GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 17


__ADS_3

"Katherine mengikat ku dan mama menampar ku bergantian setiap hari."


"Kau tau aku tidak ada kesedihan sama sekali keluar dari rumah itu bahkan saat di bawa ke rumah Madam Sina aku lebih bebas, aku sempat ingin menyerah dan biarkan saja tubuhku dinikmati pria hidung belang hingga aku bertemu dengan mu tuan muda, pria yang bersedia tidak menyentuhku."


"Kau yakin aku tidak akan menyentuhmu? Semua pria butuh pemuas nafsu," jawab Lexter dengan seringai liciknya.


Lexsa langsung menurunkan bajunya namun tetap saja seperti itu.


"Me-memangnya kau sering menyewa perempuan?"


"Tidak!"


"Huuhh aku sudah takut tadi," ucapnya ketus.


"Tapi aku sudah membeli mu, kapanpun ada kemungkinan aku menikmati tubuhmu."


"Cihh jangan bermimpi ya tuan muda."


"Bisa jika kau jatuh cinta padaku," ucap Lexter datar.


"Berapa usiamu tuan muda?"


"29"


"Tidak minat dengan orang tua," kata Lexsa lalu bergegas menyingkir sebelum di amuk oleh pria itu.


Sebelum sempat menjauh Lexter menarik pergelangan tangan Lexsa lalu membawanya tepat di depan dada pria itu.


"Kau bilang aku tua?"


"Heuh? Ti-tidak mungkin kau salah dengar," jawab Lexsa terbata bata.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ya kau pasti salah paham karena pendengaran mu mulai berkurang."


"Apa!"


Lexsa langsung menutup mulutnya dan menggelengkan kepala, dia yakin tadi tidak mengucapkan itu namun Lexter mendengarnya sangat baik.


"Ti-tidak bukan apa apa."


"Kau ingin bermain main dengan ku rupanya."


"Iya tuan muda maafkan aku."


"Baiklah kali ini aku akan memaafkan mu."


"Aaww!!"


Lexter melepaskan gadis itu namun rambutnya terjepit di antara kancing kemeja Lexter, Lexsa langsung berusaha melepaskannya tanpa melihat Lexter dan pria itu diam saja.


Lexter memegang kedua pinggang gadis itu dan mendekatkan bibirnya di telinga Lexsa.


"Bukankah ini adegan yang kau baca di novel itu?"


Lexsa membulatkan mata sejenak, kalau di pikir pikir memang benar ini adegannya tapi tidak pernah ia kira akan terjadi padanya.


"Tuan muda tolong bantu aku melepaskannya."


Ceklek


"Tuan muda sialan kau!!!" Teriak Arkan.

__ADS_1


Pria itu membuka pintu dengan kasar dan emosi memuncak namun ia tak menyangka akan melihat adegan part dua setelah di ruang tamu tadi.


"Ka-kalian a-apa yang kalian lakukan disini?"


"Waktumu tidak tepat," tegur Lexter datar.


"Argh!!"


"Aku sampai lupa kenapa kau mengunci ku di tempat itu, apa kau lupa tempat itu tidak ada jalan keluar selain melewati hutan?"


"Apa yang kau lakukan padanya tuan muda?" Tanya Lexsa dengan posisi masih sama.


"Menguncinya dari dalam," jawab Lexter tanpa dosa.


"Lihat semua ini di hutan itu ada banyak nyamuk dan kau membiarkan ku melewatinya jika saja bukan karena perintah orang tuaku yang mengabdi pada La Cosa Nostra sudah ku tinggalkan kau dari jauh jauh hari," gerutu Arkan panjang lebar.


Lexter mengangguk pelan dengan seringainya sembari membantu Lexsa melepas rambutnya yang terjepit.


"Istirahatlah dan jangan gunakan ponsel mu untuk macam macam!"


"Siap tuan muda."


Lexsa mengangkat tangannya dan memberi hormat pada Lexter diiringi senyum manis lalu pergi membawa buku dan kotak ponsel.


Gadis itu melambaikan tangan pada Arkan yang terlihat menyedihkan di samping pintu.


Ceklek


Pria itu ikut keluar dan tidak ingin melayani Lexter, tumben tumbenan dia menjahili Arkan seperti itu dan ini yang paling menyebalkan selama mengenal Lexter La Cosa Nostra.


####

__ADS_1


ges jangan lupa like and komen dong, kalau boleh vote juga😭😭



__ADS_2