
Hari berganti hari semuanya berjalan lancar, Lexsa kuliah dengan baik namun ada kalanya meminta zoom meeting karena La Cosa Nostra Group yang sangat sibuk dan tidak memberikannya istirahat sama sekali.
La Cosa Nostra Group berkembang dengan sangat baik setelah dipegang oleh pemilik aslinya, klien berbondong bondong ingin menaruh sahamnya ketika Lexter membuat proyek baru.
Pagi ini pun Lexter akan kedatangan tamu penting dari Longtun Group, pemiliknya terkenal dengan kecerdasan diatas rata-rata dan sangat ramah. Perusahaan itu diketahui banyak pembisnis juga karena pemiliknya seorang wanita.
"Tuan muda nona Nancy telah sampai di lobi," ucap Amalie .
"Langsung arahkan kemari Amalie," perintah Lexter.
Amalie mengangguk lalu menutup pintu ruangan, ia berjalan ke lantai bawah untuk menyambut Nancy Longtun di lobi.
"Selamat datang nona Nancy Longtun," sambutnya sembari menundukkan sedikit punggung.
Nancy dengan sikap ramahnya tersenyum sangat manis, wanita itu berusia sekitar 25 tahunan dengan balutan dress selutut dan sepatu dengan tinggi sekitar 10 cm membuat wanita itu terlihat elegan.
Beberapa karyawan pun terkesima dengan penampilan Nancy "terimakasih aku datang kemari untuk bertemu dengan tuan muda" ucapnya tanpa basa-basi.
"Tuan muda menyuruh saya mengantar anda ke ruangannya nona, mari saya antar," kata Amalie.
Keduanya berjalan menuju lift memuji ruangan Lexter, mereka tidak membicarakan apapun sampai di depan ruangan.
__ADS_1
"Silahkan masuk nona, tuan muda sudah menunggu anda."
Nancy mengangguk dengan senyum manis, Amalie meninggalkan Nancy sebelum ia masuk kedalam ruangan Lexter.
Wanita itu memperhatikan ruangan beberapa menit sebelum membuka pintu, senyum manisnya terlihat begitu indah seolah melihat sesuatu yang berharga.
Ceklek!
"Selamat datang nona," sapa Lexter yang telah duduk di sofa dengan dua gelas wine untuk mereka nikmati.
"Ah Lexter ini kau?" Tanya Nancy sembari mengambil tempat duduk.
Lexter mengangkat sedikit garis bibirnya lalu memberikan Nancy gelas minuman "bagaimana kabarmu?" Tanya Lexter.
Lexter menarik alisnya keatas beberapa kali lalu keduanya berbincang bincang membahas bisnis. Keduanya tampak lebih cepat berinteraksi sebab Nancy adik kelasnya dulu saat sekolah dasar internasional.
"Sudahlah aku tidak ingin membahas bisnis padamu, aku serahkan semuanya pada sekertaris ku dan aku percaya padamu," ucap Nancy.
"Bagaimana tuan Louiston? Aku dengar dia masih hidup," tambahnya.
Lexter mengangguk setuju sembari meminum wine "dia dirumah sedang terapi."
__ADS_1
"Benarkah? Aku ingin sekali bertemu dengannya terakhir saat umur ku masih 5 tahun."
"Datang saat kau luang."
Nancy mengangguk dan kembali mencari pembicaraan untuk mereka bicarakan, keduanya membicarakan masa masa sekolah dasar dulu dan Nancy merasakan perubahan pria itu.
Disisi lain Lexsa sudah menyelesaikan tugasnya bertemu dengan klien kebetulan klien mau bertemu diluar tapi Lexter tidak bisa karena ada janji dengan Nancy.
"Hallo nona," sapa seseorang dari belakang saat Lexsa memasuki lobi.
Gadis itu memutar kepalanya dan melihat seorang pria yang tak asing namun ia lupa "kau?"
"Louis," jawab pria itu kesal sebab Lexsa tak pernah mengingat namanya.
"Louis?" Lexsa mencoba mengingat ingat siapa itu Louis "ahh ya aku mengingatmu."
"Bagaimana kabarmu nona?"
"Tentu saja baik."
Louis terus mengikuti Lexsa seperti anak kecil yang meminta dibelikan permen.
__ADS_1
"Nona kau tau La Cosa Nostra Group kedatangan bidadari surga hari ini," ucap Louis dengan wajah memerah sebab memikirkan seorang gadis yang lewat tadi dan tak lain adalah Nancy.