GADIS LELANG

GADIS LELANG
72


__ADS_3

Selesai dari lab Lexter dan Nancy kembali ke kantor untuk mempersiapkan kontrak peresmian sedangkan Arkan kembali ke LA Group sebab tidak bisa meninggalkan kantor terlalu lama.


"Selesai jam kerja kau ada waktu luang?" Tanya Nancy.


"Kenapa?" Tanya Lexter balik.


"Aku ingin mengajakmu bertemu keluargaku."


Lexter merasa aneh jika harus bertemu dengan keluarga Nancy sebab ia tidak sedekat itu dengannya namun Nancy berbeda pendapat.


"Ada banyak yang harus ku kerjakan sepertinya tidak bisa."


Penolakan tersebut sontak membuat Nancy memudarkan senyum yang telah ia mekarkan sejak pagi tadi.


"Baiklah."


Lexter membuka pintu mobil dan bersiap keluar namun wanita itu menahannya "kau menyukai seseorang?" Tanya Nancy.


Lexter mengangguk pelan sembari menatap dalam manik hitam Nancy, wanita itu kembali tersenyum dan melepaskan Lexter.


Rupanya tatapan itu membuat kesalahpahaman, ia berpikir Lexter menyukainya hanya saja belum siap bertemu keluarga besar Nancy.


"Baiklah ayo masuk."


Keduanya masuk kedalam kantor layaknya seperti pasangan, Lexsa saja masih perlu berjalan dibelakang Lexter sebagai seorang sekertaris namun Nancy bisa berjalan sejajar dengannya.


Beberapa karyawan pun berspekulasi Lexter sedang mendekati pemilik produk kecantikan terkenal tersebut.


"Hei lihat mereka sangat cocok bukan," ucap salah satu karyawan.


"Ahh yaa sepertinya beberapa hari ini mereka selalu bersama dan itu sangat romantis."


Mendengar itu Lexsa yang sedang menghancurkan kertas sisa melihat ke arah yang sedang dibicarakan, memang benar mereka tampak serasi tidak seperti Lexsa yang masih harus merintis karirnya dan tidak punya apa apa.


Haahhh


Lagi lagi rasa putus asanya kembali, perkataan Lexter waktu itu seolah hanya mimpi dan hubungan mereka tidak terlalu manis bahkan hambar.


"Hei!!"


Luis mencoba mengejutkan Lexsa namun tubuhnya tidak bereaksi sedikitpun "apa terjadi sesuatu?" Tanya Luis.


"Hahh kau yakin pria dingin bisa jatuh cinta?" Tanya Lexsa.


"Untuk apa pria dingin? Hahh Lexsa kau hidup hanya sekali cobalah mendekati pria humoris agar hidupmu bahagia, kau hidup dengan pria dingin akan menyakiti dirimu sendiri," ujar Luis santai.

__ADS_1


Lexsa menelan semua ucapan Luis dan memang benar apa yang diucapkannya lagipula Lexter tidak pernah bisa menjaga batasnya dengan wanita.


"Kau benar juga, lanjutkan ini."


Lexsa memberikan setumpuk kertas bekas untuk dihancurkan pada Luis "he-hei pekerjaan ku masih banyak!" Teriaknya.


Lexsa melambaikan tangan meskipun Luis menggerutu, siapa suruh datang tiba tiba tadinya ingin ku kerjakan sendiri tapi karena kau datang itu kesempatan ku pikir Lexsa.


Gadis itu kembali ke ruangannya dengan pikiran berkelabut, terlihat jelas dari wajahnya Lexsa sedang tidak menyukai sesuatu.


Ketika berjalan ke lorong Lexsa tidak sengaja berpapasan dengan Lexter dan Nancy "Lexsa nanti keruangan ku," ucap Lexter.


Lexsa mengangguk pelan dan lanjut berjalan tanpa sepatah katapun bahkan menatap Nancy saja dia enggan.


"Ada beberapa hal yang harus ku katakan pada sekertaris mu nanti aku akan menemui mu lagi," kata Nancy.


Lexter mengangguk dan kembali ke ruangannya sekaligus beristirahat sebentar sedangkan Nancy dengan cepat menyusul Lexsa ke ruangannya.


Tok...tok... tok


Lexsa melirik ke arah pintu dan tersenyum tipis, ia melepas pulpen di tangannya dan berdiri sembari menundukkan kepala.


"Ada apa nona?" Tanya Lexsa.


"Ah tidak aku hanya ingin membicarakan beberapa hal denganmu," jawab Nancy sembari duduk di sofa.


"Ini tentang Lexter."


Lexsa mengerutkan kening tak mengerti maksud Nancy "membicarakan tuan muda?"


"Dari kecil kami sudah saling mengenal, dulu orang tua kami sering bertemu di sekolah tapi karena kejadian yang menimpa La Cosa Nostra Group Lexter menghilang dan aku sangat bersyukur bisa menemukannya kembali," ujar Nancy.


Lexsa menyimak penjelasan Nancy tanpa memotong sedikitpun kalimatnya.


"Aku menyukainya dari dulu dan sampai detik ini aku masih mencintainya."


Daarr!!!


Lexsa mematung dengan satu kalimat yang membuatnya bungkam, sedikitpun badannya tak bergerak, jantung pun tak ia rasakan detaknya.


"Umur kami tidak jauh berbeda dan aku rasa Lexter sudah matang untuk sebuah pernikahan."


"No-nona ingin...."


Nancy mengangguk dengan senyum tipis "aku ingin mengajaknya menikah saat peluncuran produk terbaru dari La Cosa Nostra Group."

__ADS_1


Lexsa kembali menelan ludah mendengar ucapan Nancy, tidak ada yang bisa ia lakukan jika bisa ia ingin menegaskan bahwa Lexter miliknya namun disisi lain gadis itu tidak punya hak sama sekali.


"Aku berharap kau mau membantuku menyiapkan kejutan untuknya nanti."


"Bu-bukankah produknya diluncurkan dua minggu lagi?"


Nancy mengangguk dengan sumringah "benar, kau bantu aku ya." Pinta Nancy.


Lexsa berpikir sejenak namun kepalanya mengangguk tanpa instruksi, ia menyesalinya namun Nancy sudah memeluk gadis itu.


"Terimakasih Lexsa."


"Ah ya."


Lexsa melepas pelukannya dan berpura-pura menerima telefon agar bisa menjauh dari Nancy.


"Ah sepertinya aku harus menemui teman ku di bawah, kau masih ada keperluan?" Tanya Lexsa dengan senyum canggung.


"Tidak aku tidak ingin mengganggu mu lagi aku akan ke ruangan Lexter sekarang kami sudah ada janji pergi ke cafe pulang bekerja."


Lexsa mengangguk pelan dan membiarkan Nancy keluar dari ruangannya, setelah keluar Lexsa menutup pintu dari dalam dan duduk di kursinya.


"Apa yang harus kulakukan aku sudah mulai menyukainya tapi aku tidak pantas untuk Lexter, nona Nancy adalah kategori yang bagus untuknya," gumam Lexsa.


Perkataannya sendiri menampar dirinya dan sakit itu entah muncul darimana, ia sendiri tidak tahu apakah sanggup melihat Lexter bersama wanita lain.


Tring...tring


Luis, nama itu tertulis di ponsel Lexsa "halo."


"Aku menunggumu di bawah kita pulang bersama."


Luis memutuskan sambungan sebelum Lexsa menolaknya. Hahh lagi lagi Lexsa dibuat pusing dengan hubungan rumit itu.


Lexsa mengambil tasnya lalu keluar dari ruangan, ia menatap sejenak ruangan Lexter yang tertutup rapat lagi lagi hatinya sedikit nyeri melihat itu.


Lexsa turun kebawah dan berjalan menuju lobi, tentu saja sudah ada Luis yang menunggu disana.


"Ayo pulang," ajaknya.


"Kau pulang saja sendiri aku juga akan pulang sendiri."


"Kenapa begitu? Tadi kau baik baik saja," kata Luis.


"Jangan ganggu aku dulu aku sedang tidak ingin diganggu."

__ADS_1


Lexsa meninggalkan Luis sendiri dan berjalan menuju halte, Luis sendiri merasa Lexsa sedang ingin sendiri jadi ia membiarkannya pergi.


__ADS_2