADIS LELANG

GADIS LELANG
79


__ADS_3

Jam kerja telah selesai, Lexsa sengaja menghilang lebih dulu dari kantor agar Nancy bisa mengajak Lexter pergi meluangkan waktu bersamanya.


"Amalie dimana Lexsa?" Tanya Lexter sembari menatap jam tangannya.


"Nona dirumah tuan Arkan sedang bermain dengan nona Choon Hee," jawab Amalie.


Lexter merasa aneh mendengar itu namun ia tidak berkomentar sebab Lexsa jarang pergi ke suatu tempat tanpa izin.


"Baiklah kau bisa pulang sekarang aku akan menjemput Katherine dan pergi kerumah Arkan nanti," ujarnya.


"Ah tuan sepertinya nona Katherine sudah berada disana lebih dulu, supir mengantarnya ke rumah nona Choon Hee saat pulang sekolah."


Lagi lagi Lexter dibuat terheran dengan kedua orang itu, kenapa mereka tiba-tiba meninggalkan apartment namun ia kembali berpikir positif mungkin Lexsa bosan selalu berada ditempat yang sama.


"Kau pulanglah," ucap Lexter.


Amalie mengangguk lalu keluar dari ruangan, diluar wanita itu memberikan respon pada seseorang yang tak lain adalah Nancy, sepertinya Amalie ikut dalam rencana mereka.


"Saya sudah melakukan tugas saya nona."


"Baiklah kau bisa beristirahat maaf mengganggu waktu istirahat mu," kata Nancy.


Amalie menundukkan sedikit kepalanya lalu menjauh dari ruang utama gedung La Cosa Nostra Group tersebut, setelah sepi Nancy mengetuk pintu dengan pelan.


Tok...tok... tok


Gadis itu tak perlu menunggu sebab ia bisa membukanya langsung namun yang ia lakukan tadi hanyalah sebagai formalitas.


"Kau? Kenapa kemari?" Tanya Lexter.


"Aku ingin mengajakmu makan malam ada yang ingin ku katakan," jawab Nancy.


Lexter langsung melihat jam tangannya sembari memikirkan kata kata penolakan.


"Aku tidak berpikir kau akan menolaknya, aku berjanji tidak akan meminta waktu luang lagi setelah ini," bujuk Nancy.


"Aku harus pulang papa...."


"Tidak ada yang terjadi dengan tuan besar, dia baik baik saja."

__ADS_1


Lexter terdiam sejenak dan memikirkan kembali cara penolakannya.


"Ayolah Lexter aku berjanji tidak akan pernah meminta waktu seperti ini lagi mm bagaimana dengan satu jam? Aku meminta waktu mu satu jam."


"Nancy mengertilah aku..."


"50 menit?"


"Aku...."


"30 menit."


"Baiklah 20 menit." Tawar Lexter.


Hahh


Nancy menghela nafas panjang dan menyanggupi 20 menit waktunya untuk menyiapkan semua namun ia tidak pantang menyerah.


"Baiklah ayo pergi."


Nancy menarik pergelangan tangan Lexter lalu menggandeng lengannya persis seperti pasangan, senyum manis wanita itu terlihat sangat cerah namun tidak dengan Lexter.


Mulai saat mereka menuruni mobil pelayan telah menyambut keduanya persis seperti pasangan, Lexter sedikit bingung dengan pelayanan mereka yang seperti itu.


"Selamat datang tuan dan nona silahkan masuk."


Mereka memasuki restoran dengan nuansa romansa dan iringan musik, beberapa kata manis juga terpampang di dinding restoran.


"Silahkan dinikmati tuan dan nona."


Pelayan memberikan piring berisi makanan yang dapat dinikmati dengan hikmat namun ia tak tergiur sedikitpun malah Lexter bingung melihat wajah Nancy yang begitu bahagia.


"Lexter kau masih ingat saat masih kecil dulu? Kau sering mengajakku kemari untuk membeli es krim," kata Nancy.


Jauh setelah itu Lexter sudah melupakannya bahkan tidak mengingat kapan ia datang ke tempat ini.


"Benarkah?"


"Tentu saja, restoran ini terkenal karena es krimnya yang sangat lezat."

__ADS_1


Lexter menyatukan kakinya lalu menatap Nancy dengan datar.


"Apa tujuanmu mengajakku kemari?" Tanya Lexter.


"Mm habiskan makanan mu terlebih dahulu," jawab Nancy.


"Aku akan pergi jika kau tidak mengatakannya sekarang."


Nancy masih dengan senyum manisnya dan menyuruh pelayan membuka tirai yang ternyata ada kolam renang diluar, kolam terisi penuh dengan bunga lalu disusul dengan sebuah kalimat yang membuat Lexter terdiam.


"Kau yakin mengatakan itu padaku?" Tanya Lexter.


"Tentu Lexter, aku menyukaimu sejak kecil jadi aku berharap kau bisa menjalin hubungan dengan ku lalu menikah," jawab Nancy.


Lexter memainkan ujung kakinya sembari menghela nafas "Nancy dengarkan aku baik baik mungkin kau salah mengartikan kebaikan ku padamu selama ini, aku menganggap mu sebagai adikku baik pada saat kecil ataupun sekarang ini, aku tidak pernah mengubah perasaan ku terhadap mu, kau tetap adikku dengan rambut kuncir, kau paham Nancy?"


Penuturan Lexter membuat Nancy terdiam, lampu lampu di kolam pun padam. Senyumnya pudar dan segala pikiran tentang kebahagiaan nya lenyap seketika.


"Nancy aku mengajakmu bekerja sama berharap kau bisa menjadi teman dari pasangan ku nanti, kau adalah satu satunya perempuan yang bisa ku ajak bekerjasama selama ini."


"Siapa perempuan itu? Kau sudah menyukai seseorang?" Tanya Nancy.


"Alexandra Larossa sekertaris ku," jawab Lexter dengan jelas dan lantang menyebut nama itu.


Nancy menyandarkan tubuhnya di kursi, ia tidak kaget sedikitpun hanya saja hatinya sedikit sakit mengetahui kenyataan.


"Aku berharap kau tidak melakukan sesuatu yang menyakitinya nanti, dia gadis yang baik."


Huuhhh


Nancy terdiam beberapa menit lalu tersenyum manis sembari menguatkan hatinya.


"Aku menerima semuanya dengan lapang dada, Lexsa bukan gadis sembarangan dia juga sangat pintar dan dia pantas bersanding denganmu."


Lexter tersenyum tipis mendengar itu, ia menyetujui semua ucapan baik mengenai Lexsa.


"Pergilah cari dia dan berikan cincin itu padanya sekarang, dia mengetahui kau datang kemari mungkin dia sedang gelisah saat ini."


"Apa!!"

__ADS_1


Lexter tersentak dengan ucapan Nancy, pria itu pergi tanpa basa-basi dan langsung mengendarai mobilnya menuju apartemen Lexsa.


__ADS_2