
"Nona kau harus mengganti pakaian terlebih dahulu."
"Baiklah mana pakaian yang harus ku pakai."
Pelayan memberikan beberapa potongan dress lalu membiarkan Lexsa mencobanya satu persatu.
"Astaga menjadi mata mata dengan pakaian seperti ini mana bisa mengambil perhatian orang," gerutunya.
Dress hitam yang hampir menyamai abaya itu membuat Lexsa terlihat seperti ibu ibu sosialita bahkan lekukan tubuhnya tak terlihat sedikitpun.
Ceklek
Gadis itu keluar dari ruang ganti dan memperlihatkan pakaian itu pada pelayan dengan wajah polos.
"Apa ini?" Tanya Lexsa.
"Eee...."
"Sebentar aku harus bertemu tuan muda."
Lexsa keluar dengan pakaian oversize tersebut dan mencari Lexter di manapun, gadis itu mengetuk pintu kamar satu persatu namun pria yang ia cari sepertinya tidak ada.
"Arghh!! Menyebalkan jika aku harus menggunakan ini pergi, apa kata orang nantinya."
"Bagus, apanya yang menyebalkan," saut Arkan
Pria itu mendekati Lexsa sembari melihatnya dari atas sampai bawah, Lexsa kesal semua orang sependapat dengan pakaian yang akan ia kenakan.
"Ishh dimana tuan muda?"
Arkan tersenyum tipis sembari menunjuk satu kamar terakhir yang belum sempat diketuk Lexsa, gadis itu langsung masuk tanpa berpikir apa yang akan terjadi.
Ceklek
__ADS_1
"Tuan muda apa ini yang kau berikan," ucapnya.
Lexter yang sedang membaca buku menatap ke arah Lexsa dan melihat apa yang digunakan perempuan itu.
"Tidak aneh," katanya.
"Tidak aneh? Tuan muda kau lihat ini."
Lexsa berputar sekali lagi untuk meyakinkan Lexter bahwa pakaian itu benar benar salah.
"Lalu bagaimana pakaian yang benar menurutmu."
"Boleh aku menunjukkannya?"
Lexter mengangguk pelan dan kembali membaca buku sedangkan Lexsa keluar mempersiapkan pakaiannya.
"Aku sudah mendapat izin dari tuan muda untuk mengatur pakaian, masalah riasan ku serahkan pada kalian," kata Lexsa pada pelayan pelayan yang menunggu diluar.
"Ada apa?"
"Heuh? Ah tidak cepatlah ganti pakaian yang menurutmu benar lalu tunjukkan pada tuan muda."
Lexsa mengangguk dan berlari ke kamarnya untuk mengambil pakaian, ia melihat beberapa pakaian di dalam lemari dan tidak sedikit yang menarik baginya.
Beberapa menit berlalu gadis itu keluar dengan dress pendek hingga atas betis berwarna putih bersih diiringi sepatu hak tidak terlalu tinggi, gadis itu juga menggerai rambutnya dibalut riasan alami.
"Tunjukkan pada tuan muda," ucap Arkan.
Lexsa mengangguk dan berlari lari kecil menuju kamar Lexter, gadis itu terlihat sudah biasa mengenakan hak setinggi itu hingga berani melangkah sembarangan.
Ceklek
"Tuan muda lihat ini."
__ADS_1
Lexter kembali melepas buku yang tidak pernah ia tinggalkan sejak Lexsa keluar dari kamarnya, pria itu melihat dari atas sampai bawah penampilan Lexsa.
"Tidak bagus," ucapnya.
"Tuan muda boleh aku menjelaskannya sedikit?"
"Silahkan."
"Ini penampilan anak polos, kenapa berpenampilan seperti ini? Begini tuan muda sekarang sudah banyak wanita wanita dengan penampilan menonjol dan itu membosankan, kau tau penampilan seperti itu mempermudah orang orang perusahaan mencurigai mu dan jika aku berpenampilan tidak terlalu menonjol seperti ini maka orang orang akan berpikir tidak mungkin aku adalah mata mata," ujarnya.
Darimana gadis ini dapat pemikiran seperti itu batin Lexter.
Masuk akal juga apa yang dikatakan Lexsa, ia melihat beberapa wanita yang merupakan sekertaris dari pejabat pejabat dan mereka mengenakan pakaian yang sangat menonjol.
"Baiklah tapi jika kau gagal kau harus mengingat ucapan ku."
"Baik tuan muda."
"Pergilah."
"Mm tunggu sebentar apa tidak perlu menggunakan perekam suara?"
Dia pintar juga, batin Lexter.
Pria itu mengambil sebuah kalung yang telah di isi perekaman suara kecil namun terlihat seperti berlian di depan kalung.
"Eh tu-tuan muda aku menyarankan perekam suara kenapa kau memberikan kalung."
Lexsa terkejut kalung itu langsung dipasangkan oleh Lexter dan itu membuatnya sedikit kaku berada sangat dekat.
"Perekamnya ada di kalung ini, kau tidak perlu terlalu memegangnya karena itu akan membuat orang curiga, gunakan seperti biasa saja."
Lexsa mengangguk tanpa bantahan dan menunggu Lexter selesai memasangkannya.
__ADS_1