GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 36


__ADS_3

Sementara Lexsa kembali ke La Cosa Nostra Group gadis itu menyapa ramah beberapa staff perusahaan.


"Permisi tuan besar ini berkas yang telah disetujui oleh tuan muda Lexter, saya sudah menjelaskan detail kerjasamanya." Ujar Lexsa.


"Baiklah Rosa kerja bagus, kembalilah keruangan mu beristirahat."


"Tuan besar sudah waktunya istirahat sekarang saya ada janji makan siang dengan nona Lea dari tim HRD."


"Ah ya kenapa tidak kalian pergi saja," ucap tuan Pandev.


"Baik tuan terimakasih."


Lexsa keluar dari ruangan dan menghubungi Lea, sebenarnya mereka belum ada janji untuk makan siang namun Lexsa benar benar pusing memikirkan hal tadi dan tidak ingin hanya beristirahat makan siang di dalam ruangan.


"Ada apa Lexsa?" Tanya Lea.


"Begini nona…"


"Panggil Lea saja agar kita tidak asing."


"Baiklah begini Lea akhir akhir ini perusahaan sedang melebarkan sayapnya ke perusahaan perusahaan kecil dan berkasnya sangat banyak jadi aku pusing oleh karena itu aku mengajakmu ke kantin," keluh Lexsa lesu.


"Yaa begitulah bekerja di perusahaan besar, gajinya memang menggiurkan tapi pekerjaannya mengerikan."


Lexsa menghelas nafas sembari memutar mutar sedotan di dalam gelas.

__ADS_1


"Baiklah baiklah jika kau butuh bantuan hubungi aku saja pasti akan ku bantu," tambahnya.


"Terimakasih Lea ternyata dunia ku terlalu sempit sampai tidak pernah sempat mengajakmu makan disini."


"Tidak masalah kedepannya kita akan lebih dekat."


Lexsa mengangguk dengan senyum cerah, Lea sangat mengerti dirinya dan untung pembicaraan mereka tidak monoton sehingga Lexsa nyaman di dekat Lea meskipun umur mereka beda beberapa tahun.


"Baiklah aku akan kembali ke ruangan untuk melihat makan siang tuan besar sudah diantar atau belum."


"Baiklah semangat."


Lexsa mengangguk diiringi senyum manis dan meninggalkan Lea di kantin, gadis itu kembali keruangan 30 menit lebih cepat dari jam istirahat selesai.


Lexsa berjalan menuju brankas dengan entengnya lalu membuka ruangan tersebut.


"Dimana tuan besar," gumamnya.


Ceklek


Lexsa mematung sesaat setelah melihat seseorang keluar dari pintu yang ia ceritakan pada Lexter, seorang pria paruh baya dan tampak familiar terlihat keluar sembari membawa bekal makan siang.


"Tuan kau…"


"Maaf nona saya diperintahkan tuan besar mengambil kotak bekal di gudang," jawab pria tersebut.

__ADS_1


"Gu-gudang?"


"Rosa," panggil tuan Pandev.


Gadis itu dengan cepat memutar tubuhnya seolah bertanya kenapa pria itu berada di ruang brankas padahal ada banyak berkas penting di dalamnya.


"Aku menyuruh OB mengambilkan kotak bekal untuk mu di gudang kebetulan aku membeli itu untuk semua karyawan dan hanya OB ini yang mengetahui tempat kotak bekal itu," ujar tuan Pandev dengan senyum canggung.


"Ahh begitu rupanya." Lexsa berusaha menelan ucapan tuan Pandev agar ia mengerti namun sayang ia tidak paham.


"Kau belikan saja yang baru ya sepertinya kotak bekal ini sedikit lusuh dan tua," ujar tuan Pandev pada OB pria itu.


"Baik tuan besar."


"Ahh tidak tidak itu tidak perlu tuan besar, saya tinggal sendiri jadi jarang membawa bekal dari rumah."


"Baiklah aku akan menggantinya dengan yang lain."


"Tutup brankasnya kembali!" Titah tuan Pandev dengan tatapan datar pada OB tersebut namun senyumnya kembali hangat saat melihat Lexsa.


"Baik tuan besar."


Tuan Pandev dan Lexsa kembali keruangan bersamaan sedangkan Lexsa sempat menatap OB tersebut namun pria itu tak berani menatapnya.


Hmm sepertinya ada yang disembunyikan tuan Pandev di ruangan itu, batin Lexsa.

__ADS_1


__ADS_2