
1 jam perjalanan keduanya sampai di suatu tempat. Tepatnya di pinggir pantai dengan angin sepoi-sepoi yang membuat Lexsa merasa segar.
"Kau mengajakku datang kesini untuk berlibur tuan muda?"
"Kau belum bekerja sudah ingin berlibur? Sekertaris modelan apa itu," jawab Lexter ketus.
Lexsa tercengir kuda dan menuruni mobil diikuti oleh Lexter.
"Lalu untuk apa kita kemari?"
"Lihat itu."
Lexter menunjuk sebuah tempat yang cukup besar, seperti mansion versi mini dan terlihat sangat cantik dari luar.
Lexter mengajak gadis itu kesana namun kali ini dia tidak memegang tangannya seperti tadi, keduanya berjalan ke arah mansion versi mini tersebut.
Ceklek
Tanpa permisi Lexter membuka pintu dan masuk kedalam, Lexsa terperangah melihat isi di dalamnya, ternyata itu bukan mansion versi mini tapi butik.
"Selamat datang tuan muda dan...."
"Lexsa."
"Ah ya selamat datang tuan muda dan nona muda Lexsa."
"Berikan dia pakaian untuk sekertaris," ucap Lexter sembari duduk membaca majalah.
Lexsa mengerutkan kening dengan sifat Lexter yang seakan-akan sudah sering ke tempat itu.
"Ahh jadi ini sekertaris La Cosa Nostra sekarang," ujar wanita paruh baya tersebut.
Lexsa semakin bingung dengan wanita itu, darimana ia tau La Cosa Nostra sedangkan ia tinggal di pinggiran kota cukup jauh dari pemukiman.
"Kemari nona."
__ADS_1
Wanita itu menuntun Lexsa ke dalam memilih pakaian yang cocok sembari berbincang sedikit sedikit.
"Silahkan nona pilih pakaian yang kau inginkan," ujarnya dengan lembut.
"Mm bibi...."
"Panggil bibi Lore."
"Ah ya bibi Lore tau darimana La Cosa Nostra?"
Bibi Lore tersenyum tipis dan telah menduga pertanyaan gadis itu.
"Bibi Lore mantan sekertaris mendiang tuan besar La Cosa Nostra beberapa tahun lalu, La Cosa Nostra adalah perusahaan yang besar bahkan terkenal di seluruh penjuru dunia," tutur Bibi Lore.
"Benarkah?"
"Tentu saja bibi Lore orang kepercayaan mendiang tuan besar mengelola perusahaan waktu itu namun sayang karena adiknya angkatnya tuan besar yang ingin menguasai harta La Cosa Nostra dia mengambil alih semuanya dengan curang hingga merenggut nyawa kedua orang tua tuan muda Lexter."
"Bibi juga di pecat?"
"Waktu itu bibi mengetahui rencana tuan Pandev dan bibi langsung di tembak di bagian perut dua kali hingga akhirnya koma, setelah bangun bibi Lore langsung di sembunyikan oleh tuan muda kesini jadi bisa dibilang ini rahasia kita, kau tidak boleh memberitahu siapapun tempat ini ya sayang."
Beberapa menit mengganti pakaian Lexsa keluar dengan dress biru muda hingga betis.
"Sudah ku bilang pilih pakaian yang tertutup."
Hahh!!
Lexsa kembali masuk dan membuat tanda X pada bibi Lore yang artinya Lexter menolak tegas, wanita paruh baya itu tersenyum sembari menggelengkan kepala.
Beberapa pakaian telah dicoba Lexsa namun tidak ada satupun yang disetujui oleh Lexter, akhirnya Lexsa kesal dan bersandar di kursi samping pria itu.
"Siapa yang menyuruhmu duduk!"
"Tuan muda silahkan pilih pakaian yang kau inginkan aku akan memakainya lagipula pakaian tidak penting untuk mencuri perhatian tuan besar."
__ADS_1
"Kau...."
"Tuan muda kau sudah mengatakannya tidak boleh menggunakan pakaian terbuka, semua pakaian di rumah itu tidak ada yang terbuka di bagian dada atau bahu."
"Kau belum...."
"Apa aku menggunakan daster saja?" Tanya Lexsa kesal.
"Lexsa aku tidak main main."
"Siapa yang ingin main main tuan muda?"
"Baiklah, Lore kirim semua pakaian mu kerumah ku."
Plakk!!!
Lexsa menggeplak lengan Lexter saat mendengar panggilannya pada bibi Lore.
"Orang tua dipanggil seperti itu, tidak sopan!"
"Siapa kau berani mengajar ku."
"Hei kau sudah tua tidak tahu sopan santu tidak malu?"
Keduanya terlihat saling menantang dengan kepercayaan masing-masing hingga membuat bibi Lore terkekeh.
"Sudah sudah nona kami sudah biasa seperti itu biarkan tuan muda memanggil bibi apa saja."
"Tidak bibi tuan muda ini harus tahu cara berbicara yang baik dan benar."
"Ku tinggalkan kau disini!!"
Ancam Lexter ketus lalu keluar dari butik dengan kesal.
"Ya sudah aku menemani bibi Lore saja disini," jawab Lexsa sembari meniup ujung kukunya dan mengambil tempat duduk yang nyaman.
__ADS_1
"Ckk!!!"
Lexter menarik pergelangan tangan gadis itu keluar dari butik dan memasukkannya kedalam mobil, Lexsa ingin meminta waktu sebentar menikmati pantai Lexter tidak mengizinkan dan melajukan mobil sekencang mungkin.