GADIS LELANG

GADIS LELANG
Bab 34


__ADS_3

Lexsa terdiam sejenak, ia berpikir apakah ada kata kata yang menyakiti hati pria itu tadi malam namun ia merasa tidak ada kata kasar yang keluar dari mulut Lexsa.


"Aku akan mencarinya di kantor siapa tahu dia berada di kantor kebetulan aku juga ada urusan dengan LA Group," ujar Lexsa.


"Baiklah aku akan mencarinya di bar bar terdekat."


Keduanya mengangguk lalu Lexsa menutup pintu dan bersiap siap sekaligus menyiapkan berkas kerjasama antara La Cosa Nostra Group dengan LA Group.


Beberapa menit berlalu Lexsa keluar dari rumah, pagi ini tidak ada sarapan bersama karena tuan rumah tiba tiba menghilang.


Gadis itu berangkat menggunakan bus menuju LA Group dan ternyata gedungnya tidak kalah besar dengan La Cosa Nostra Group, pantas saja perusahaan tersebut mulai di khawatirkan oleh tuan Pandev.


"Permisi boleh saya bertemu tuan muda Lexter La Cosa Nostra?" Tanya Lexsa pada resepsionis.


"Tuan muda sedang tidak bisa diganggu nona."


Lexsa mengerutkan dahi namun ia berhasil mengetahui dimana Lexter berada.


"Baiklah."


"Nona silahkan keruang tunggu saya akan mengabarkan jika urusan tuan muda sudah selesai."


"Baiklah."

__ADS_1


Lexsa berjalan menuju ruang tunggu namun kakinya melenceng ke arah tangga darurat. Gadis itu melepas sepatunya dan mulai menaiki anak tangga.


Beruntung gadis itu tahu dimana ruangan Lexter dan meskipun sangat tinggi tekadnya sudah bulat menaiki tangga darurat.


Hah…hah…hah


Sesekali gadis itu berhenti sembari membersihkan wajahnya dari keringat, beruntung di pertengahan ia menemukan pintu keluar masuk.


"Syukurlah aku tidak sampai atas menaiki anak tangga jika tidak kakj ku pasti berubah menjadi tulang," gumam Lexsa.


Gadis itu melanjutkan perjalanan keruangan Lexter menggunakan lift dan tidak beberapa menit kemudian gadis itu sampai di lantai atas.


Huhhh


Ceklek


"Tuan muda…."


Belum sempat melanjutkan ucapannya Lexsa menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa Ellen sedang berusaha membuka satu kancing kemeja Lexter, posisi keduanya terlihat sangat intim sehingga membuat gadis itu terbelalak.


"Tuan bisa anda jelaskan mengapa gadis kecil ini kemari?" Tanya Ellen dengan senyum manja.


Sejenak Lexter menatap gadis itu namun Lexsa membuang muka dan tetap berdiri di depan pintu sembari memegang gagangnya.

__ADS_1


"Saya datang untuk membahas kerjasama dengan LA Group, saya rasa tidak perlu menjelaskan lebih detail lagi."


"Begini cara sekertaris La Cosa Nostra Group berbicara," sindir Ellen sinis.


"Tuan muda silahkan tanda tangani berkas ini," ucap Lexsa sembari meletakkan berkas di atas meja.


Lexter mengangguk dan kembali duduk di kursinya, sedikit lirikan Lexter tak sedikitpun ditanggapi Lexsa.


Ellen yang tepat berada di samping Lexsa berusaha mengambil perhatian Lexsa seolah mengatakan bahwa ia adalah wanita yang berhasil menggaet pria pria kaya.


"Kau terlihat lelah Lexsa, tuan Pandev memberikan pekerjaan yang banyak?" Tanya Ellen sembari memainkan jemarinya.


"Disini tuan muda," ucap Lexsa sembari menunjuk berkas tanda tangan dan mengabaikan pertanyaan Ellen.


Ellen yang merasa diabaikan sedikit kesal namun ia tidak ingin menunjukkannya di depan Lexter.


"Kalian terlihat akrab," ucap Lexter.


"Itu karena dia adik tiriku tuan muda."


"Ah ya aku pernah mendengar itu."


"Keluarga kami merindukanmu Alexsa kembalilah, maaf tuan muda aku harus membicarakan ini di depanmu tapi Alexsa kabur dari rumah." Ujar Ellen dengan wajah memelas.

__ADS_1


__ADS_2