
Disisi lain Arkan yang sedang bekerja dengan tumpukan berkas di ruangannya terlihat sangat sibuk bahkan untuk makan siang saja cukup sulit walaupun kotak bekal yang dikirim Choon Hee sudah datang.
Tring!!
Arkan mengambil telepon lalu menaruhnya di telinga "tuan ada nona Ellen ingin bertemu"
"Suruh ke ruangan," ucapnya.
Arkan kembali bekerja tanpa terganggu sedikitpun hingga ia tidak menyadari seorang telah berdiri di depan ruangannya.
"Selamat sore tuan Arkan," sapa Ellen sembari membawa satu map.
"Membahas kontrak pembatalan investasi?" Tanya Arkan tanpa basa basi.
"Tuan saya datang untuk membuat persetujuan dengan anda."
"Maaf nona kontrak itu tidak bisa diganggu gugat lagi karena LA Group sekarang di otaki oleh La Cosa Nostra Group jika anda ingin memperbaiki silahkan temui presiden La Cosa Nostra Group."
"Tuan...." Ellen menyiapkan dirinya dengan membuka sedikit kerah kemeja sehingga lekukan dadanya terlihat jelas namun sayang Arkan tidak memperhatikan.
Orang orang ini sangat dingin padaku padahal aku lebih cantik dari Lexsa, batin Ellen.
"Nona jika ingin jual diri silahkan datang ke rumah pelelangan disini bukan tempatnya," ucap Arkan dengan santai.
Ellen langsung menutup kerah kemejanya ternyata Arkan memperhatikan apa yang sedang gadis itu lakukan sedari tadi.
"Tuan ini surat kontrak pembatalan investasi, sesuai kesepakatan kalian menerima sanksi untuk membayar kerugian dua kali lipat silahkan ditandatangani," ucap Ellen dengan seringai licik.
Tanpa menunggu lama Arkan mengambil berkas dan menandatangani kontrak dengan cepat, Ellen sampai terkejut pria itu tidak membaca persyaratan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tuan kerugian perusahaan sampai 5 milliar dan anda harus membayar dua kali lipat apa tidak dipikirkan baik baik?" Tanya Ellen.
"LA Group tidak kekurangan uang untuk membayar ganti rugi," jawab Arkan.
Semua ucapan pria itu membuat Ellen mati gaya, ia kira akan lebih mudah mengelabui Arkan ternyata sama saja dengan Lexter.
"Baik tuan terimakasih!"
Ellen keluar dari ruangan dengan menutup pintu sedikit kasar, pria itu hanya memberikan tatapan sinis dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Tok...tok... tok
"Tidak ada kompromi dua kali keluarlah sebelum petugas keamanan membawa anda nona."
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Suara itu tampak tidak asing ditelinga Arkan, ia melirik sedetik namun kembali menatap seorang wanita sedang berdiri di depan ruangan.
Choon Hee masuk kedalam dan melihat ruangan Arkan yang luas dan nyaman "aku baru mengantar berkas lamaran ke HRD" jawabnya.
"Baguslah, kau duduk saja disana aku tidak bisa menemani karena sedang sibuk."
Choon Hee melihat bekalnya masih tersusun rapi, wanita itu membuka bekal dan menyiapkan makan siang lalu mengambil kursi dan duduk di samping Arkan. "Buka mulutmu," ucapnya.
Arkan tersenyum tipis dan membuka mulutnya tanpa perlawanan, ia mengunyah makanan sembari fokus menatap layar komputer bergantian dengan berkas berkas.
"Apa sangat sibuk?" Tanya Choon.
Arkan mengangguk dan kembali membuka mulut untuk menerima suapan kesekian kalinya "kemarilah."
__ADS_1
Choon Hee menarik Arkan ke sofa "aku tidak bisa meninggalkan meja kerja tolong mengertilah," kata Arkan.
"Makan saja aku akan menyelesaikannya dalam beberapa menit," ucap Choon Hee.
Wanita itu menggantikan Arkan dan mulai membuka satu persatu berkas untuk di cocokkan datanya dengan apa yang ada di komputer.
Arkan memakan makanannya dengan senyum, tampaknya wanita yang merupakan istrinya itu cukup pintar sehingga tidak menuntut penjelasan tentang apa yang harus ia lakukan.
Beberapa saat ia selesai makan siang, Arkan mengambil kopi lalu meletakkannya di meja kerja dan bersiap menggantikan Choon Hee.
"Sudah selesai?"
Arkan mengangguk pelan lalu mereka kembali berganti tempat "terimakasih sudah membantu" ucapnya.
"Mm aku ingin mengatakan sesuatu tapi jangan marah, aku akan menggantinya nanti."
Arkan melepas mouse ditangannya lalu menarik Choon Hee duduk di kursi dengan pelan "apa yang terjadi?"
"A-aku membelikan nona pakaian saat kamu berjalan-jalan sebentar tadi dan..."
"Dan?"
"Dan totalnya lebih 200 juta, aku tau itu mahal jadi aku akan menggantinya nanti aku berjanji."
Arkan menghela nafas mengira apa "uang itu milikmu Choon Hee terserah kau gunakan untuk apa"
"Tapi itu uangmu."
"Kau tau pria tidak memiliki hak atas uangnya setelah menikah kau gunakan untuk apapun itu hak mu."
__ADS_1
Choon lega akhirnya Arkan tidak marah sedikitpun tentang uang yang ia habiskan hari ini, ia benar benar tidak tau bagaimana menggambarkan kelembutan Arkan padanya selama mereka menikah.